BAITUSSALAM: Simple
Tampilkan postingan dengan label Simple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Simple. Tampilkan semua postingan

Rumus Simple Past Future Tense : S + Would + (Be/Verb1)

Rumus Simple Past Future Tense : S + Would + (Be/Verb 1). Simple Past Future Tense merupakan rumus ke-13 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris terbaru dan merupakan rumus ke-1 dari 4 rumus Past Future Tense.

  1. Simple Past Future Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Continuous Tense

Trending topic Simple Past Future Tense ada di waktu “past”. Imajinasinya di waktu past melesat ke waktu future, tapi future yang dimaksud adalah future dari perspektif dia saat itu. Sedangkan orang yang berbicaranya tetap berada pada waktu “present”.

Jadi Simple Past Future Tense ini adalah Simple Future Tense Versi Past (Lawas). Oleh karena itu untuk memahami tenses jenis ini, kita perlu memahami Simple Future Tense terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah perbedaan antara Simple Future Tense vs Simple Past Future Tense :

  • Waktu. Simple Future Tense diimajinasikan di waktu present untuk dilakukan aksinya atau terjadi peristiwanya di waktu future, tapi pernyataannya dinyatakan di waktu present. Sedangkan Simple Past Future Tense diimajinasikan di waktu past untuk dilakukan aksinya atau terjadi peristiwanya di waktu future versi lawas, tapi dinyatakan pernyataannya di waktu present.
  • Topik. Topik pembahasan Simple Future Tense masih bersifat imajinatif karena orang yang membahasnya belum sampai ke waktu pelaksanaan. Sedangkan topik pembahasan Simple Past Future Tense sudah tidak lagi bersifat imajinatif karena sudah bisa dinyatakan hasil aksi atau kondisi peristiwanya.
  • Rumus. Rumus Simple Future Tense menggunakan modal auxiliary verb "Will/Shall", sedangkan Simple Past Future Tense menggunakan "Would/Should"

Rumus Simple Past Future Tense : S + Would + (Be/Verb1)

  • Nominal : S + Would/Should + Be
  • Verbal : S + Would/Should + Verb1
Masih ingat rumus simple future tense? keduanya kalimat verbal. Kali ini pada simple past future tense, salah satu diantaranya adalah kalimat nominal.

1).Nominal : S + Would/Should + Be

Ketiadaan "Verb" dan kehadiran "Be" pada formasi rumus ini adalah sebagai pertanda bahwa ini adalah kalimat nominal. 

Kali ini "Be" hadir lagi dengan wujud aslinya bukan jelmaannya (am, is, are, was, were, dan been). Wujud aslinya ini sebenarnya adalah Verb1 Infinitive To. Lihat : Fungsi 6 Jenis To Be (am, is, are, was, were dan been)

Tentunya kehadiran dengan wujud aslinya ini membawa misi khusus dong, idealnya begitu. 
Sebagaimana jika ketua turun tangan sendiri itu karena anak buah powernya tidak sampai pada level mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Hhe.
Apa fungsinya? hal ini karena am is are was were been tidak memiliki makna yang dibutuhkan rumus ini. "Be" dengan wujud aslinya yang verb1 (bentuk present) ini memiliki arti "menjadi", dan ini dibutuhkan sebagai penegasan perubahan hasil di waktu present dari aksi yang direncanakan atau diharapkan terjadi di waktu past. Tidak mungkin menggunakan been karena been itu verb3 (bentuk perfect). Maka pada rumus ini yang diformulasikan harus "Be" bukan been dan bukan to be present (am is are)

2).Verbal : S + Would/Should + Verb1

Ketiadaan "Be/To Be" dan kehadiran "Verb" pada rumus ini adalah juga menjadi pertanda bahwa ini murni kalimat verbal, bukan oplosan.

Verb yang dipergunakan adalah verb1 (bentuk present) sebagaimana rumus future pada umumnya.

"Would" dan "Should" adalah bentuk past dari "Will" dan "Shall" yang keduanya biasa dipergunakan dan diformulasikan pada formasi semua rumus Future Tense (Simple Future Tense, Future Continuous Tense, Future Perfect Tense dan Future Perfect Continuous Tense). Itu karena memang semua rumus Past Future Tense adalah merupakan versi lawas dari Future Tense.

Keberadaan "Would" dan "Should" pada rumus ini mengindikasikan bahwa harapan tersebut diharapkan di masa lalu. Berbeda dengan ketika yang digunakan adalah "Will" dan "Shall" yang mengindikasikan bahwa harapan diharapkan di waktu present.

Pilih "Would" atau "Should"? Lebih baik menggunakan rumus S + Would + Be/Verb1 atau rumus S + Should + Be/Verb1? 

Baik "Would" maupun "Should" artinya sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "Would" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "Should" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Would" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Should" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu Rumus Simple Past Future Tense dengan formasi : S + Would + Be/Verb1 lebih fleksibel secara konteks dan fungsi. Sehingga rumus ini lebih user friendly bagi semua pengguna di seluruh dunia daripada rumus S + Should + Be/Verb1.

Contoh Kalimat Nominal : 
(+) Subject + Should/Would + Be

  • We should be here yesterday sir.
  • They would be here yesterday

(-) Subject + Should/Would + Not + Be

  • We should not be here yesterday sir
  • They would not be here yesterday

(?) Should/Would + Subject + Be

  • should We be here yesterday sir
  • would They be here yesterday

Contoh Kalimat Verbal :
(+) Subject + Should/Would + Verb1

  • We should study in your class last yesterday but you were sick sir
  • They would study in your house last night but you were sick
  • Jaka would write a book in my house last night but he was sick
(-) Subject + Should/Would + Not + Verb1
  • We should not study in your class yesterday but you were sick sir
  • They would not study in your house last night but you were sick
  • Jaka would not write a book in my house last night but he was sick
(?) Should/Would + Subject + Verb1
  • should You teach in my class yesterday but you were sick sir?
  • would They study in your house last night but you were sick?
  • would Jaka write a book in my house last night but he was sick?

Penggunaan

Untuk sekedar menyatakan bahwa suatu aksi atau peristiwa pernah direncanakan akan terjadi, tapi kenyataannya tidak terjadi, dikarenakan ada sesuatu aksi atau peristiwa mendadak yang kontradiktif (biasanya diikuti dependent clouse yang terdapat kata "but")
  • I am sorry sir, I should be best yesterday, but I was not be best (Saya minta maap pak, saya berencana akan bagus kemarin, tapi kenyataannya saya tidak bagus) 
  • They would sleep in your home last night, but you were sick (mereka akan menginap di rumah kamu malam tadi, tapi kamu sakit)
  • Jaka would write a book in my house last night, but he was sick (jaka akan menulis sebuah buku di rumahku malam tadi, tapi dia sakit)
Untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang akan terjadi apabila syaratnya terpenuhi, tapi kenyataannya syarat tersebut tidak terpenuhi, akibatnya aksi atau peristiwa bersyarat tersebut tidak terjadi. (Biasanya diawali atau diikuti dependent clouse  yang terdapat kata “if”)
  • We should give you sureprize if you came yesterday (kami akan memberi anda hadiah kejutan jika anda datang kemarin)
  • Nobita would give you handphone if you came yesterday (Nobita akan memberi anda handphone jika anda datang kemarin)
  • Suneo would give you money if you came yesterday (Suneo akan memberi anda uang jika anda datang kemarin)
Untuk menyatakan tawaran pertolongan atau mempersilahkan kepada orang lain. Contoh : 
  • Would You like a glass of juice? (maukah anda meminum segelas jus?)
Untuk menyatakan suatu keharusan yang dipakai sebagai arti mesti atau semestinya. Contoh :
  • I should know that signal (saya mesti mengenal sinyal itu)

Rumus Simple Future Tense : S + ((Will/Shall) / (Am/Is/Are + Going To)) + Verb1

Rumus Simple Future Tense : S + ((will/shall) / (am/is/are + going to)) + verb 1. Simple Future Tense merupakan rumus ke-9 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke-1 dari 4 rumus Future Tense. 
  1. Simple Future Tense
  2. Future Continuous Tense
  3. Future Perfect Tense
  4. Future Perfect Continuous Tense
Simple Future Tense adalah suatu rumus kalimat sederhana yang biasa dipergunakan untuk menyatakan :
  • Suatu aksi atau peristiwa di waktu yang akan datang (future).
  • Suatu aksi atau peristiwa yang dilakukan secara spontan pada saat berbicara.
  • Suatu aksi atau peristiwa yang diprediksi akan terjadi pada waktu akan datang. Biasanya menggunakan “I think, I guess, I’m sure, God willing dan Insya Allah.
  • Suatu harapan. Biasanya didahului dengan “hope”.
  • Suatu aksi atau peristiwa yang telah direncanakan.
Trending topic simple future tense ada pada waktu “future”, tapi orang yang berbicaranya ada pada waktu “present”.

Jika sebelumnya pada Present Tense dan Past Tense kita berbicara tentang fakta atau sesuatu yang benar sudah terjadi, baru terjadi, sedang terjadi dan bisa terjadi, maka pada Future Tense kita mulai berimajinasi kepada sesuatu yang tidak mustahil bisa terjadi di masa depan. Berarti semua yang dibicarakan adalah sesuatu yang belum terjadi, tapi sudah menjadi topik pembicaraan saat ini.

Kata keterangan waktu yang biasa memperjelas penggunaan tenses jenis ini antara lain : 
  • This afternoon (nanti sore)
  • Tonight (malam nanti)
  • Tomorrow (besok)
  • Before (sebelum)
  • After (sesudah)
  • Till (hingga)
  • Until (hingga)
  • As soon as (segera sesudah)
  • When (ketika)
  • Soon (segera)
  • Next week (minggu depan)
  • Dan lain sebagainya

Rumus Simple Future Tense : S + ((will/Shall) / (am/is/are + going to)) + verb1

  • Verbal 1 : S + Will/Shall + Verb1
  • Verbal 2 : S + am/is/are + Going to + Verb1
Biasanya verbal dan nominal, kali ini keduanya adalah kalimat verbal. Ini opsional, dimana kita bisa memilih salah satunya.

Tentunya sebelum menentukan pilihan, kita harus memahami terlebih dahulu fungsi dari kedua rumus verbal simple future tense ini. 

Hal paling penting yang harus dipahami dari kedua rumus ini adalah perbedaan karakteristik penggunaan Will vs Going to
"Will/Shall+Verb1" lebih fleksibel daripada "Be + Going To +Verb 1".
Perhatikan juga formasinya, bahwa baik rumus kesatu maupun rumus kedua tidak ada bau-bau pastnya. Ini berarti tidak ada hubungannya dengan waktu past.

1).Verbal 1 : S + Will/Should + Verb1
  • (+) Subject + Will/Shall + Verb1
  • (-) Subject + Will/Shall + Not + Verb1
  • (?) Will/Shall + Subject + Verb1
Rumus dengan "will/shall+verb1" ini bisa dipergunakan untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang sudah direncanakan sebelumnya maupun yang tidak pernah direncanakan sebelumnya alias dadakan. 

"Will/Shall+Verb1" lebih fleksibel daripada "Be + Going To + Verb1".

Verb yang di-will-kan (di-akan-kan) juga fleksibel, yang penting tidak termasuk modal verb. main verb dalam rumus ini menggunakan verb1 (verb masih tulen bentuk present)

"Will/Shall" adalah modal auxiliary verb yang tidak memiliki makna jika berdiri sendiri, tidak bisa menjadi main verb seperti "going to". Keberadaannya akan bermakna jika berperan dalam kalimat sebagai auxiliary verb (kata kerja bantu) yang fungsinya membantu menegaskan makna dan waktu main verb (kata kerja utama)

Pilih "Will" atau "Shall"? Baik will atau shall artinya sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Situasinya. dimana "shall" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Shall" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. Sedangkan "Will" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It.
Oleh karena itu rumus simple future tense dengan formasi : S + Will + Verb1 lebih fleksibel dan lebih sering dipergunakan daripada S + Shall + Verb1

Contoh Kalimat Verbal ke-1:
(+) Subject + Will/Shall + Verb1
  • Excuse me sir, I shall report my task tomorrow, becouse i am sick now.
  • I Will say "good luck!" to my friend tomorrow
(-) Subject + Will/Shall + Not + Verb1
  • Excuse me sir, I shall not repot my task today, becouse i am sick now.
  • I Will not say "good bye!" to my friend tomorrow. 
(?) Will/Shall + Subject + Verb1
  • sir, shall you excuse me to report my task tomorrow?
  • Will I say "good bye!" to my friend tomorrow?

2).Verbal 2 : S + Be + Going To + Verb1
  • (+) Subject + am/is/are + Going To + Verb1
  • (-) Subject + am/is/are + Not + Going To + Verb1
  • (?) am/is/are + Subject + Going To + Verb1
Rumus dengan "Be + Going To + Verb1" ini biasanya dipergunakan untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang sudah direncanakan sebelumnya, dan optimis diyakini akan terjadi sesuai dengan yang sudah diagendakan. Seperti : rencana akad nikah (sesuai surat undangan) rencana rapat pleno (sesuai surat undangan), rencana masuk sekolah (sesuai kalender pendidikan),  rencana cuti kuliah (sesuai surat pengajuan cuti) dan lain sebagainya.

"Be + Going To + Verb1" lebih spesifik daripada "Will/Shall + Verb1".

"Be/To Be" yang digunakan adalah to be present, yaitu : am (untuk subject I), is (untuk subject He, She dan it) are (untuk subject You, We dan They)

"Going to" dan "Will/Shall" sebenarnya sama-sama memiliki makna "akan" dan sama-sama menjadi auxiliary verb pada rumus simple future tense. Perbedaannya adalah
  • Going to secara asal bukan modal auxiliary verb, melainkan verb-ing (present participle) dari "Go" yang dimodifikasi "to". Jadi "Going to" ini juga bisa jadi main verb di lain kesempatan. Contoh ketika "Going to" menjadi main verb : i am going to Baitussalam mosque (aku sedang pergi ke mesjid Baitussalam) Untuk mengenali apakah ini "Going to" auxiliary verb atau main verb versi verb-ing, bisa dilihat kelas kata yang ada setelahnya : i am going to mosque (S + To Be + Verb1-ing + Preposition of Direction + Object of Preposition) = Present Continuous Tense.
  • Makna akan "Going to" cenderung lebih kearah "tinggal mengeksekusi suatu aksi yang sudah direncanakan dengan matang". Tapi bukan berarti "will/shall" tidak bisa dipergunakan untuk itu. "Will" juga bisa, tapi "going to" lebih berasa 😊
Contoh Kalimat :
(+) Subject + am/is/are + Going To + Verb1
  • He is going to marry on 01 January 2030
(-) Subject + am/is/are + Not + Going To + Verb1
  • He is not going to marry on 01 January 2030
(?) am/is/are + Subject + Going To + Verb1
  • is He going to marry on 01 January 2030?
Itu adalah contoh "to be going to” digunakan untuk kondisi pada waktu akan datang yang terencana.
Jadi kita bisa memilih salah satu dari kedua rumus ini berdasarkan konteks dan karakteristik aksi atau peristiwanya.

Rumus Simple Past Tense : S + ((Was/Were) / Verb2)

Rumus Simple Past Tense : S + ((was/were) / verb2). Rumus Simple Past Tense merupakan rumus ke-5 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan jenis ke 1 dari 4 jenis Past Tense.
  1. Simple Past Tense
  2. Past Continuous Tense
  3. Past Perfect Tense
  4. Past Perfect Continuous Tense
Sebagaimana namanya, Simple Past Tense adalah suatu rumus kalimat sederhana yang biasa dipergunakan untuk menyatakan suatu aksi, perbuatan atau peristiwa normal di waktu lampau (past). 

Topik pembicaraan simple past tense ada pada waktu “past”, tapi orang yang membicarakannya ada pada waktu “present”.

Secara umum pembicaraan Past Tense (Simple, Continuous, Perfect, Perfect Continuous) murni tidak keluar dari tensesnya, bahwa semua topik pembicaraan berada dan terjadi di masa lalu.

Bagaimana jika keluar dari masa lalu dan secara durasi pelaksanaannya selesai pada masa sekarang? maka rumus yang cocok dipergunakan untuk hal yang seperti ini adalah rumus present perfect tense.

Adapun kata-kata penjelas waktu yang biasa dipergunakan pada tenses jenis ini antara lain : Yesterday (hari kemarin), ....... ago (......... yang lalu), Last ... (........ yang lalu) dan lain sebagainya guna memperjelas ke-masalampau-an waktu terjadinya aksi atau peristiwa pada kalimat.

Rumus Simple Past Tense S + ((was/were) / verb2)

  • Kalimat Nominal : S + was/were
  • Kalimat Verbal : S + verb2

1).Nominal : Subject + Was/Were

  • (+) Subject + was/were + …
  • (-) Subject + was/were + not + …
  • (?) was/were + Subject + …
"Was" dan "were" adalah bentuk past dari "be/to be". Was adalah to be untuk subject yang pada kalimat present menjadi Subjectnya "am" dan "is", yaitu : I, He, She dan it. Sedangkan Were menjadi to be pengganti "are", yaitu pada kalimat yang subjectnya : They, You dan We.
    Contoh Kalimat Nominal :
    (+) Subject + was/were + …
    • She was in Sabang last night
    • They were in Merauke last week
    • Kabayan was in cikaso yesterday
    • Superman was here a few second ago
    • I was sick two days ago, We were fine yesterday
    • You were on baitussalam.web.id two days ago.
    (-) Subject + was/were + not + …
    • She was not in Sabang last night
    • They were not in Merauke last week
    • Kabayan was not in cikaso yesterday
    • Superman was not here a few second ago
    • I was not sick two days ago
    • We were not fine yesterday,
    • You were not on baitussalam.web.id two days ago.
    (?) was/were + Subject + …
    • was She in Sabang last night?
    • were They in Merauke last week?
    • was Kabayan in cikaso yesterday?
    • was Superman here a few second ago?
    • was I sick two days ago?
    • were We fine yesterday?
    • were You on baitussalam.web.id two days ago?

      2).Verbal : Subject + Verb2

      • (+) Subject + verb2 + …..
      • (-) Subject + did + not + verb1 + …..
      • (?) did + Subject + verb1 + …..
      Rumus ini menggunakan verb2 (past participle) sebagai kata kerja.

      Pada kalimat negative dan interrogative kata kerja menggunakan verb1 bukan verb 2, karena keberadaan “Did” sudah menunjukkan waktu past.

      Secara asal, "did" adalah verb2 dari "do". Sebagaimana "do" dan "does" menjadi primary auxiliary verb pada kalimat verbal negative dan interrogative simple present tense, kali ini "did" mengemban amanah itu untuk berfungsi pada simple past tense. 

      Contoh Kalimat Verbal :
      (+) Subject + Verb2 + …..
      • I made this baitussalam.web.id in January last year.
      (-) Subject + Did + Not + Verb1 + …..
      • I did not make this baitussalam.web.id in August last mounth.
      (?) Did + Subject + Verb1 + …..
      • did I make this baitussalam.web.id in September last mounth?
      Siapapun subjectnya susunan kalimatnya sama seperti itu.

      Rumus Simple Present Tense : S + ((am/is/are) / verb1))

      16 Rumus Tenses - Simple Present Tense : S + ((am/is/are) / verb 1)) Rumus Simple Present Tense merupakan rumus ke-1 dari 16 rumus tenses tata bahasa inggris modern dan merupakan rumus ke-1 dari 4 rumus Present Tense.
      1. Simple Present Tense
      2. Present Continuous Tense
      3. Present Perfect Tense
      4. Present Perfect Continuous Tense
      Secara umum, sebagaimana namanya Rumus Simple Present Tense adalah suatu rumus sederhana yang diperuntukkan untuk menyatakan suatu aksi atau peristiwa yang terjadi waktu sekarang.

      Trending topic Simple Present Tense ada pada waktu “present”, Orang yang membicarakannya juga ada pada waktu “present”.

      Rumus Simple Present Tense
      S + ((am/is/are) / verb1)) 

      • Nominal : S + am/is/are
      • Verbal : S + verb 1 

      1).Nominal : S + am/is/are

      • (+) subject + am/is/are + ……
      • (-) subject + am/is/are + not + ……
      • (?) am/is/are + subject + …...
      Karena tenses berkaitan dengan waktu, maka kalimat nominal dengan rumus seperti ini idealnya diikuti oleh adverb of time agar lebih memperjelas ke-tenses-annya. Dan itulah bedanya kalimat nominal tenses dengan kalimat nominal bukan tenses.

      To be am, is dan are ketika dipergunakan dalam kalimat nominal tenses, berfungsi sebagai primary auxiliary verb bukan sebagai linking verb.

      To be yang digunakan adalah : am (untuk I), is (untuk He She It) are (untuk You They We) 

      Contoh Kalimat Nominal :
      (+) subject + am/are/is + ……
      • I am here everytime
      • You are here everyday
      • He is here everyweek
      • She is here everynight
      • Marquez is on the track every sunday
      • The sun is on the east every morning.
      (-) subject + am/are/is + not + ……
      • I am not here every time
      • You are not here every day
      • He is not here every week
      • She is not here every night
      • Marquez is not on the track every sunday
      • The sun is not on the east every time.
      (?) am/are/is + subject + …...
      • am I here every time?
      • are You here every day?
      • is He here every week?
      • is She here every night?
      • is Marquez on the track every sunday?
      • is the sun on the east every time?

      2).Verbal : S + verb1

      • (+) subject + verb1 + …...
      • (-) subject + do/does + not + verb1 + ……
      • (?) do/does + subject + verb1 + ……
      Verb1 dengan subject He/She/It umumnya harus ditambah "s" atau "es", kecuali verb1 pada kalimat verbal interrogative, karena "Does" sudah menghandle itu.

      Do saat ini sedang menjadi primary auxiliary verb bukan main verb, sehingga tidak boleh diterjemahkan sebagai "melakukan".

      Fungsi Do dalam rumus ini adalah membantu verb1 menerangkan tensesnya tanpa mempengaruhi perubahan makna main verbnya (dalam hal ini verb1)

      Does adalah additional verb dari "Do". Perbedaannya adalah : Do untuk subject I, You, They dan We. Sedangkan Does (Do+es) untuk subject He, She dan It. 
      Contoh Kalimat Verbal :
      (+) subject + verb 1 + …...
      • I go to office every day
      • Sarimin goes to the market every morning
      (-) subject + do/does not + verb 1 + ……
      • I do not go to office every day
      • Sarimin does not goes to the market every morning
      (?) do/does + subject + verb 1 + ……
      • do You go to office every day?
      • does Sarimin go to the market every morning?
      Rumus ini biasanya dipergunakan untuk menyatakan :
      Suatu pekerjaan atau peristiwa yang terjadi waktu sekarang (present).
      • "where are you? i am at my home!". Jawaban seperti ini tentu maksudnya "aku di rumahku saat ini".
      • "i see you are very hapy now".
      Suatu pekerjaan yang "always" atau peristiwa yang bersifat habitually (kebiasaan). Misalnya : agenda rutin harian.
      • "i am here every day, i go to school every morning, i do not go to shool every sunday, does she back to her home every day?"
      Suatu peristiwa yang bersifat generally (umum, prah, lumrah atau merupakan sebuah fakta yang tidak bisa dibantah). Misalnya : peristiwa alam yang sudah menjadi sunatullah seperti matahari yang terbit dari timur dan malam yang senantiasa gelap
      • "The sun rise on the east". Sekalipun tidak dilanjutkan dengan "every morning" atau "now", semua orang sudah maklum bahwa memang fakta yang sudah berlaku setiap hari matahari terbitnya di timur.