BAITUSSALAM: 16 Tenses
Tampilkan postingan dengan label 16 Tenses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 16 Tenses. Tampilkan semua postingan

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense : S + Would + Have + Been + Verb1-ing

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense : S + Would + Have + Been + Verb1-ing. Past Future Perfect Continuous Tense adalah rumus ke-16 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke-4 dari 4 rumus Past Future Tense.

  1. Simple Past Future Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Continuous Tense

Trending topic Past Future Perfect Continuous Tense ada di waktu “past”. Imajinasinya di waktu past berpetualang jauh ke waktu future dan proccesing di waktu future, tapi future yang dimaksud adalah future dari perspektif waktu past, bukan future dari perspektif waktu present. Sedangkan orang yang berbicaranya saat menggunakan rumus kalimat ini sudah berada pada waktu “present”.

Jadi Past Future Perfect Tense ini adalah Future Perfect Tense Versi Past (Lawas). Oleh karena itu untuk memahami tenses jenis ini, kita perlu memahami Future Perfect Continuous Tense terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah perbedaan antara Future Perfect Continuous Tense vs Past Future Perfect Continuous Tense :

  • Waktu. Future Perfect Continuous Tense diimajinasikan di waktu present untuk processing dan menyelesaikan prosesnya aksinya atau runtutan kejadiannya di waktu future, tapi penggunaan rumus kalimatnya dinyatakan di waktu present. Sedangkan Past Future Perfect Continuous Tense diimajinasikan di waktu past untuk bisa diselesaikan proses aksinya atau finish step by step kejadiannya di waktu future versi lawas, tapi rumus kalimat ini diucapkannya di waktu present.
  • Topik. Topik pembahasan Future Perfect Continuous Tense masih bersifat imajinatif karena orang yang membahasnya belum sampai ke waktu finishing verb atau peristiwa yang diharapkannya. Sedangkan topik pembahasan Past Future Perfect Continuous Tense sudah tidak lagi bersifat imajinatif karena step by step aksi atau runtutan peristiwanya sudah bisa dicurhatkan kepada pak lurah.
  • Rumus. Rumus Future Perfect Continuous Tense menggunakan modal auxiliary verb "Will/Shall", sedangkan Past Future Perfect Comtinuous Tense menggunakan "Would/Should"

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense : S + Would + Have + Been + Verb1-ing

  • (+) Subject + Should/Would + Have + Been + Verb1-ing
  • (-) Subject + Should/Would + Not + Have + Been + Verb1-ing
  • (?) Should/Would + Subject + Have + Been + Verb1-ing
Have" secara asal adalah verb (kata kerja) bentuk present yang termasuk primary auxiliary verb. Secara kosa kata, "have" ini memiliki arti "mempunyai". Tapi itu jika have diposisikan dalam kalimat sebagai main verb. Jika posisinya menjadi auxiliary verb seperti diposisikan pada rumus kali ini, "have" tidak memiliki arti sendiri. Makna yang ada adalah makna yang lahir dari hasil perkawinannya dengan "Been".

"Been" adalah to be pengganti "Be" dalam wujud perfect. Jika tidak dirangkai dengan Have "Have+Been" to be ini tidak memiliki makna, tapi sekalipun sendirian dilalahnya tetap ada yaitu yadullu alal perfect. Membantu menunjukan "ke-perfect-an" verb atau peristiwa yang  terjadi. 

Verb yang dipergunakan adalah "verb1"(bentuk present) sebagaimana rumus future pada umumnya, kecuali perfect tensenya. Tapi juga dengan tambahan "-ing" sebagaimana rumus continuous pada umumnya yang mengandung makna "processing".

"Would" dan "Should" adalah bentuk past dari "Will" dan "Shall" yang keduanya biasa dipergunakan dan diformulasikan pada formasi semua rumus Future Tense (Simple Future Tense, Future Continuous Tense, Future Perfect Tense dan Future Perfect Continuous Tense). Itu karena memang semua rumus Past Future Tense adalah merupakan versi lawas dari Future Tense.

Keberadaan "Would" dan "Should" pada rumus ini mengindikasikan bahwa keinginan tersebut diinginkan di masa lalu. Berbeda dengan ketika yang digunakan adalah "Will" dan "Shall" yang mengindikasikan bahwa keinginan diinginkan di waktu present.

Pilih "Would" atau "Should"? Lebih baik menggunakan rumus S + Would + Have + Be en + Verb1-ing atau rumus S + Should + Have + Been + Verb1-ing?

Baik "Would" maupun "Should" sebenarnya memiliki arti yang sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "Would" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "Should" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji suci di depan Kitab Suci, janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah kepada, janji kepada Pak Ustadz, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Would" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Should" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu Rumus Past Future Perfect Continuous Tense dengan formasi : S + Would + Have + Been + Verb1-ing lebih fleksibel secara konteks dan fungsinya. Sehingga rumus ini lebih disukai bagi semua pengguna di seluruh dunia daripada rumus S + Should + Have + Been +Verb1-ing

Contoh Kalimat : 
(+) Subject + Should/Would + Have + Been + Verb1-ing
  • I Would have been studying here for two years by last July if I was not busy  (saya akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu, seandainya saya tidak sibuk)
  • She Would have been studying here for two years by last July  if she was not sick (dia akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu, seandainya dia tidak sakit) 
(-) Subject + Should/Would + Not + Have + Been + Verb1-ing
  • I Would not have been studying here for two years by last July if i was not bussy (saya tidak akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu, seandainya saya tidak sibuk) 
  • She Would not have been studying here for two years by last July if she was not sick (dia tidak akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu seandainya dia tidak sakit) 
(?) Should/Would + Subject + Have + Been + Verb1-ing
  • Would You have been studying here for two years by last July if i was not bussy ? (apakah anda akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu  seandainya saya tidak sibuk?) 
  • Would She have been studying here for two years by last July if she was not sick? (apakah dia akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu seandainya dia tidak sakit?) 

Rumus Past Future Perfect Tense : S + Should/Would + Have + Been/Verb3

Rumus Past Future Perfect Tense : S + Should/Would + Have + Been/Verb3. Past Future Perfect Tense adalah rumus ke-15 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke-3 dari 4 rumus Past Future Tense. 

  1. Simple Past Future Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Continuous Tense

Trending topic Past Future Perfect Tense ada di waktu “past”. Imajinasinya di waktu past melambung jauh ke momentum titik akhir aksi atau peristiwa di waktu future, tapi future yang dimaksud adalah future dari perspektif waktu past, bukan future dari perspektif waktu present. Sedangkan orang yang berbicaranya saat menggunakan rumus ini sudah berada pada waktu “present”.

Jadi Past Future Perfect Tense ini adalah Future Perfect Tense Versi Past (Lawas). Oleh karena itu untuk memahami tenses jenis ini, kita perlu memahami Future Perfect Tense terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah perbedaan antara Future Perfect Tense vs Past Future Perfect Tense :

  • Waktu. Future Perfect Tense diimajinasikan di waktu present untuk bisa diselesaikan aksinya atau finish peristiwanya di waktu future, tapi penggunaan rumus kalimatnya dinyatakan di waktu present. Sedangkan Past Future Perfect Tense diimajinasikan di waktu past untuk bisa diselesaikan aksinya atau finish peristiwa terjadinya di waktu future versi lawas, tapi rumus kalimat ini pernyataannya di waktu present.
  • Topik. Topik pembahasan Future Perfect Tense masih bersifat imajinatif karena orang yang membahasnya belum sampai ke waktu penyelesaian yang diharapkannya. Sedangkan topik pembahasan Past Future Perfect Tense sudah tidak lagi bersifat imajinatif karena hasil aksi atau akhir peristiwanya sudah bisa dicurhatkan kepada teman-teman. 
  • Rumus. Rumus Future Perfect Tense menggunakan modal auxiliary verb "Will/Shall", sedangkan Past Future Perfect Tense menggunakan "Would/Should"

Rumus Past Future Perfect Tense : S + Should/Would + Have + Been/Verb3

  • Nominal : S + Should/Would + Have + Been
  • Verbal : S + Should/Would + Have + Verb3
Kedua rumus ini menggunakan "Would/Should + Have". Perbedaan formasinya hanya pada :
  • Nominal menggunakan "Been"
  • Verbal menggunakan "Verb3"
Yang akan dibahas lebih awal adalah kombinasi "Would/Should + Have". Sedangkan mengenai "Been" dan "Verb3" akan dibahas pada masing-masing pembahasan kalimatnya.

"Would" dan "Should" adalah bentuk past dari "Will" dan "Shall" yang keduanya biasa dipergunakan dan diformulasikan pada formasi semua rumus Future Tense (Simple Future Tense, Future Continuous Tense, Future Perfect Tense dan Future Perfect Continuous Tense). Itu karena memang semua rumus Past Future Tense adalah merupakan versi lawas dari Future Tense.

Keberadaan "Would" dan "Should" pada rumus ini mengandung makna bahwa rencana tersebut direncanakan di masa lalu. Berbeda dengan ketika yang digunakan adalah "Will" dan "Shall" yang mengandung makna bahwa rencana direncanakan di waktu present.

"Have" secara asal adalah verb (kata kerja) bentuk present yang termasuk primary auxiliary verb. Secara kosa kata, "have" ini memiliki arti "mempunyai". Tapi itu jika have diposisikan dalam kalimat sebagai main verb. Jika posisinya menjadi auxiliary verb seperti diposisikan pada rumus kali ini, "have" tidak memiliki arti sendiri. Makna yang ada adalah makna yang lahir dari perkawinannya dengan "Been" atau "Verb3" Have + Been/Verb 3 : harus sudah hasil/selesai peristiwa/pekerjaannya".

1).Nominal : S + Would/Should + Have + Been
  • (+) Subject + Should/Would + Have + Been
  • (-) Subject + Should/Would + Not + Have + Been
  • (?) Should/Would + Subject + Have + Been
“Been” adalah to be atau “be” dalam bentuk past participle (verb3). Dalam pembahasan tenses “been” ini menunjukkan perfect. Lihat : Fungsi 6 Jenis To Be (am, is, are, was, were dan been)

Contoh Kalimat
(+) Subject + Should/Would + Have + Been
  • I would have been in my home before you came yesterday (saya akan sudah di rumah saya sebelum anda datang kemarin)
(-) Subject + Should/Would + Not + Have + Been
  • I would have been in my home before you came yesterday (saya akan sudah di rumah saya sebelum anda datang kemarin)
(?) Should/Would + Subject + Have + Been
  • I would have been in my home before you came yesterday (saya akan sudah di rumah saya sebelum anda datang kemarin)

2).Verbal : S + Would/Should + Have + Verb3
  • (+) Subject + Should/Would + Have + Verb3
  • (-) Subject + Should/Would + Not + Have + Verb3
  • (?) Should/Would + Subject + Have + Verb3
"Verb3" adalah kata kerja bentuk perfect. Jadi ketika kita menggunakan bentuk verb ini, yang kita bahas dalam kalimat adalah aksi yang selesai.

Contoh Kalimat
(+) Subject + Should/Would + Have + Verb3
  • I would have came to your home if you had invited him (dia akan sudah datang ke rumahmu jika kamu sudah mengundangnya kemarin)
(-) Subject + Should/Would + Not + Have + Verb3
  • I would have not came to your home if you had invited him (dia akan sudah datang ke rumahmu jika kamu sudah mengundangnya kemarin)
(?) Should/Would + Subject + Have + Verb3
  • I would have came to your home if you had invited him (dia akan sudah datang ke rumahmu jika kamu sudah mengundangnya kemarin)

Penggunaan

Untuk menyatakan suatu aksi yang pernah direncanakan atau suatu kondisi yang pernah diharapkan di waktu past dan sudah ada hasilnya sebelum rumus kalimat ini diucapkan.
  • I would have been in my home before you came yesterday (saya akan sudah di rumah saya sebelum anda datang kemarin)
  • I would have gone before You came yesterday (saya akan sudah pergi sebelum anda datang kemarin)
Untuk menyatakan suatu pengandaian diwaktu past yang diandaikan tercapai sebelum rumus kalimat ini keluar dari mulutnya (conditional sentence).
  • I would have been at your home if you had invited me yesterday (aku akan sudah di rumahmu jika kamu sudah mengundangku kemarin)
  • I would have came to your home if you had invited him (dia akan sudah datang ke rumahmu jika kamu sudah mengundangnya kemarin)
Pilih "Would" atau "Should"? Lebih baik menggunakan rumus S + Would + Have + Be en/Verb3 atau rumus S + Should + Have + Been/Verb3?

Baik "Would" maupun "Should" sebenarnya memiliki arti yang sama, yaitu : "akan". Letak perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "Would" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "Should" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Would" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Should" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu Rumus Past Future Perfect Tense dengan formasi : S + Would + Have + Been/Verb3 lebih fleksibel dilihat dari aspek konteks dan fungsinya. Sehingga rumus ini lebih user friendly bagi semua pengguna di seluruh dunia daripada rumus S + Should + Have + Been/Verb3

Rumus Past Future Continuous Tense : S + Should/Would + Be + Verb1-ing

Rumus Past Future Continuous Tense : S + Should/Would + Be + Verb1-ing. Past Future Continuous Tense merupakan rumus ke-14 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan rumus ke-2 dari 4 rumus Past Future Tense. 

  1. Simple Past Future Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Continuous Tense

Trending topic Past Future Continuous Tense ada di waktu “past”. Imajinasinya di waktu past melesat ke waktu future dan processing di waktu future, tapi future yang dimaksud adalah future dari perspektif waktu past, bukan future dari perspektif waktu present. Sedangkan orang yang berbicaranya tetap berada pada waktu “present”.

Jadi Past Future Continuous Tense ini adalah Future Continuous Tense Versi Past (Lawas). Oleh karena itu untuk memahami tenses jenis ini, kita perlu memahami Future Continuous Tense terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah perbedaan antara Future Continuous Tense vs Past Future Continuous Tense :

  • Waktu. Future Continuous Tense diimajinasikan di waktu present untuk dilakukan processing aksinya atau proses terjadi peristiwanya di waktu future, tapi pernyataannya dinyatakan di waktu present. Sedangkan Past Future Continuous Tense diimajinasikan di waktu past untuk dilakukan processing aksinya atau proses terjadi peristiwanya di waktu future versi lawas, tapi dinyatakan pernyataannya di waktu present.
  • Topik. Topik pembahasan Future Continuous Tense masih bersifat imajinatif karena orang yang membahasnya belum sampai ke waktu proses pelaksanaan. Sedangkan topik pembahasan Past Future Continuous Tense sudah tidak lagi bersifat imajinatif karena sudah bisa ceritakan kronologi aksi atau runtutan peristiwa step by stepnya.
  • Rumus. Rumus Future Continuous Tense menggunakan modal auxiliary verb "Will/Shall", sedangkan Past Future Continuous Tense menggunakan "Would/Should"

Rumus Past Future Continuous Tense : S + Should/Would + Be + Verb1-ing

  • (+) Subject + Should/Would + Be + Verb1-ing
  • (-) Subject + Should/Would + Not + Be + Verb1-ing
  • (?) Should/Would + Subject + Be + Verb1-ing
Kehadiran "Verb" dan "Be" pada formasi rumus ini adalah sebagai pertanda bahwa ini adalah kalimat verbal.

Kali ini "Be" hadir lagi dengan wujud aslinya bukan jelmaannya (am, is, are, was, were, dan been). Wujud aslinya ini sebenarnya adalah Verb 1 Infinitive To. Lihat : Fungsi 6 Jenis To Be (am, is, are, was, were dan been)

Tentunya kehadiran "Be" dengan wujud aslinya ini membawa misi khusus, idealnya begitu. Atau setidaknya sangat dibutuhkan kehadiran wujud aslinya.
Ini ibarat kepala sekolah turun tangan sendiri memberikan pengajaran terhadap peserta didik, padahal tenaga pengajar tidak kurang. Bisa jadi itu karena kepala sekolah ada misi khusus, atau karena semua tenaga pengajar yang ada di bawah kepemimpinannya kurang bisa berperan sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai pengajar.
Apa fungsinya? hal ini karena am is are was were been tidak memiliki makna yang dibutuhkan rumus ini. "Be" dengan wujud aslinya yang verb1 (bentuk present) ini memiliki arti "menjadi", dan ini dibutuhkan sebagai penegasan perubahan hasil di waktu present dari aksi yang direncanakan atau diharapkan terjadi di waktu past. Bukankah "Be" memiliki "Been"? Tidak mungkin menggunakan been karena been itu verb3 (bentuk perfect). Maka pada rumus ini yang diformulasikan harus "Be" (to be verb bentuk present penyumbang makna "menjadi") bukan been, bukan to be present (am is are) dan bukan to be lainnya dalam bentuk past (was dan were)

Verb yang dipergunakan adalah "verb1"(bentuk present) sebagaimana rumus future pada umumnya, kecuali perfect tensenya. Tapi juga dengan tambahan "-ing" sebagaimana rumus continuous pada umumnya yang mengandung makna "processing".

"Would" dan "Should" adalah bentuk past dari "Will" dan "Shall" yang keduanya biasa dipergunakan dan diformulasikan pada formasi semua rumus Future Tense (Simple Future Tense, Future Continuous Tense, Future Perfect Tense dan Future Perfect Continuous Tense). Itu karena memang semua rumus Past Future Tense adalah merupakan versi lawas dari Future Tense.

Keberadaan "Would" dan "Should" pada rumus ini mengindikasikan bahwa keinginan tersebut diinginkan di masa lalu. Berbeda dengan ketika yang digunakan adalah "Will" dan "Shall" yang mengindikasikan bahwa keinginan diinginkan di waktu present.

Pilih "Would" atau "Should"? Lebih baik menggunakan rumus S + Would + Be + Verb1-ing atau rumus S + Should + Be + Verb1-ing?

Baik "Would" maupun "Should" memiliki arti yang sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "Would" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "Should" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Would" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Should" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu Rumus Past Future Continuous Tense dengan formasi : S + Would + Be + Verb1-ing lebih fleksibel secara kontekstual dan fungsinya. Sehingga rumus ini lebih user friendly bagi semua pengguna di seluruh dunia daripada rumus S + Should + Be +Verb1-ing

Contoh Kalimat :
(+) Subject + Should/Would + Be + Verb1-ing
  • I should be writing….
  • She would be writing…..
(-) Subject + Should/Would + Not + Be + Verb1-ing
  • I should not be writing….
  • She would not be writing…..
(?) Should/Would + Subject + Be + Verb1-ing
  • should I be writing….. ?
  • would She be writing….. ?

Penggunaan

Suatu perbuatan atau peristiwa yang akan berlangsung selama jangka waktu tertentu pada waktu future versi past. 
  • I would be writing an article at this time last night (saya akan sedang menulis sebuah atrikel pada saat ini malam tadi)
Suatu perbuatan atau peristiwa yang akan sedang berlangsung pada waktu lampau, yang biasa dipergunakan di dalam indirect speech. Biasanya diawali dengan “said” atau "told".
  • My Father said My Mother would be going to Tasikmalaya on Friday last week (Bapak saya berkata Ibu saya akan sedang pergi ke Tasikmalaya pada hari jum’at pekan lalu)

Rumus Simple Past Future Tense : S + Would + (Be/Verb1)

Rumus Simple Past Future Tense : S + Would + (Be/Verb 1). Simple Past Future Tense merupakan rumus ke-13 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris terbaru dan merupakan rumus ke-1 dari 4 rumus Past Future Tense.

  1. Simple Past Future Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Continuous Tense

Trending topic Simple Past Future Tense ada di waktu “past”. Imajinasinya di waktu past melesat ke waktu future, tapi future yang dimaksud adalah future dari perspektif dia saat itu. Sedangkan orang yang berbicaranya tetap berada pada waktu “present”.

Jadi Simple Past Future Tense ini adalah Simple Future Tense Versi Past (Lawas). Oleh karena itu untuk memahami tenses jenis ini, kita perlu memahami Simple Future Tense terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah perbedaan antara Simple Future Tense vs Simple Past Future Tense :

  • Waktu. Simple Future Tense diimajinasikan di waktu present untuk dilakukan aksinya atau terjadi peristiwanya di waktu future, tapi pernyataannya dinyatakan di waktu present. Sedangkan Simple Past Future Tense diimajinasikan di waktu past untuk dilakukan aksinya atau terjadi peristiwanya di waktu future versi lawas, tapi dinyatakan pernyataannya di waktu present.
  • Topik. Topik pembahasan Simple Future Tense masih bersifat imajinatif karena orang yang membahasnya belum sampai ke waktu pelaksanaan. Sedangkan topik pembahasan Simple Past Future Tense sudah tidak lagi bersifat imajinatif karena sudah bisa dinyatakan hasil aksi atau kondisi peristiwanya.
  • Rumus. Rumus Simple Future Tense menggunakan modal auxiliary verb "Will/Shall", sedangkan Simple Past Future Tense menggunakan "Would/Should"

Rumus Simple Past Future Tense : S + Would + (Be/Verb1)

  • Nominal : S + Would/Should + Be
  • Verbal : S + Would/Should + Verb1
Masih ingat rumus simple future tense? keduanya kalimat verbal. Kali ini pada simple past future tense, salah satu diantaranya adalah kalimat nominal.

1).Nominal : S + Would/Should + Be

Ketiadaan "Verb" dan kehadiran "Be" pada formasi rumus ini adalah sebagai pertanda bahwa ini adalah kalimat nominal. 

Kali ini "Be" hadir lagi dengan wujud aslinya bukan jelmaannya (am, is, are, was, were, dan been). Wujud aslinya ini sebenarnya adalah Verb1 Infinitive To. Lihat : Fungsi 6 Jenis To Be (am, is, are, was, were dan been)

Tentunya kehadiran dengan wujud aslinya ini membawa misi khusus dong, idealnya begitu. 
Sebagaimana jika ketua turun tangan sendiri itu karena anak buah powernya tidak sampai pada level mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Hhe.
Apa fungsinya? hal ini karena am is are was were been tidak memiliki makna yang dibutuhkan rumus ini. "Be" dengan wujud aslinya yang verb1 (bentuk present) ini memiliki arti "menjadi", dan ini dibutuhkan sebagai penegasan perubahan hasil di waktu present dari aksi yang direncanakan atau diharapkan terjadi di waktu past. Tidak mungkin menggunakan been karena been itu verb3 (bentuk perfect). Maka pada rumus ini yang diformulasikan harus "Be" bukan been dan bukan to be present (am is are)

2).Verbal : S + Would/Should + Verb1

Ketiadaan "Be/To Be" dan kehadiran "Verb" pada rumus ini adalah juga menjadi pertanda bahwa ini murni kalimat verbal, bukan oplosan.

Verb yang dipergunakan adalah verb1 (bentuk present) sebagaimana rumus future pada umumnya.

"Would" dan "Should" adalah bentuk past dari "Will" dan "Shall" yang keduanya biasa dipergunakan dan diformulasikan pada formasi semua rumus Future Tense (Simple Future Tense, Future Continuous Tense, Future Perfect Tense dan Future Perfect Continuous Tense). Itu karena memang semua rumus Past Future Tense adalah merupakan versi lawas dari Future Tense.

Keberadaan "Would" dan "Should" pada rumus ini mengindikasikan bahwa harapan tersebut diharapkan di masa lalu. Berbeda dengan ketika yang digunakan adalah "Will" dan "Shall" yang mengindikasikan bahwa harapan diharapkan di waktu present.

Pilih "Would" atau "Should"? Lebih baik menggunakan rumus S + Would + Be/Verb1 atau rumus S + Should + Be/Verb1? 

Baik "Would" maupun "Should" artinya sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "Would" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "Should" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Would" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Should" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu Rumus Simple Past Future Tense dengan formasi : S + Would + Be/Verb1 lebih fleksibel secara konteks dan fungsi. Sehingga rumus ini lebih user friendly bagi semua pengguna di seluruh dunia daripada rumus S + Should + Be/Verb1.

Contoh Kalimat Nominal : 
(+) Subject + Should/Would + Be

  • We should be here yesterday sir.
  • They would be here yesterday

(-) Subject + Should/Would + Not + Be

  • We should not be here yesterday sir
  • They would not be here yesterday

(?) Should/Would + Subject + Be

  • should We be here yesterday sir
  • would They be here yesterday

Contoh Kalimat Verbal :
(+) Subject + Should/Would + Verb1

  • We should study in your class last yesterday but you were sick sir
  • They would study in your house last night but you were sick
  • Jaka would write a book in my house last night but he was sick
(-) Subject + Should/Would + Not + Verb1
  • We should not study in your class yesterday but you were sick sir
  • They would not study in your house last night but you were sick
  • Jaka would not write a book in my house last night but he was sick
(?) Should/Would + Subject + Verb1
  • should You teach in my class yesterday but you were sick sir?
  • would They study in your house last night but you were sick?
  • would Jaka write a book in my house last night but he was sick?

Penggunaan

Untuk sekedar menyatakan bahwa suatu aksi atau peristiwa pernah direncanakan akan terjadi, tapi kenyataannya tidak terjadi, dikarenakan ada sesuatu aksi atau peristiwa mendadak yang kontradiktif (biasanya diikuti dependent clouse yang terdapat kata "but")
  • I am sorry sir, I should be best yesterday, but I was not be best (Saya minta maap pak, saya berencana akan bagus kemarin, tapi kenyataannya saya tidak bagus) 
  • They would sleep in your home last night, but you were sick (mereka akan menginap di rumah kamu malam tadi, tapi kamu sakit)
  • Jaka would write a book in my house last night, but he was sick (jaka akan menulis sebuah buku di rumahku malam tadi, tapi dia sakit)
Untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang akan terjadi apabila syaratnya terpenuhi, tapi kenyataannya syarat tersebut tidak terpenuhi, akibatnya aksi atau peristiwa bersyarat tersebut tidak terjadi. (Biasanya diawali atau diikuti dependent clouse  yang terdapat kata “if”)
  • We should give you sureprize if you came yesterday (kami akan memberi anda hadiah kejutan jika anda datang kemarin)
  • Nobita would give you handphone if you came yesterday (Nobita akan memberi anda handphone jika anda datang kemarin)
  • Suneo would give you money if you came yesterday (Suneo akan memberi anda uang jika anda datang kemarin)
Untuk menyatakan tawaran pertolongan atau mempersilahkan kepada orang lain. Contoh : 
  • Would You like a glass of juice? (maukah anda meminum segelas jus?)
Untuk menyatakan suatu keharusan yang dipakai sebagai arti mesti atau semestinya. Contoh :
  • I should know that signal (saya mesti mengenal sinyal itu)

Rumus Future Perfect Continuous Tense : Subject + Will/Shall + Have + Been + Verb1-ing

Rumus Future Perfect Continuous Tense : Subject + Will/Shall + Have + Been + Verb1-ing. Future Perfect Continuous Tense merupakan rumus ke-12 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan jenis ke-4 dari 4 jenis Future Tense. 
  1. Simple Future Tense
  2. Future Continuous Tense
  3. Future Perfect Tense
  4. Future Perfect Continuous Tense
Future Perfect Continuous Tense adalah suatu rumus kalimat yang biasa dipergunakan untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang bersifat "processing" di waktu yang akan datang.

Topik pembicaraannya ada pada waktu “present-future”, tapi orang yang berbicaranya ada pada waktu “present”.

Kata keterangan waktu yang biasa dipergunakan pada tenses jenis ini antara lain : 
  • for ..... day at the end of this month
  • on a hour at the end of today
  • for ..... day by the end of this year
  • by a hour at the end of today
  • dan sebagainya yang menekankan pada durasi. 

Rumus Future Perfect Continuous Tense : Subject + Will/Shall + Have + Been + Verb1-ing

  • (+) Subject + Will/Shall + Have + Been + Verb1-ing
  • (-) Subject + Will/Shall + Not + Have + Been + Verb1-ing
  • (?) Will/Shall + Subject + Have + Been + Verb1-ing
Rumus ini mengkombinasikan peran "Will/Shall + Have + Been" demi tersampaikannya sebuah topik di masa depan tentang proses penyelesaian suatu aksi atau peristiwa "Verb1-ing"

"Will" dan "Shall" adalah modal auxiliary verb bentuk present (verb1) yang dalam pembahasan tenses akan selalu menjadi bagian dari formasi rumus future. Oleh karena itu memahami karakteristiknya menjadi sangat penting dalam rangka memahami fungsi yang sebenarnya pada rumus future tense, termasuk future perfect continuous tense ini.

"Will" dan "Shall" sekalipun bisa disebut "verb bentuk kesatu" atau "verb infinitive", keduanya tidak bisa menjadi main verb. Selamanya hanya menjadi kata kerja bantu yang fungsinya membantu menunjukkan makna tersirat dari main verbnya. 

"Have" adalah verb (kata kerja) bentuk present yang termasuk primary auxiliary verb. Secara kosa kata, "have" ini memiliki arti "mempunyai". Tapi itu jika have diposisikan dalam kalimat sebagai main verb. Jika posisinya menjadi auxiliary verb seperti diposisikan pada rumus kali ini, "have" tidak memiliki arti sendiri. Makna yang ada adalah makna buah dari perkawinannya dengan Been "Have+Been : harus sudah selesai".

Main verb pada rumus kali ini adalah Verb1-ing (Verb bentuk present participle). Keberadaannya pada rumus ini mengindikasikan bahwa aksi atau peristiwa yang dibahas akan terjadi ini bersifat kontinyu. Tapi Kontinuitasnya tidak seperti kontinuitas pada present perfect continuous tense dan past perfect continuous tense yang bisa disaksikan secara langsung, karena masih bersifat imajinatif.

"Be" kali ini diformulasikan pada rumus ini dalam wujud perfectnya yaitu "been". 

Keberadaan "be" dalam wujud "been" dengan makna perfectnya yaitu "sudah menjadi/selesai" pada kolaborasi "will + have + been + verb1-ing" adalah isyarat yang menegaskan bahwa :
"Subject akan menjadi Subject yang sudah menyelesaikan proses -ing-nya Verb pada saat tertentu di masa depan" (fokusnya adalah pada durasi akhir -ing)
Pilih "Will" atau "Shall"? Lebih baik menggunakan rumus S + Will + Have + Been + Verb1-ing atau rumus S + Shall + Have + Been + Verb1-ing? 

Baik will atau shall artinya sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "will" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "shall" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Will" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Shall" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu rumus future perfect continuous tense dengan formasi : S + Will + Have + Been + Verb1-ing lebih pasaran dipergunakan dalam pergaulan sehari-hari dan lebih sering dipergunakan dalam percakapan global daripada S + Shall + Have + Been + Verb1-ing

Contoh Kalimat : 
(+) Subject + Will/Shall + Have + Been + Verb1-ing
  • Excuse me sir, I shall have been precessing my assigment for one day by the end of this month.
  • I will have been studying english for 2 year by March Next Year 
(-) Subject + Will/Shall + Not + Have + Been + Verb1-ing
  • Excuse me sir, I shall not have been precessing my assigment for one day by the end of this month
  • I will not have been studying english for 2 year by March Next Year 
(?) Will/Shall + Subject + Have + Been + Verb1-ing
  • Excuse me sir, shall I have been precessing my assigment for one day by the end of this month?
  • will You have been studying english for 2 year by March Next Year? 
Rumus Future Perfect Continuous Tense adalah rumus terakhir future tense. Berikut ini adalah perbedaan fokus pembahasan pada future tenses :
  • Simple Future : fokus pada bahwa suatu saat di masa depan akan melakukan aksi atau akan terjadi sebuah peristiwa
  • Future Continuous : fokus pada bahwa suatu saat di masa depan akan terjadi suatu proses aksi atau proses terjadinya suatu peristiwa.
  • Future Perfect Tense : fokus pada bahwa suatu saat di masa depan suatu aksi atau peristiwa akan selesai.
  • Future Perfect Continuous Tense : fokus pada bahwa suatu saat di masa depan akan terjadi suatu proses pemyelesaian aksi atau proses berakhirnya suatu peristiwa.

Rumus Future Perfect Tense : S + Will + Have + Verb3

Rumus Future Perfect Tense : S + Will + Have + Verb3. Future Perfect Tense merupakan rumus ke-11 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke-3 dari 4 rumus Future Tense. 
  1. Simple Future Tense
  2. Future Continuous Tense
  3. Future Perfect Tense
  4. Future Perfect Continuous Tense
Future Perfect Tense adalah suatu rumus kalimat yang biasa dipergunakan untuk menyatakan :
  • Suatu aksi atau peristiwa yang akan sudah sempurna (perfect) di waktu yang akan datang (future). 
  • Suatu aksi atau peristiwa yang sudah dimulai sebelumnya (lebih logis jika dimulainya di waktu future atau waktu present bukan waktu past) dan segera selesai pada saat tertentu di waktu yang akan datang
Trending topic future perfect tense ada pada waktu “future”, tapi orang yang berbicaranya ada pada waktu “present”.

Sekalipun durasi proses penyelesaiannya diawali di waktu present, fokus pembahasan rumus ini tetap tertarget ke waktu penyelesaiannya yaitu waktu future. 

Kata keterangan waktu yang biasa dipergunakan pada tenses jenis ini antara lain : 
  • by ….., 
  • by now, 
  • by next, 
  • by the end
  • dan lain sebagainya

Rumus Future Perfect Tense : S + Will + Have + Verb3

  • (+) Subject + Will + Have + Verb3
  • (-) Subject + Will + Not + Have + Verb3
  • (?) Will + Subject + Have + Verb3
Sebagaimana sudah pernah dijelaskan sebelumnya pada simple future tense dan future continuous tense, semua formasi rumus future akan diawali "will" atau "shall". Termasuk formasi rumus future perfect tense ini : Will + Have + Verb3

"Will" adalah verb (kata kerja) bentuk present yang termasuk jenis verb modal auxiliary. Secara kosa kata, "will" ini memiliki arti "akan". 

"Have" adalah verb (kata kerja) bentuk present yang termasuk primary auxiliary verb. Secara kosa kata, "have" ini memiliki arti "mempunyai". Tapi itu jika have diposisikan dalam kalimat sebagai main verb. Jika posisinya menjadi auxiliary verb seperti diposisikan pada rumus kali ini, "have" tidak memiliki arti sendiri. Makna yang ada adalah makna buah dari perkawinannya dengan Verb3 "Have+Verb : harus sudah selesai dikerjakan".

"Verb3" adalah kata kerja bentuk perfect. Jadi ketika kita menggunakan bentuk verb ini, yang kita bahas dalam kalimat adalah aksi yang sudah selesai.

Kombinasi Will+Have+Verb3 memiliki arti : akan harus sudah selesai dikerjakan.

Bagaimanapun konteksnya, formal maupun non formal, kombinasinya tetap "Will+Have". "Will" tidak diganti dengan "Shall".

Siapapun subjectnya (I, We, You, He, She, They, It) kombinasi kata kerja bantunya tetap "Will+Have", "Have" tidak bertransformasi menjadi "Has".

Contoh Kalimat :
(+) Subject + Will + Have + Verb3
  • I will have written seven articles by the end of this week
  • You will have written 7 articles by the and of this night
(-) Subject + Will + Not + Have + Verb3
  • I will not have written seven articles by the end of this week
  • You will not have written 7 articles by the end of this night
(?) Will + Subject + Have + Verb3
  • will You have written seven articles by the end of this week?
  • will She have written 7 articles by the end of this night?

Rumus Future Continuous Tense : S + Will/Shall + Be + Verb1-ing

Rumus Future Continuous Tense : S + Will/Shall + Be + Verb1-ing. Future Continuous Tense merupakan rumus ke-10 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke 2 dari 4 rumus Future Tense. 
  1. Simple Future Tense
  2. Future Continuous Tense
  3. Future Perfect Tense
  4. Future Perfect Continuous Tense
Future Continuous Tense adalah suatu rumus kalimat yang biasa dipergunakan untuk menyatakan :
  • Suatu aksi atau peristiwa yang sedang berlangsung (continuous) waktu akan datang (future).
Trending topic future continuous tense ada pada waktu “future”, tapi orang yang berbicaranya ada pada waktu “present”.

Jika sebelumnya pada Simple Future Tense kita berbicara tentang sesuatu (baik aksi maupun peristiwa) yang akan terjadi di masa depan sebatas bahwa itu akan dilakukan atau akan terjadi, kali ini yang jadi fokus utama adalah proses terjadinya. 
Warning : Future Continuous Tense tidak membahas prosesnya sampai selesai.
Ini ibarat kita sedang membuat skenario film.

Kata keterangan yang biasa dipergunakan sebagai penjelas pada tenses jenis ini antara lain : 
  • at the same times …., 
  • Tomorrow, Next Friday, 
  • At this time …., 
  • Next month, 
  • Next year, 
  • Next week, 
  • By this time …. 
  • Dan lain sebagainya

Rumus Future Continuous Tense : S + Will/Shall + Be + Verb1-ing

  • (+) Subject + Will/Shall + Be + Verb1-ing
  • (-) Subject + Will/Shall + Not + Be + Verb1-ing
  • (?) Will/Shall + Subject + Be + Verb1-ing
Future tenses (simple, continuous, perfect dan perfect continuous) memang tidak bisa lepas dari penggunaan "Will" dan "Shall".

"Will" dan "Shall" adalah modal auxiliary verb bentuk present (verb1) yang dalam pembahasan tenses akan selalu menjadi bagian dari formasi rumus future. Oleh karena itu memahami karakteristiknya menjadi sangat penting dalam rangka memahami rumus future tense, termasuk future continuous tense yang sedang dibahas pada artikel ini.

"Will" dan "Shall" sekalipun bisa disebut "verb bentuk kesatu" atau "verb infinitive", keduanya tidak bisa menjadi main verb. Selamanya hanya menjadi kata kerja bantu yang fungsinya membantu menunjukkan makna tersirat dari main verbnya.

Main verb pada rumus kali ini adalah Verb1-ing (Verb bentuk present participle). Keberadaannya pada rumus ini mengindikasikan bahwa aksi atau peristiwa yang dibahas akan terjadi ini bersifat kontinyu. Tapi Kontinuitasnya tidak seperti kontinuitas pada present continuous tense dan past continuous tense, karena masih bersifat imajinasi.

"Be" kali ini diformulasikan pada rumus ini dalam wujud aslinya, yaitu "be" bukan jelmaannya (am, is, are, was, were dan been). 

Keberadaan "be" dengan wujud asli dan makna aslinya yaitu "menjadi" pada kolaborasi "will + be + verb1-ing" adalah isyarat yang menegaskan bahwa :
"Subject akan menjadi subject yang processing (berproses) di masa depan"
Pilih "Will" atau "Shall"? Lebih baik menggunakan rumus S + Will + Be + Verb1-ing atau rumus S + Shall + Be + Verb1-ing? 

Baik will atau shall artinya sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "will" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "shall" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Will" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Shall" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu rumus future continuous tense dengan formasi : S + Will + Be + Verb1-ing lebih sering dan pasaran dipergunakan dalam komunikasi global daripada S + Shall + Be + Verb1-ing

Contoh Kalimat : 
(+) Subject + Will/Shall + Be + Verb1-ing
  • Excuse me sir, I shall be presenting the result of my research assignment next week, becouse i am sick today.
  • You will be studying at seven o’clock tomorrow morning 
(-) Subject + Will/Shall + Not + Be + Verb1-ing
  • Excuse me sir, I shall not be presenting the result of my research assignment tomorrow, becouse i am sick today.
  • You will not be studying at seven o’clock tomorrow morning 
(?) Will/Shall + Subject + Be + Verb1-ing
  • Excuse me sir, shall I be presenting the result of my research assignment today? 
  • will You be studying at seven o’clock tomorrow morning? 

Rumus Simple Future Tense : S + ((Will/Shall) / (Am/Is/Are + Going To)) + Verb1

Rumus Simple Future Tense : S + ((will/shall) / (am/is/are + going to)) + verb 1. Simple Future Tense merupakan rumus ke-9 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke-1 dari 4 rumus Future Tense. 
  1. Simple Future Tense
  2. Future Continuous Tense
  3. Future Perfect Tense
  4. Future Perfect Continuous Tense
Simple Future Tense adalah suatu rumus kalimat sederhana yang biasa dipergunakan untuk menyatakan :
  • Suatu aksi atau peristiwa di waktu yang akan datang (future).
  • Suatu aksi atau peristiwa yang dilakukan secara spontan pada saat berbicara.
  • Suatu aksi atau peristiwa yang diprediksi akan terjadi pada waktu akan datang. Biasanya menggunakan “I think, I guess, I’m sure, God willing dan Insya Allah.
  • Suatu harapan. Biasanya didahului dengan “hope”.
  • Suatu aksi atau peristiwa yang telah direncanakan.
Trending topic simple future tense ada pada waktu “future”, tapi orang yang berbicaranya ada pada waktu “present”.

Jika sebelumnya pada Present Tense dan Past Tense kita berbicara tentang fakta atau sesuatu yang benar sudah terjadi, baru terjadi, sedang terjadi dan bisa terjadi, maka pada Future Tense kita mulai berimajinasi kepada sesuatu yang tidak mustahil bisa terjadi di masa depan. Berarti semua yang dibicarakan adalah sesuatu yang belum terjadi, tapi sudah menjadi topik pembicaraan saat ini.

Kata keterangan waktu yang biasa memperjelas penggunaan tenses jenis ini antara lain : 
  • This afternoon (nanti sore)
  • Tonight (malam nanti)
  • Tomorrow (besok)
  • Before (sebelum)
  • After (sesudah)
  • Till (hingga)
  • Until (hingga)
  • As soon as (segera sesudah)
  • When (ketika)
  • Soon (segera)
  • Next week (minggu depan)
  • Dan lain sebagainya

Rumus Simple Future Tense : S + ((will/Shall) / (am/is/are + going to)) + verb1

  • Verbal 1 : S + Will/Shall + Verb1
  • Verbal 2 : S + am/is/are + Going to + Verb1
Biasanya verbal dan nominal, kali ini keduanya adalah kalimat verbal. Ini opsional, dimana kita bisa memilih salah satunya.

Tentunya sebelum menentukan pilihan, kita harus memahami terlebih dahulu fungsi dari kedua rumus verbal simple future tense ini. 

Hal paling penting yang harus dipahami dari kedua rumus ini adalah perbedaan karakteristik penggunaan Will vs Going to
"Will/Shall+Verb1" lebih fleksibel daripada "Be + Going To +Verb 1".
Perhatikan juga formasinya, bahwa baik rumus kesatu maupun rumus kedua tidak ada bau-bau pastnya. Ini berarti tidak ada hubungannya dengan waktu past.

1).Verbal 1 : S + Will/Should + Verb1
  • (+) Subject + Will/Shall + Verb1
  • (-) Subject + Will/Shall + Not + Verb1
  • (?) Will/Shall + Subject + Verb1
Rumus dengan "will/shall+verb1" ini bisa dipergunakan untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang sudah direncanakan sebelumnya maupun yang tidak pernah direncanakan sebelumnya alias dadakan. 

"Will/Shall+Verb1" lebih fleksibel daripada "Be + Going To + Verb1".

Verb yang di-will-kan (di-akan-kan) juga fleksibel, yang penting tidak termasuk modal verb. main verb dalam rumus ini menggunakan verb1 (verb masih tulen bentuk present)

"Will/Shall" adalah modal auxiliary verb yang tidak memiliki makna jika berdiri sendiri, tidak bisa menjadi main verb seperti "going to". Keberadaannya akan bermakna jika berperan dalam kalimat sebagai auxiliary verb (kata kerja bantu) yang fungsinya membantu menegaskan makna dan waktu main verb (kata kerja utama)

Pilih "Will" atau "Shall"? Baik will atau shall artinya sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Situasinya. dimana "shall" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Shall" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. Sedangkan "Will" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It.
Oleh karena itu rumus simple future tense dengan formasi : S + Will + Verb1 lebih fleksibel dan lebih sering dipergunakan daripada S + Shall + Verb1

Contoh Kalimat Verbal ke-1:
(+) Subject + Will/Shall + Verb1
  • Excuse me sir, I shall report my task tomorrow, becouse i am sick now.
  • I Will say "good luck!" to my friend tomorrow
(-) Subject + Will/Shall + Not + Verb1
  • Excuse me sir, I shall not repot my task today, becouse i am sick now.
  • I Will not say "good bye!" to my friend tomorrow. 
(?) Will/Shall + Subject + Verb1
  • sir, shall you excuse me to report my task tomorrow?
  • Will I say "good bye!" to my friend tomorrow?

2).Verbal 2 : S + Be + Going To + Verb1
  • (+) Subject + am/is/are + Going To + Verb1
  • (-) Subject + am/is/are + Not + Going To + Verb1
  • (?) am/is/are + Subject + Going To + Verb1
Rumus dengan "Be + Going To + Verb1" ini biasanya dipergunakan untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang sudah direncanakan sebelumnya, dan optimis diyakini akan terjadi sesuai dengan yang sudah diagendakan. Seperti : rencana akad nikah (sesuai surat undangan) rencana rapat pleno (sesuai surat undangan), rencana masuk sekolah (sesuai kalender pendidikan),  rencana cuti kuliah (sesuai surat pengajuan cuti) dan lain sebagainya.

"Be + Going To + Verb1" lebih spesifik daripada "Will/Shall + Verb1".

"Be/To Be" yang digunakan adalah to be present, yaitu : am (untuk subject I), is (untuk subject He, She dan it) are (untuk subject You, We dan They)

"Going to" dan "Will/Shall" sebenarnya sama-sama memiliki makna "akan" dan sama-sama menjadi auxiliary verb pada rumus simple future tense. Perbedaannya adalah
  • Going to secara asal bukan modal auxiliary verb, melainkan verb-ing (present participle) dari "Go" yang dimodifikasi "to". Jadi "Going to" ini juga bisa jadi main verb di lain kesempatan. Contoh ketika "Going to" menjadi main verb : i am going to Baitussalam mosque (aku sedang pergi ke mesjid Baitussalam) Untuk mengenali apakah ini "Going to" auxiliary verb atau main verb versi verb-ing, bisa dilihat kelas kata yang ada setelahnya : i am going to mosque (S + To Be + Verb1-ing + Preposition of Direction + Object of Preposition) = Present Continuous Tense.
  • Makna akan "Going to" cenderung lebih kearah "tinggal mengeksekusi suatu aksi yang sudah direncanakan dengan matang". Tapi bukan berarti "will/shall" tidak bisa dipergunakan untuk itu. "Will" juga bisa, tapi "going to" lebih berasa 😊
Contoh Kalimat :
(+) Subject + am/is/are + Going To + Verb1
  • He is going to marry on 01 January 2030
(-) Subject + am/is/are + Not + Going To + Verb1
  • He is not going to marry on 01 January 2030
(?) am/is/are + Subject + Going To + Verb1
  • is He going to marry on 01 January 2030?
Itu adalah contoh "to be going to” digunakan untuk kondisi pada waktu akan datang yang terencana.
Jadi kita bisa memilih salah satu dari kedua rumus ini berdasarkan konteks dan karakteristik aksi atau peristiwanya.

Rumus Past Perfect Continuous Tense : S + Had + Been + Verb1-ing

Rumus Past Perfect Continuous Tense : S + Had + Been + Verb1-ing. Past Perfect Continuous Tense merupakan rumus ke-8 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan jenis ke-4 dari 4 jenis Past Tense. 
  1. Simple Past Tense
  2. Past Continuous Tense
  3. Past Perfect Tense
  4. Past Perfect Continuous Tense
Past Perfect Continuous Tense adalah suatu rumus kalimat yang biasa dipergunakan untuk menyatakan :
  • Suatu perbuatan atau peristiwa yang sedang berlangsung (continuous) dan sudah sempurna (perfect) waktu lampau (past) 
  • Suatu perbuatan atau peristiwa yang sudah sempurna (perfect) dan berlanjut/berkelanjutan atau siap-siap berlanjut ke tahap/level/kelas/season/ putaran/halaman/jilid/juz/fase/tingkatan/babak/semester berikutnya (continuous) di waktu lampau (past).
  • Untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi terus menerus pada waktu lampau.
  • Untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang sedang terjadi (berlangsung) sebelum kejadian yang lainnya terjadi pada waktu lampau.
  • Untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi beberapa kali pada waktu lampau.
  • Untuk menyatakan durasi suatu perbuatan atau peristiwa yang sudah dan sedang berlangsung pada masa lampau sebelum hal lain terjadi.
Topik pembicaraannya ada pada waktu “past”, tapi orang yang berbicaranya ada pada waktu “present”.

Ini adalah tentang aksi yang bersifat kontinyu atau peristiwa berproses, tapi selesai. Nah, inti yang dibicarakan adalah proses selesainya itu. Prosesnya di waktu past, perfectnya juga di waktu past. Karena penyelesaiannya berproses, maka ada durasi yang diangkat ke dalam topik pembicaraan. Bahkan bisa jadi yang menjadi topik yang ingin di-up oleh si tukang gosip adalah durasi tersebut. 

Kata keterangan waktu (Adverb of Time) yang biasa menjadi ciri khas dari tenses jenis ini antara lain : 
  • ......... For ....... (selama)
  • …..when ....... (ketika/bila). 
  • Dan lain sebagainya yang dengan kata-kata itu memperjelas rentang waktu atau durasi terjadinya.

Rumus Past Perfect Continuous Tense : 

S + Had + Been + Verb1-ing

  • (+) S + Had + Been + Verb1-ing
  • (-) S + Had + Not + Been + Verb1-ing
  • (?) Had + S + Been + Verb1-ing
Siapapun subjectnya, auxiliary verb (kata kerja bantu) yang digunakan adalah tetap “Had”. “Had” adalah bentuk past dari “have” dan “has”. Hal ini menunjukan perbuatan ini terjadi waktu past.

“Been” adalah bentuk verb3 (bentuk perfect) dari “Be” dan “Being”. Hal ini menunjukan perbuatan ini perfect alias selesai, "end".

Verb yang digunakan adalah verb1-ing. Hal ini menunjukan bahwa aksi bersifat continuous, "live".

Masih belum paham?

Formasinya mengkombinasikan "had+been" seperti pada past perfect, jadi actionnya harus terjadi waktu past (isyarat "had") dan harus perfect (isyarat "been") pada waktu past karena terikat oleh "had".

Tapi, kali ini dikombinasikan juga dengan "verb1-ing", sebagai sebuah kata kerja live atau siaran langsung. Ini adalah isyarat bahwa aksi tersebut ada livenya atau siaran langsungnya. Yang dimaksud di sini adalah prosesnya.

Jadi arti kombinasi "had + been + verb1-ing" ini adalah : sudah terjadi, selesai dan ada step by stepnya. Begitu maksudnya.

Contoh Kalimat
(+) Subject + Had + Been + Verb1-ing
  • She had been studying English for an hour when I studied Arabic last night
(-) Subject + Had + Not + Been + Verb1-ing
  • She had not been studying English for an hour when I studied Arabic last night
(?) Had + Subject + Been + Verb1-ing
  • had She been studying English for an hour when I studied Arabic last night?

Rumus Past Perfect Tense : S + Had + Been/Verb3

Rumus Past Perfect Tense : S + Had + Been/Verb3. Past Perfect Tense merupakan rumus ke-7 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan jenis ke-3 dari jenis Past Tense. 
  1. Simple Past Tense
  2. Past Continuous Tense
  3. Past Perfect Tense
  4. Past Perfect Continuous Tense
Rumus Past Perfect Tense adalah suatu rumus kalimat yang  biasa dipergunakan untuk menyatakan :
  • Suatu perbuatan atau peristiwa yang sudah sempurna (perfect) waktu lampau (past).
  • Untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi atau sudah selesai sebelum aktivitas lain terjadi pada waktu lampau (past). Biasanya ada dua aktivitas yang beriringan.
  • Untuk menyatakan suatu berita yang tidak diketahui secara langsung atau mengetahuinya dari orang lain (sering dinyatakan dalam kalimat tidak langsung) "konon kabarnya".
Topik pembicaraannya ada pada waktu “past”, dan tidak keluar dari waktu past karena harus sudah perfect pada kurun waktu past. Sedangkan orang yang berbicaranya ada pada waktu "present". 

Adapun kata keterangan waktu yang biasa dipergunakan pada tenses jenis ini antara lain : 
  • ........ After ...... (setelah)
  • ….. before ........ (sebelum)
  • ….. when ...... (ketika/bila)
  • As soon as (segera)
  • By (menjelang)
  • By the end of (menjelang akhir)
  • By the time (menjelang waktu itu)
  • By 2 o’clock yesterday (menjelang jam 2 kemarin)

Rumus Past Perfect Tense : S + Had + Been/Verb 3

  • Nominal : Subject + Had + Been
  • Verbal : Subject + Had + Verb3
Kalimat Nominal :
  • (+) Subject + Had + Been + 
  • (-) Subject + Had + Not + Been +
  • (?) Had + Subject + Been + 
“Had” adalah bentuk verb2 (past) dari "Have". Siapun subjectnya (I, You, We, They, He, She, it) Kata kerja bantu (auxiliary verb) yang dipergunakan adalah “Had”.

“Been” adalah to be yang merupakan bentuk verb3 (perfect) dari “be” yang mengandung petunjuk bahwa sesuatu telah selesai.

Formasi "had+been" ini adalah isyarat yang menegaskan bahwa topik pembicaraan dalam kalimat berumus past perfect tense ini harus benar-benar selesai di waktu past. 

Ini berbeda dengan rumus perfect pada pembahasan present perfect tense yang formasinya "have/has+been". Kombinasi ini dipergunakannya jika aksi keluar dari waktu past dan selesai di waktu present.

Contoh Kalimat Nominal
(+) Subject + Had + Been
  • He had been in Tasikmalaya before You come
(-) Subject + Had + Not + Been
  • He had not been in Tasikmalaya before You come
(?) Had + Subject + Been
  • Had He been in Tasikmalaya before You come ?
Kalimat Verbal :
  • (+) Subject + Had + Verb3 +
  • (-) Subject + Had + Not + Verb3 +
  • (?) Had + Subject + Verb3 +
Sebagaimana tadi sudah dijelaskan, “Had” adalah bentuk verb2 (past) dari "Have". Siapun subjectnya (I, You, We, They, He, She, it) Kata kerja bantu (auxiliary verb) yang dipergunakan adalah “Had”.

Verb yang digunakan pada rumus ini adalah verb3 (bentuk perfect) dan hal ini berarti menunjukan bahwa action telah diclose di waktu past

Contoh Kalimat Verbal :
(+) Subject + Had + Verb3
  • You had studied Arabic before You studied English
(-) Subject + Had + Not + Verb3
  • You had not studied Arabic before You studied English
(?) Had + Subject + Verb3
  • had You studied Arabic before You studied English?

Rumus Past Continuous Tense : S + Was/Were + Verb1-ing

Rumus Past Continuous Tense : S + Was/Were + Verb1-ing. Past Continuous Tense merupakan rumus ke-6 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan jenis ke 2 dari jenis Past Tense. 
  1. Simple Past Tense
  2. Past Continuous Tense
  3. Past Perfect Tense
  4. Past Perfect Continuous Tense
Rumus Past Continuous Tense adalah suatu rumus kalimat yang  biasa dipergunakan untuk menyatakan :
  • Suatu perbuatan atau peristiwa yang sedang berlangsung (continuous atau live) waktu lampau (past).
  • Untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa lampau
  • Untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang sedang berlangsung di masa lampau saat suatu perbuatan atau peristiwa lain juga sedang berlangsung pada waktu itu.
  • Untuk menyatakan dua perbuatan atau peristiwa yang sedang berlangsung bersamaan di waktu lampau
Topik pembicaraannya ada pada waktu “past”, tapi orang yang berbicaranya ada pada waktu “present”. 

Rumus Past Continuous Tense : S + Was/Were + Verb1-ing

(+) Subject + Was/Were + Verb1-ing
(-) Subject + Was/Were + Not + Verb1-ing
(?) Was/Were + Subject + Verb1-ing

To be yang digunakan adalah : was (untuk I He She It) dan were (untuk You They We)

To be was dan were pada rumus ini berfungsi sebagai primary auxiliary verb yang membantu main verb (dalam hal ini verb1-ing) untuk mempertegas ke-presentense-an main verb.

Adverb of time yang biasa mengikuti tenses jenis ini antara lain : 
  • When (ketika) diikuti oleh past tense
  • While (selagi/sementara itu) diikuti oleh past continuous tense
  • As (ketika)
  • All day yesterday (sepanjang hari kemarin)
  • The whole day last Monday (sepanjang hari senin yang lalu) dan lain sebagainya.
  • Dan lain sebagainya yang mengindikasikan suatu kejadian yang berproses step by step di masa lalu.
Contoh Kalimat :
(+) Subject + Was/Were + Verb1-ing
  • He was studying English when I studied Arabic last night.
  • They were studying English while I studying Arabic last night
(-) Subject + Was/Were + Not + Verb1-ing
  • He was not studying English when I studied Arabic last night.
  • They were not studying English while I studying Arabic last night
(?) Was/Were + Subject + Verb1-ing
  • was He studying English when I studied Arabic last night?
  • were They studying English while I studying Arabic last night?