Tata Cara Membaca Iftitah & Fatihah Jika Imam Super Cepat - BAITUSSALAM

Minggu, 27 Maret 2022

Tata Cara Membaca Iftitah & Fatihah Jika Imam Super Cepat

Super cepat dimaksud adalah situasi : لو علم أن إمامه يقتصر على الفاتحة jika makmum sudah tahu bahwa imam akan mengiqtishar terhadap bacaan fatihah [1] sehingga makmum ﺧﺎﻑ ﻓﻮﺕ ﺑﻌﺾ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻟﻮ ﺃﺗﻰ ﺑﻪ khawatir akan meluputkan sebagian bacaan fatihah jika dia membaca doa iftitah [2] dan ﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺮﺃ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻣﻊ اﻹﻣﺎﻡ ﻟﻢ ﻳﺪﺭﻛﻬﺎ dia sudah tahu bahwa jika dia tidak membaca fatihah together bersama imam maka dia tidak akan sukses mengidrok seluruh bacaan fatihah [3]. Pada kondisi imam super cepat seperti itu, tata cara membaca doa iftitah & fatihah adalah sebagai berikut :

1).Doa iftitah tidak perlu dibaca.
Kenapa? Karena disunatkannya makmum membaca doa iftitah adalah selama dominan pada prasangkanya bahwa dengan terfokusnya pada doa iftitah dia akan mampu menjangkau seutuhnya fatihah sebelum imam ruku [4] bukan kepada orang yang khawatir akan meluputkan sebagian bacaan fatihah jika dia membaca doa iftitah [2,5]
منهاج القويم للإمام إبن حجر الهيتامي : ﻭﻣﺤﻠﻪ ﺇﻥ ﻏﻠﺐ ﻋﻠﻰ ﻇﻨﻪ ﺃﻧﻪ ﻣﻊ اﻻﺷﺘﻐﺎل ﺑﺎﻻﻓﺘﺘﺎﺡ ﻳﺪﺭﻙ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻗﺒﻞ ﺭﻛﻮﻉ اﻹﻣﺎﻡ
تحفة المحتاج للإمام إبن حجر الهيتامي : ﻭﻳﺴﻦ ﻭﻗﻴﻞ ﻳﺠﺐ ﺑﻌﺪ اﻟﺘﺤﺮﻡ ﺑﻔﺮﺽ ﺃﻭ ﻧﻔﻞ ﻣﺎ ﻋﺪا ﺻﻼﺓ اﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﻭﻟﻮ ﻋﻠﻰ ﻏﺎﺋﺐ ﺃﻭ ﻗﺒﺮ ﻋﻠﻰ اﻷﻭﺟﻪ ﺩﻋﺎء اﻻﻓﺘﺘﺎﺡ ﺇﻻ ﻟﻤﻦ ﺃﺩﺭﻙ اﻹﻣﺎﻡ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺴﻠﻢ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺠﻠﺲ ﺃﻭ ﻓﻲ اﻻﻋﺘﺪاﻝ ﻭﺇﻻ ﻟﻤﻦ ﺧﺎﻑ ﻓﻮﺕ ﺑﻌﺾ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻟﻮ ﺃﺗﻰ ﺑﻪ ﻭﺇﻻ ﺇﻥ ﺿﺎﻕ اﻟﻮﻗﺖ ﺑﺤﻴﺚ ﻳﺨﺮﺝ ﺑﻌﺾ اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻨﻪ ﻟﻮ ﺃﺗﻰ ﺑﻪ ﻭاﻟﺘﻌﻮﺫ ﻣﺜﻠﻪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺜﻼﺛﺔ ﻭﺇﻻ ﺇﻥ ﺷﺮﻉ ﻓﻲ اﻟﺘﻌﻮﺫ ﺃﻭ اﻟﻘﺮاءﺓ ﻭﻟﻮ ﺳﻬﻮا
إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين للسيد أبي بكر البكري ج ١ ص ١٤٥ : ﻭاﻟﺤﺎﺻﻞ ﺃﻥ ﺩﻋﺎء اﻻﻓﺘﺘﺎﺡ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺴﻦ ﺑﺸﺮﻭﻁ ﺧﻤﺴﺔ ﻣﺼﺮﺡ ﺑﻬﺎ ﻛﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﻛﻼﻣﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺻﻼﺓ اﻟﺠﻨﺎﺯﺓ، ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺨﺎﻑ ﻓﻮﺕ ﻭﻗﺖ اﻷﺩاء، ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺨﺎﻑ اﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﻓﻮﺕ ﺑﻌﺾ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ، ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺪﺭﻙ اﻹﻣﺎﻡ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﻓﻠﻮ ﺃﺩﺭﻛﻪ ﻓﻲ اﻻﻋﺘﺪاﻝ ﻟﻢ ﻳﻔﺘﺘﺢ - ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ اﻟﺮﻣﻠﻲ - ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺸﺮﻉ اﻟﻤﺼﻠﻲ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻓﻲ اﻟﺘﻌﻮﺫ ﺃﻭ اﻟﻘﺮاءﺓ

2. Baca fatihah bersama imam.
Kenapa? Karena jika makmum sudah tahu bahwa imam akan mengiqtishar terhadap bacaan fatihah [1] dan dia tahu bahwa jika dia tidak membaca fatihah together bersama imam maka dia tidak akan memiliki cukup waktu untuk sukses mengidrok seluruh bacaan fatihah [3] maka bacaan fatihah makmum wajib مقارنةdibersamakan dengan bacaan fatihah imam [1,3,6]
فتح المعين للشيخ زين الدين المليباري ٣٨ : ولو علم أن إمامه يقتصر على الفاتحة لزمه أن يقرأها مع قراءة الإمام
إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين للسيد أبي بكر البكري ج ٢ ص ٤١ : (ﻗﻮﻟﻪ ﻟﺰﻣﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃﻫﺎ) ﻗﺎﻝ ﻓﻲ اﻟﺘﺤﻔﺔ: ﻭﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ ﻇﺎﻫر ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﺃﻧﻪ ﻣﺘﻰ ﺃﺭاﺩ اﻟﺒﻘﺎء ﻋﻠﻰ ﻣﺘﺎﺑﻌﺘﻪ، ﻭﻋﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺃﻧﻪ ﺑﻌﺪ ﺭﻛﻮﻋﻪ ﻻ ﻳﻤﻜﻨﻪ ﻗﺮاءﺗﻬﺎ ﺇﻻ ﻭﻗﺪ ﺳﺒﻘﻪ ﺑﺄﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺭﻛﻨﻴﻦ، ﻳﺘﺤﺘﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻗﺮاءﺗﻬﺎ ﻣﻌﻪ، ﻟﺃﻥﻫ ﻟﻮ ﺳﻜﺖ ﻋﻨﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺭﻛع ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺘﺨﻠﻔﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﻋﺬﺭﻩ ﻟﺘﻘﺼﻴﺮﻩ، ﺑﺨﻼﻑ ﻧﺤﻮ ﻣﻨﺘﻈﺮ ﺳﻜﺘﺔ اﻹﻣﺎﻡ، ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﺣﺎﻝ اﻹﻣﺎﻡ ﺷﻴﺌﺎ، ﻓﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻣﺤﻞ ﻧﺪﺏ ﺗﺄﺧﻴﺮ ﻓﺎﺗﺤﺘﻪ ﺇﻥ ﺭﺟﺎ ﺃﻥ ﺇﻣﺎﻣﻪ ﻳﺴﻜﺖ ﺑﻌﺪ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻗﺪﺭا ﻳﺴﻌﻬﺎ ﺃﻭ ﻳﻘﺮﺃ ﺳﻮﺭﺓ ﺗﺴﻌﻬﺎ، ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻞ ﻧﺪﺏ ﺳﻜﻮﺕ اﻹﻣﺎﻡ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻥ اﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﻗﺮﺃﻫﺎ ﻣﻌﻪ ﻭﻻ ﻳﺮﻯ ﻗﺮاءﺗﻬﺎ.اﻩ
نهاية الزين للشيخ محمد نووي الجاوي ١٣٧ : ﻭاﻟﺤﺎﺻﻞ ﺃﻥ اﻟﻤﻘﺎﺭﻧﺔ ﻋﻠﻰ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﻗﺴﺎﻡ ﺣﺮاﻡ ﻣﺎﻧﻌﺔ ﻣﻦ اﻻﻧﻌﻘﺎﺩ ﻭﻫﻲ اﻟﻤﻘﺎﺭﻧﺔ ﻓﻲ ﺗﻜﺒﻴﺮﺓ اﻹﺣﺮاﻡ ﻭﻣﻨﺪﻭﺑﺔ ﻭﻫﻲ اﻟﻤﻘﺎﺭﻧﺔ ﻓﻲ اﻟﺘﺄﻣﻴﻦ ﻭﻣﻜﺮﻭﻫﺔ ﻣﻔﻮﺗﺔ ﻟﻔﻀﻴﻠﺔ اﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﻗﺎﺭﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﻊ اﻟﻌﻤﺪ ﻭﻫﻲ اﻟﻤﻘﺎﺭﻧﺔ ﻓﻲ اﻷﻓﻌﺎﻝ ﻭﻓﻲ اﻟﺴﻼﻡ ﻭﻭاﺟﺒﺔ ﺇﺫا ﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺮﺃ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻣﻊ اﻹﻣﺎﻡ ﻟﻢ ﻳﺪﺭﻛﻬﺎ ﻭﻣﺒﺎﺣﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﻋﺪا ﺫﻟﻚ

Jadi secara prakteknya : 
  • Setelah imam selesai mengucapkan huruf رْ/R-nya kalimat الله أكبر takbiratul ihrom, anda jangan hare-hare wae, segeralah bertakbirotul ihrom disertai أصلي سنة التراويح مؤموما di dalam hati! 
  • Tidak perlu membaca doa iftitah, karena tidak disunatkan pada situasi ini. Bahkan wajib ditinggalkan jika khawatir keteteran pada saat nanti menuntaskan bacaan fatihah.
  • Setelah imam memulai bacaan fatihah, kuntit/tempel bacaannya dengan bacaan fatihah anda menggunakan model bacaan qashar/maqshur sebagaimana diatur dalam ilmu tajwid.
Kelebihan tata cara ini adalah :
  1. Tata cara ini lebih menjamin makmum akan lebih khusyu dan tenang hatinya ketimbang diam menunggu imam selesai membaca fatihah kemudian makmum membaca fatihah menggunakan bacaan yang rusuh teu puguh dan amburadul dari segi ilmu tajwidnya.
  2. Tata cara ini lebih memungkinkan makmum bermadzhab syafi'i tetap bisa menunaikan kewajibannya membaca fatihah pada setiap roka'at, sebagaimana ketentuan fiqih madzhab syafi'i.
  3. Tata cara ini lebih mengarahkan makmum bermadzhab syafi'i untuk tetap konsisten mengamalkan amaliyah madzhabnya, karena cara ini merujuk pada penjelasan-penjelasan yang diformulasikan di dalam kitab-kitab fiqih fuqoha syafi'iyah.
  4. Cara ini lebih simple, ketimbang anda rrrrrribet mencari-cari dalil yang memperbolehkan makmum tidak perlu membaca fatihah di belakang imam, karena mengistinbath adillah fiqhiyah yang umumnya bersifat tafshiliyah adalah domain ulama ahli fiqih, sedangkan sikap fuqoha syafi'iyah sudah jelas dan bulat bahwa baik pada kategori shalat fardhu maupun shalat sunat, baik pada kategori shalat dengan model bacaan jahriyah maupun sirriyah, baik dia shalat sendiri maupun berjamaah baik dia sebagai imam maupun sebagai makmum, fatihah untuk setiap rokaat tetap wajib dibaca sampai tuntas. Khusus makmum masbuq ada pengecualian, dimana kewajiban yang tidak sempat ditunaikan secara mandiri dari fatihahnya ditanggung imam. Ini sudah pernah dibahas baitussalam.web.id --> Fatihah 4 Madzhab : Wajibkah Makmum Membaca Surat Fatihah di Belakang Imam? Bukankan Imam Menanggung Bacaan Makmum? 
Tapi cara itu hanya akan bermanfaat bagi makmum jika kecepatan imam masih sesuai dengan ketentuan fiqih shalat madzhab syafi'i.

Jika makmum jelas menemukan indikasi bahwa kecepatan imam melebihi batas kewajaran fiqih shalat, misalnya : 
  • Bacaan fatihah imam amburadul tidak sesuai ilmu tajwid.
  • Rukun qauli tidak dibaca sampai tuntas, atau tuntas tapi terdapat ibdalul harfi awil harakati yughayyaru bihimaa ma'nal kalimat.
  • Rukun fa'li yang padanya wajib berthumaninah, tidak thumaninah.
  • Dsb.
Maka pada kondisi tersebut yang tepat bagi makmum adalah mufaroqoh, berniat di dalam hati untuk memutuskan berjamaah dan melanjutkan shalat secara munfarid. Karena pada kondisi tersebut jelas shalat imam tidak sah, tidak sah bagi dirinya dan tidak sah diikuti oleh selain dirinya yang mengetahui dengan jelas ketidaksahan shalat imamnya. Walloohu A'lam, semoga bermanfaat.

Referensi
[1] Fathul Muin Halaman 38
[2] Tuhfah Al-Muhtaj Jilid 1 Halaman 236
[3] Nihayah Az-Zain Halaman 137
[4] Minhaj Al-Qawim Halaman 188
[5] I'anah Ath-Thalibin Jilid 1 Halaman 145
[6] I'anah Ath-Thalibin Jilid 2 Halaman 41

Daftar Pustaka
Al-Haitami, Imam Ibnu Hajar. Minhaj Al-Qawim. Darul Minhajdan Tuhfah Al-Muhtaj. Darul Hadits Al-Qahiroh.
Al-Malibari, Syaikh Zainuddin. Fath Al-Mu'in. Pustaka Alawiyah.
Al-Jawi, Syaikh Muhammad Nawawi. Nihayah Az-Zain. Maktabah Toha Putra
Al-Bakri, Sayid Abu Bakar. I'anah Ath-Thalibin. Syirkah Nur Asia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah ikut berpartisifasi
Komentar anda akan segera kami balas