4 Tata Cara Thumaninah : Ruku, I'tidal, Sujud 2, Duduk Antara Sujud 2 - BAITUSSALAM

Jumat, 25 Maret 2022

4 Tata Cara Thumaninah : Ruku, I'tidal, Sujud 2, Duduk Antara Sujud 2

Maksud Thumaninah
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan thumaninah? Begini maksudnya menurut para ulama ahli fiqih madzhab Imam Syafi'i :
سفينة النجا للشيخ سالم بن سمير الحضرمي ص ٦٦ : الطمأنينة هي سكون بعد حركة بحيث يستقر كل عضو محله بقدر سبحان الله
شرح سفينة النجا للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٦٦ : الطمأنينة هي سكون بعد حركة أى سكون الأعضاء بعد حركتها من هوي ونهوض ولو قال هي سكون بين حركتين لكان أوضاح بحيث يستقر كل عضو محله بقدر سبحان الله أى بقدر التلفظ بذلك
Thumaninah adalah pendiaman setelah pergerakan dengan sekira tetap setiap anggota pada tempatnya dengan seukuran سبحان الله (Syaikh Salim Al-Hadhrami, Safinah An-Naja Hal 66)
Redaksi Syaikh Salim : Thumaninah adalah pendiaman setelah pergerakan. Maksudnya adalah pendiaman anggota-anggota setelah menggerakannya dari turun dan bangkit. Jika Syaikh Salim mengatakan "thumaninah adalah pendiaman antara 2 pergerakan", maka adalah lebih jelas. Redaksi Syaikh Salim : dengan sekira tetap setiap anggota pada tempatnya dengan seukuran سبحان الله Maksudnya adalah dengan seukuran melafadzkan terhadap سبحان الله (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kasyifah As-Saja Syarah Safinah An-Naja Hal 66)
نهاية الزين للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٧١ : وهي سكون الأعضاء بعد حركتها من هوي من الركوع والسجود ومن نهوض الى الإعتدال والجلوس بحيث يستقر كل عضو محله بمقدار التلفظ بسبحان الله
Thumaninah adalah pendiaman anggota-anggota setelah menggerakannya dari turun ruku dan dari turun sujud, dan dari bangkit menuju i'tidal dan bangkit menuju duduk dengan sekira tetap setiap anggota pada tempatnya dengan alat ukur melafadzkan سبحان الله (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Nihayah Az-Zain Hal 71)
فتح المعين للشيخ زين الدين المليباري ص ٢٢ : وضابطها أن تستقر أعضاؤه بحيث ينفصل ما انتقل اليه عما انتقل عنه
إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين للسيد أبي بكر الدمياطي ج ١ ص ١٦٨ : ﻗﻮﻟﻪ ﻭﺿﺎﺑﻄﻬﺎ ﺃﻱ الطمأنينةﻗﻮﻟﻪ ﺃﻥ ﺗﺴﺘﻘﺮ ﺃﻋﻀﺎﺅﻩ ﺃﻱ ﺗﺴﻜﻦ ﻣﻦ ﺣﺮﻛﺔ اﻟﻬﻮﻱ، ﻭﻫﺬا ﺑﻤﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻬﻢ ﻫﻲ ﺳﻜﻮﻥ ﺑﻴﻦ ﺣﺮﻛﺘﻴﻦ، ﺃﻱ ﺣﺮﻛﺔ اﻟﻬﻮﻱ ﻟﻠﺮﻛﻮﻉ ﻣﺜﻼ ﻭﺣﺮﻛﺔ اﻟﺮﻓﻊ منه. ﻗﻮﻟﻪ ﺑﺤﻴﺚ ﻳﻨﻔﺼﻞ ﺇلخ ﺗﺼﻮﻳﺮ ﻟﻻﺳﺘﻘﺮاﺭ، ﺃﻱ ﺗﺴﺘﻘر اﺳﺘﻘﺮاﺭا ﻣﺼﻮﺭا ﺑﺤﺎﻟﺔ ﻫﻲ ﺃﻥ ﻳﻨﻔﺼﻞ اﻟﺮﻛﻦ اﻟﺬﻱ اﻧﺘﻘﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﻋﻦ اﻟﺮﻛﻦ اﻟﺬﻱ اﻧﺘﻘﻞ ﻋﻨﻪ
Dhabithnya adalah bahwa استقرار anggota-anggotanya dengan sekira menjadi infishal ما انتقل اليه dari ما انتقل عنه (Syaikh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin Hal 22)
Redaksi Syaikh Zainuddin : ضابطها Maksudnya Dhabith thumaninah. Redaksi Syaikh Zainuddin : أن تستقر أعضاؤه Maksudnya adalah تسكن dari حركة turun, dan ini adalah makna dari perkataan para ulama yaitu "سكون antara 2 حركة" maksudnya adalah dari حركة turun untuk ruku umpamanya dan حركة bangkit darinya. Redaksi Syaikh Zainuddin : ينفصل ما انتقل اليه عما انتقل عنه adalah gambaran استقرار Maksudnya adalah berاستقرار dengan استقرار yang digambarkan dengan perilaku انفصالnya rukun yang انتقال kepadanya dari rukun yang انتقال darinya (Syaikh Sayid Abu Bakar Ad-Dimyati, I'anah Ath-Thalibin Jilid 1 Hal 168)

Jadi sekarang dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud thumaninah adalah mendiamkan semua anggota tubuh pada posisi rukun yang wajib thumaninah dalam shalat dengan pendiaman yang dengannya menjadi terpisahkan gerakan perpindahan setelahnya dari gerakan perpindahan sebelumnya. Durasi pendiaman yang dibutuhkan sebagai pemisah antara kedua gerakan tersebut minimalnya adalah sedurasi melafadzkan bacaan سبحان الله

Anggota tubuh pada rukun yang wajib thumaninah harus benar-benar didiamkan pada minimal sedurasi bacaan سبحان الله, diam semuanya dalam 1 durasi waktu tersebut. Tidak sah thumaninah jika terjadi penambahan bungkuk badan, pada ruku dan sujud misalnya. Jadi seluruh anggota tubuh pada minimal sedurasi melafadzkan bacaan سبحان الله, tidak boleh ada yang bergerak.


Rukun Yang Wajib Thumaninah
Berikut ini penjelasan ulama fiqih madzhab Syafi'i tentang rukun apa saja yang wajib thumaninah :
سفينة النجا للشيخ سالم بن سمير الحضرمي ص ٦٦ : الأركان التي تلزم فيها الطمأنينة أربعة الركوع والإعتدال والسجود والجلوس بين السجدتين
Rukun-rukun shalat yang wajib padanya thumaninah ada 4 :
  1. Ruku
  2. I'tidal
  3. Sujud
  4. Duduk antara 2 sujud
Merujuk pada kitab apapun dari antara kitab-kitab fiqih madzhab Syafi'i, tidak ada perbedaan. Semua sepakat bahwa rukun shalat yang padanya wajib thumaninah adalah pada 4 rukun tersebut. 

Thumaninah termasuk rukun shalat sepertihalnya rukun perbuatan yang disertainya, maka thumaninah inipun statusnya sama merupakan bagian dari hakikat shalat. Sehingga thumaninah ini juga wajib ditunaikan ketika shalat pada titik tertentu yang ada antara takbirotul ihrom -> salam pertama. Hanya saja, titik yang disyari'atkan untuk pelaksanaannya adalah menyertai pelaksanaan rukun perbuatan lain yaitu 4 rukun yang telah disebutkan di atas. Sehingga rukun thumaninahpun menjadi ada 4, yaitu :
  1. Thumaninah pada ketika ruku
  2. Thumaninah pada ketika i'tidal
  3. Thumaninah pada ketika sujud 2
  4. Thumaninah pada ketika duduk antara sujud 2
Tata Cara Thumaninah
Oleh karena titik yang disyari'atkan untuk pelaksanaan thumaninah adalah menyertai pelaksanaan rukun perbuatan lain yang telah disebutkan, maka : 
  • Tata cara pelaksanaan keduanya menjadi tidak bisa dipisahkan, karena praktek pelaksanaannya wajib ditunaikan pada rentang waktu yang sama walaupun secara step by step ada fase dimana rukun perbuatan disiapkan terlebih dahulu kemudian thumaninah didatangkan pada rukun perbuatan yang kondisinya sudah siap kemudian mereka berdua jalan bersama selama beberapa detik sedurasi membaca سبحان الله  kemudian thumaninah menjadi tertunaikan lebih awal dan tertunaikannya thumaninah tersebut berlaku sebagai batas minimal bagi rukun perbuatan yang disertainya kemudian rukun perbuatan setelah itu baru boleh berintiqol ke rukun perbuatan selanjutnya.
  • Jika orang yang shalat lupa tidak menunaikan rukun perbuatan yang wajib thumaninah, maka dia wajib meng-idrok ulang keduanya beserta rukun thumaninah padanya.
  • Begitu juga jika orang yang shalat lupa pada ketika penunaian rukun perbuatan yang wajib thumaninah tidak menunaikan rukun thumaninah padanya, maka wajib meng-idrok ulang keduanya. 
  • "Uniknya" pada kasus makmum tertinggal dari imam atau kasus makmum mendahului imam, rukun perbuatan yang wajib thumaninah dan rukun thumaninah tidak dihitung 2, melainka 2 in 1. Dimana fuqoha pada kasus tersebut men1paketkannya dengan rukun perbuatan yang disertainya.
Berikut ini tata cara thumaninah pada masing-masing rukun yang wajib thumaninah : 
Thumaninah Ruku
الرياض البديعة للشيخ محمد حسب الله وشرحه للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٣٤ : حتى تستقر الأعضاء قبل رفع رأسه من الركوع للإعتدال
Sehingga استقرار anggota-anggota sebelum mengangkat kepalanya dari ruku untuk i'tidal (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Syarah Riyadh Al-Badi'ah Hal 34)
حاشية الباجوري على شرح فتح القريب المجيب للإمام ابن قاسم الغزي ج ١ ص١٥٢ : قوله الطمأنينة : ولا تقوم زيادة الهوي مقام الطمأنينة وأقلها ان تستقر أعضاؤه راكعا بحيث ينفصل رفعه عن هويه
Dan tidak boleh تقوم gerakan menambah turun pada مقام thumaninah. Minimalnya thumaninah pada ruku adalah استقرار anggota-anggotanya dalam keadaan ruku dengan sekira menjadi terpisahkan pengangkatannya dari penurunannya (Syaikhul Islam Ibrohim Al-Bajuri, Hasyiyah Al-Bajuri Jilid 1 Hal 152)
كفاية الأخيار للإمام تقي الدين الحصني ج ١ ص ١٠٨ : ثم أقل الطمأنينة أن يصير حتى تستقر أعضاؤه في هيئة الركوع وينفصل هويه عن رفعه فلو وصل الى حد الركوع وزاد في الهوي ثم ارتفع والحركات متصلة لم تحصل الطمأنينة
Minimal thumaninah adalah jadi sehingga استقرار anggota anggotanya pada haliyah ruku dan menjadi terpisah penurunannya dari pengangkatannya. Oleh karena itu, jika sudah sampai pada batasan ruku dan dia menambah pada penurunannya kemudian dia mengangkat, sedangkan status gerakan adalah tersambung, maka Thumaninah tidak sukses (Imam Taqiyuddin Al-Hisni, Kifayah Al-Akhyar Jilid 1 Hal 108)
Next 👉 Tata Cara Ruku + Thumaninah

Thumaninah I'tidal
الرياض البديعة للشيخ محمد حسب الله وشرحه للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٣٤ : حتى تستقر الأعضاء قبل هويه الى السجود. والواجب فيه أن يعود بعد الركوع لما كان عليه قبله من قيام أو قعود ولو ركع عن قيام فسقط عن ركوعه قبل الطمأنينة فيه عاد وجوبا الى الحالة التي سقط عنها واطمأن ثم اعتدل فإن زاد عليها عامدا عالما بطلت صلاته فإن سقط عن الركوع بعد الطمأنينة نهض معتدلا ثم سجد
Sehingga استقرار anggota-anggota sebelum turunnya dia menuju sujud. Yang wajib pada i'tidal adalah kembali setelah ruku ke posisi semula sebelum ruku, yaitu berdiri atau duduk. Jika dia ruku dari berdiri kemudian jatuh dari rukunya sebelum thumaninah pada ruku maka dia wajib kembali ke posisi yang dia jatuh dari posisi itu dan wajib thumaninah, kemudian i'tidal. Jika dia menambah terhadap itu secara sengaja dan mengetahui ilmunya maka batal shalatnya. Jika jatuh dari ruku setelah thumaninah maka dia wajib bangkit beri'tidal kemudian dia sujud (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Syarah Riyadh Al-Badhi'ah Hal 34)
سفينة النجا للشيخ سالم الحضرمي وشرحه للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٥٢ : الطمأنينة فيه أى في الإعتدال ولو سجد ثم شك هل تم اعتداله أو لا اعتدل ثم اطمأن وجوبا ثم سجد
Thumaninah padanya, maksudnya pada i'tidal. Jika dia bersujud kemudian ragu-ragu "apakah tadi sudah sempurna i'tidalnya atau tidak?", Maka dia wajib i'tidal kemudian wajib berthumaninah kemudian bersujud. (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Syarah Safinah An-Naja Hal 52)
Next 👉 Tata Cara I'tidal + Thumaninah

Thumaninah Sujud Dua
الرياض البديعة للشيخ محمد حسب الله وشرحه للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٣٥ : السجود مرتين في كل ركعة مقرونا بالطمأنينة وهي أن تسكن أعضاؤه قبل رفع رأسه من السجود للجلوس
Sujud 2 kali pada setiap rokaat dibersamakan dengan thumaninah yaitu pendiaman anggota-anggotanya sebelum mengangkat kepalanya dari sujud untuk duduk (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Syarah Riyadh Al-Badhi'ah Hal 35)
سفينة النجا للشيخ سالم الحضرمي وشرحه للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٥٣ : الطمأنينة فيه أى السجود وهذه إحدى شروط السجود السبعة
Thumaninah padanya. Maksudnya pada sujud, dan thumaninah pada sujud ini merupakan salah satu dari antara syarat-syarat sah sujud yang 7 (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Syarah Safinah An-Naja Hal 53)
سفينة النجا للشيخ سالم الحضرمي وشرحه للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٦٠ : الطمأنينة فيه أى في السجود ويشترط أيضا أن يضع الأعضاء السبعة في وقت واحد فلو وضع بعضها ثم رفعه ووضع الآخر لم يكف
Thumaninah padanya, maksudnya pada sujud. Dan disyaratkan juga dia meletakan anggota-anggota yang 7 pada satu waktu. Oleh karena itu jika dia meletakan sebagiannya kemudian mengangkatnya dan meletakan anggota lain, maka tidak cukup.(Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Syarah Safinah An-Naja Hal 60)
Next 👉 Tata Cara Sujud 2 + Thumaninah

Thumaninah Duduk Antara Sujud Dua
الرياض البديعة للشيخ محمد حسب الله وشرحه للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٣٥ : الجلوس بين السجدتين ولو في النفل خلافا لإبن المقري مقرونا بالطمأنينة بأن تسكن أعضاؤه بحيث ينفصل رفعه عن هويه
Duduk antara sujud dua sekalipun pada shalat sunat, menyelisihi terhadap pendapat Imam Ibnu Al-Muqri. Dibersamakan dengan thumaninah, dengan pendiaman anggota-anggotanya dengan sekira menjadi terpisah pengangkatannya dari penurunannya (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Syarah Riyadh Al-Badhi'ah Hal 35)
Next 👉 Tata Cara Duduk Antara Sujud 2 + Thumaninah


Daftar Pustaka
Al-Jawi, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah As-Saja, Ats-Tsimar Al-Yani'ah, Nihayah Az-Zain. Al-Haromain.
Al-Malibari, Syaikh Zainuddin. Fath Al-Mu'in. Pustaka Al-Alawiyah.
Ad-Dimyati, Syaikh Abu Bakar. I'anah Ath-Thalibin. Syirkar Nur Asia.
Al-Hishni, Imam Taqiyuddin. Kifayah Al-Akhyar. Syirkah Nur Asia.
Al-Baijuri, Syaikh Islam Ibrohim. Hasyiyah Al-Bajuri. Toha Putra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah ikut berpartisifasi
Komentar anda akan segera kami balas