BAITUSSALAM: Parts of Speech
Tampilkan postingan dengan label Parts of Speech. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parts of Speech. Tampilkan semua postingan

3 Interjection (Kata Perintah) : Beginning, Middle, End.

Parts of Speech - 3 Interjection (Kata Perintah) : Beginning, Middle, End.

Interjection merupakan salah satu dari 8 Parts of Speech. Interjection adalah kelas kata dalam kalimat bahasa inggris sebagai ekspresi yang menunjukkan perintah, seruan atau ungkapan perasaan. Pada penulisannya, kelas kata ini biasa diakhiri dengan tanda seru (!) yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah "exclamation point". 

Sebagaimana juga part of speech lain, interjection juga terbagi menjadi beberapa jenis. Berdasarkan penempatannya dalam kalimat, interjection ini terbagi menjadi 3 jenis.

01.Beginning Interjection

Beginning Interjection adalah interjection yang dipergunakan di awal kalimat. Contoh kata dan kalimatnya :
  • Ouch! Very sick, my head was crushed by coconut fruit (Aduh! Sakit sekali, kepalaku tertimpa buah kelapa)
  • Oops! Sorry, I forgot (Ups! Maaf, saya telah lupa)
  • Aha! I found good idea (Aha! saya menemukan ide bagus)
  • Oh no! I don't believe this problem has become like this (Oh tidak! Saya tidak percaya masalah ini menjadi seperti ini)
  • Wow! the girl who was climbing a coconut tree was beautiful (Wow! gadis yang sedang memanjat pohon kelapa itu cantik sekali)

02.Middle Interjection

Middle Interjection adalah interjection yang dipergunakan di tengah kalimat. Contoh kata dan kalimatnya :
  • I lost again, oh! my fate (aku kalah lagi, oh! nasibku)
  • my hand was scratched by a samurai, uh! my hand (tanganku telah tergores samurai, uh! tanganku)

03.End Interjection

End Interjection adalah interjection yang dipergunakan di akhir kalimat. Contoh kata dan kalimatnya : 
  • The cat carrying my shoes, Oh no! (Kucing tersebut membawa kabur sepatuku, Oh tidak!)
  • I got the prize, Yeah! (Aku telah mendapat hadiah, Yeah!)
Kata-kata yang biasa dipergunakan sebagai interjection tentu sangat banyak. Hal itu karena bahasa inggris ini dipergunakan hampir di semua negara. Beda negara, beda wilayah, beda suku, beda lingkungan beda tempat domisili dan bahkan beda orang sangat mempengaruhi jumlah kata yang biasa dijadikan interjection.

Orang indonesia seperti saya sekalipun jika tinggal di london dimungkinkan akan tetap menggunakan interjection yang biasa dipergunakan dalam percakapan indonesia, seperti : “wkwkwk!, haha!, hehe!, huhhuy!, kuy!, hay! Euh!, hey!, heh! Eitt!, huss!, heus!!, sih!, sieuh!, euleuh! ih!”. karena lidah saya sudah terbiasa menggunakan interjection ala indonesia. Dan penggunaan kata-kata itu tidak akan ada yang melarang. Mulut-mulut saya, Hehe…

3 Preposition (Kata Depan) : Preposition of Time, Preposition of Place, Preposition of Direction.

Parts of Speech - 3 Preposition (Kata Depan) : Preposition of Time, Preposition of Place, Preposition of Direction.

Preposition merupakan salah satu dari 8 parts of speech. Preposition adalah kata yang terletak di depan noun (kata benda) atau kata yang diletakkan di depan pronoun (kata ganti). Oleh karena itu sering disebut kata depan. Adapun kata yang diletakkan setelah preposition, baik noun (kata benda) maupun pronoun (kata ganti) dalam tata bahasa inggris dikenal dengan istilah Object of Preposition (object kata depan). 

Preposition tidak bisa diletakkan sebelum verb (kata kerja), kecuali verb (kata kerja) tersebut telah diubah bentuknya menjadi gerund. Gerund adalah Verb 1 (kata kerja bentuk asal) yang ditambahkan ing (verb + ing) dan beralih fungsi menjadi sebagai kata benda. 

Preposition secara umum berfungsi menunjukkan adanya hubungan antara Object of Preposition dengan kata lain sehingga menghasilkan phrase (frasa) yang menerangkan Object of Preposition tersebut.

01.Preposition of Time

Preposition of Time adalah Preposition yang dipergunakan untuk menunjukan waktu. Jadi Object of Prepositionnya adalah waktu, kata yang mengandung makna waktu. Kata-kata yang biasa dipergunakan adalah :
  • in (pada bulan/pada tahun/pada pekan/bulan/tahun tertentu). Biasanya Object of Preposition adalah bulan atau tahun. Contoh penggunaan : In August, In 1945, in first week of August.
  • at (pada jam/pada waktu tertentu dalam lingkup hari tertentu). Contoh penggunaan : at 10.00 Am., at this morning, at this afternoon, at this night.
  • on (pada hari/pada tanggal/pada hari-hari tertentu). Contoh penggunaan : on Monday, on 17 August, on Indonesia independent day.
Kata-kata lain yang juga sering dijadikan Preposition of Time : after, during, for, from, by, of, off, over, past, since, till, to, until.

02.Preposition of Place

Preposition of Place adalah Preposition yang dipergunakan untuk menunjukan tempat. Jadi Object of Prepositionnya adalah tempat, kata yang mengandung makna tempat. Kata-kata yang biasa dipergunakan adalah :
  • in (di dalam). Biasanya Object of Preposition adalah tempat yang memiliki ruang (indoor). Contoh Penggunaan : in the class, in the room, in the house.
  • at (di/pada). Biasanya Object of Preposition adalah tempat yang ada di/pada tempat-tempat tertentu, seperti : nama jalan, nama kampung, nama kota, dan sebagainya. Contoh Penggunaan : at Jln KH.Muhyiddin, at Sukapala, at Gununggede, at Cibeureum, at Bandung.
  • on (di atas). Biasanya Object of Preposition adalah permukaan suatu tempat. Contoh penggunaan : on the table (di atas meja)
Kata-kata lain yang juga bisa dijadikan Preposition of Place : in, at, on, above, over, along, alongside, amid, among, between, around, about, behind, beside, below, beneath, under, underneath, near, inside, outside. 

03.Preposition of Direction

Preposition of Direction adalah Preposition yang dipergunakan untuk menunjukkan arah. Jadi Object of Prepositionnya adalah arah yang dituju, kata yang mengandung makna on the way "otewe". Kata-kata yang biasa dipergunakan adalah :
  • to (ke/kepada/menuju). Biasanya Object of Preposition boleh ke mana saja. Contoh penggunaan : to school, to the school, to library, to the library, to Bandung, to Australia, dan sebagainya.
  • into (menuju/ke dalam/ke arah). Biasanya Object of Preposition adalah arah yang dituju yang memiliki ruang (indoor) Contoh penggunaan : into the mosquito, into the house, in to the library, dan sebagainya.
  • Toward (menuju). Contoh penggunaan : toward the market, dan sebagainya.

3 Conjunction (Kata Sambung) : Coordinate, Correlative, Subordinate.

Parts of Speech - 3 Conjunction (Kata Sambung) : Coordinate Conjunction, Correlative Conjunction, Subordinate Conjunction.

Pembahasan Conjunction (Kata Sambung) ini merupakan bagian dari pembahasan parts of speech, karena conjuncton merupakan salah satu dari 8 parts of speech.

Conjunction merupakan istilah dalam tata bahasa inggris yang dalam tata bahasa indonesia dikenal dengan istilah kata sambung. 
Conjunction adalah kata atau kelompok kata yang berfungsi untuk menghubungkan word (kata), phrase (frasa), clause (klausa), atau sentence (kalimat) menjadi satu.
Penggunaan Conjunction dalam kalimat akan membuat kalimat menjadi lebih singkat, enak ditulis, enak dibaca dan didengar.

Contoh kalimat tanpa penggunaan kata sambung : “Saya duduk di atas kursi, Saya membaca buku di atas kursi, Saya minum susu di atas kursi”. 

Contoh kalimat dengan penggunaan kata sambung : “Saya duduk di atas kursi sambil membaca buku dan minum susu”.

01.Coordinate Conjunction
Coordinate Conjunction adalah conjunction yang berfungsi menyambungkan (mengkoordinasikan) dua kalimat yang kedudukannya setara (sederajat) dan bersifat parallel (kalimat sesudah Coordinate Conjunction kelanjutan dari topic yang dibicarakan pada kalimat sebelum Coordinate Conjunction).
Istilah yang dipergunakan adalah “coordinate" (koordinasi), sebuah istilah yang dipergunakan untuk menyatakan sesuatu hal yang secara asal tidak ada hubungan karena memang berdiri sendiri, menjadi ada hubungan dengan hal lainnya dikarenakan adanya kesamaan kepentingan atau tujuan tertentu. 
Pada praktek penerapannya, biasanya coordinate conjunction ini dipergunakan untuk menyambungkan dua independent clause.

Kata yang biasa dipergunakan. adalah : for, and, nor, but, or, yet dan so.
  • For (untuk/demi). Biasanya kalimat kedua (independent clause kedua) mengemukakan alasan dari kalimat yang pertama (independent clause pertama). Contoh kalimat : I'm studying, for my sake to be smart (saya sedang belajar, untuk/demi cita-cita saya jadi pintar)
  • And (dan). Biasanya kalimat kedua (independent clause kedua) merupakan cumulative/penambahan dan tidak kontra dengan kalimat pertama (independent clause pertama). Contoh kalimat : I have a book, and he has a pen (Saya punya buku, dan dia punya pulpen)
  • Nor (tidak juga). Biasanya kalimat pertama (independent clause pertama) merupakan kalimat negative dan tidak kontra dengan kalimat kedua (independent clause kedua). Contoh kalimat : I did not go to school, nor did I go to the office (saya tidak pergi ke sekolah, tidak juga pergi ke kantor)
  • But (tetapi). Biasanya kalimat kedua (independent clause kedua) bertentangan dengan kalimat pertama (independent clause pertama) atau merupakan pengecualian dari kalimat pertama (independent clause pertama). Contoh kalimat : My books is exspensife, but my pen is cheap (Buku saya mahal, tetapi pulpen saya murah)
  • Or (atau). Biasanya kalimat kedua (independent clause kedua) bertentangan dengan kalimat pertama (independent clause pertama) dan merupakan suatu pilihan alternative/opsi kedua dari ide kalimat pertama. Contoh kalimat : I can accept the offer, or I can decline the offer (saya bisa menerima tawarannya, atau saya bisa menolak tawarannya)
  • Yet (tetapi walaupun begitu). Biasanya kalimat kedua (independent clause kedua) bertentangan dengan kalimat pertama (independent clause pertama) atau merupakan pengecualian dari kalimat pertama (independent clause pertama). Contoh kalimat : The way of my live was dark, yet slowly i found my dream (Jalan hidupku memang gelap, tetapi walaupun begitu dengan perlahan aku menemukan impianku)
  • So (jadi/sehingga/makanya) Biasanya kalimat kedua (independent clause kedua) merupakan konsekuensi/akibat dari kalimat pertama (independent clause pertama). Contoh kalimat : I don't like his, so I reject his request (saya tidak menyukainya, jadi/sehingga/makanya saya mereject permintaannya)

02.Correlative Conjunction
Correlative Conjunction adalah conjunction yang berpasangan atau berkolaborasi dengan kata lain, akan tetapi penempatannya tidak berdampingan.
Correlative Conjunction berfungsi untuk menunjukkan hubungan keterkaitan antar, baik antar kata, antar frasa maupun antar klausa. Makanya istilah yang dipergunakan adalah “correlative/korelasi”, karena korelasi itu sendiri adalah sebuah istilah yang dipergunakan untuk dua hal yang ada keterkaitan. 

Berikut ini adalah kata-kata yang biasa dipergunakan sebagai Correlative Conjunction dilengkapi dengan contoh penggunaannya.
  • kata both berpasangan dengan kata and : Both …… and .... (keduanya ….. dan ….). Contoh kalimat : I will have both the hosting and the domain (saya akan memiliki keduanya, hosting dan domain)
  • kata not only berpasangan dengan kata but also : not only …. but also .... (tidak hanya …… tetapi juga). Contoh kalimat : I'll buy them both , not only the hosting but also the domain to make a website (Saya akan membeli keduanya, tidak hanya hosting tetapi juga domain untuk membuat sebuah website)
  • kata not berpasangan dengan kata but : not …… but..... (bukan …… tetapi …….). Contoh kalimat : I am not an expert in buying and selling cars, but I will try to trade them (Saya bukan seorang yang ahli jual beli mobil, tetapi saya akan mencoba untuk memperjualbelikannya)
  • kata either berpasangan dengan kata or : either …… or.... (salah satu ….. atau ……). Contoh kalimat : I want either the ferrari or the BMW (Saya ingin salah satu, ferrari atau BMW)
  • kata neither berpasangan dengan kata nor : Neither …… nor... (tidak ……. tidak …….). Contoh kalimat : i want neither the ferrari nor the BMW (saya tidak menginginkan Ferrari tidak menginginkan BMW)
  • kata whether berpasangan dengan kata or : whether ….. or ... (apakah ….. atau ….). Contoh kalimat : I didn't know whether you want the ferrari or the BMW, so I buy both (saya tidak tahu apakah Anda ingin ferrari atau BMW, jadi saya membeli keduanya)
  • kata as berpasangan dengan kata as : as ….. as .... (se …. seperti …..). Contoh kalimat : in fact living life is not as easy as what wise people say (faktanya menjalani hidup tidak semudah seperti apa yang dikatakan orang bijak)

03.Subordinate Conjunction
Subordinate Conjunctions adalah kata sambung yang berfungsi untuk menyambungkan dua klausa yang kedudukannya tidak setara/sederajat, alias bertingkat. 
Biasanya subordinate conjunction ini dipergunakan untuk menyambungkan independent clause dengan dependent clause.

Perbedaan antara independent clause dan dependent clause adalah :
  • Independent clause bisa berdiri sendiri sebagai suatu kalimat, sekalipun tidak diikuti atau diawali dependent clause (merdeka)
  • Dependent clause adalah sebaliknya dari independent clause (belum merdeka)
Hal ini bisa terjadi dikarenakan beberapa hal, antara lain :
  • Merupakan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai akibat.
  • Merupakan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai keterangan tambahan. Sekalipun keterangan sudah ada dalam independent clause, terkadang ada kalimat selanjutnya yang menambahkan keterangan. Nah, inilah yang dimaksud.
  • Merupakan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai Maksud/tujuan
  • Merupakan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai Alasan
  • Merupakan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai perbandingan
  • Merupakan tambahan kalimat yang berisi pernyataan mengenai tingkatan/ degree
  • Merupakan tambahan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai waktu lain
  • Merupakan tambahan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai syarat yang harus dipenuhi.
  • Merupakan tambahan kalimat yang berisi tambahan pernyataan mengenai kontras (pertentangan)
Kata-kata yang biasa dipergunakan untuk jenis ini di antaranya adalah : after, Although, though, As far as, as if.
  • after. Contoh : I went to school after breakfast (Saya pergi ke sekolah setelah sarapan pagi)
  • although, though. Contoh : I have to go to school even though it will rain (Saya harus pergi ke sekolah walaupun hujan akan turun)
  • as far as. Contoh : the ship hasn't landed, as far as I know (kapal belum mendarat, sejauh yang saya tahu)
  • as if. Contoh : He spoke with confidence, as if he knew everything (Dia berbicara dengan percaya diri, seolah dia tahu segalanya)
  • as long as. Contoh : You may take my class, as long as you are kind (Anda boleh mengikuti jam pelajaran saya, selama anda bersikap baik.)
  • because. Contoh : I can't get the job done, because I'm sick (saya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, karena saya sakit)
  • before. Contoh : I have read the prayer before eating dates (Saya telah membaca doa sebelum memakan kurma)
  • If. Contoh : I will visit his house, if I know his home address (saya akan berkunjung ke rumahnya, seandainya saya tahu alamat rumahnya)
  • once. Kabayan calls the doctor on call, once he knows his mother is sick (Kabayan memanggil dokter panggilan, begitu dia tahu ibunya sakit)
  • since. Contoh : I have been entrusted to lead the institution since the age of 24 years (saya sudah diamanati memimpin lembaga sejak usia 24 tahun)
  • than. Contoh : I'd better leave immediately, than listen to the neighbors gossiping (sebaiknya saya segera pergi, daripada mendengarkan tetangga menggosip)
  • that. Contoh : I already know that you will lie (saya sudah tahu bahwa anda akan berbohong)
  • unless. You can sit in the front seat, unless you arrive late (Anda boleh duduk di kursi paling depan, kecuali jika Anda datang terlambat)
  • when. Contoh : You can use my motorbike when I'm resting (anda dapat memakai motor saya ketika saya sedang istirahat)
  • where. Contoh : My mother knows where my hiding place is (Ibu saya tahu di mana tempat persembunyian saya)
  • whether. Contoh : I don't know whether he is a man or a woman (saya tidak tahu apakah dia itu pria atau wanita)

8 Adverb (Kata Keterangan) : Relative, Interrogative, Simple, of Place, of Time, of Manner, of Degree, of Frequency

Parts of Speech - 8 Adverb (Kata Keterangan) : Relative, Interrogative, Simple, of Place, of Time, of Manner, of Degree, of Frequency

Adverb merupakan salah satu dari 8 jenis Parts of Speech. Adverb adalah kelas kata yang berfungsi memodifikasi suatu kalimat dengan menerangkan keadaan dari verb, atau adjective, atau adverb lainnya atau bahkan menerangkan keseluruhan kalimat.
  • Contoh Adverb Menerangkan Verb : Kabayan eats quickly (Kabayan makan dengan cepat). Pada contoh kalimat ini quickly (adverb of manner) menerangkan eats (intransitive verb)
  • Contoh Adverb Menerangkan Adjective : Kabayan is very handsome (Kabayan sangat tampan). Pada contoh kalimat ini very (adverb of degree) menerangkan handsome (descriptive adjective)
  • Contoh Adverb Menerangkan Adverb Lainnya : Kabayan runs very quickl (Kabayan berlari dengan sangat cepat). Pada contoh kalimat ini very (adverb of degree) menerangkan quickly (adverb of manner)
  • Contoh Adverb Menerangkan Keseluruhan Kalimat : Kabayan eats a bowl of meatball quickly (kabayan memakan semangkuk baso dengan cepat). Pada contoh kalimat ini quickly (adverb of manner) menerangkan Kabayan eats a bowl of meatball (seluruh kalimat)
Secara garis besarnya adverb ada 3 jenis, yaitu : Relative Adverb, Interrogative Adverb dan Simple Adverb. Kemudian Simple Adverb terbagi lagi menjadi 5 jenis, yaitu : Adverb of Place, Adverb of Time, Adverb of Manner, Adverb of Degree dan Adverb of Frequency. Jadi ada 8 jenis Adverb yang akan saya jelaskan dalam artikel ini.

01.Relative Adverb

Relative Adverb adalah jenis adverb (kata keterangan) yang berperilaku seperti conjunction, yaitu untuk menghubungkan dua pernyataan atau anak kalimat. Kata-kata yang biasa dipergunakan untuk adverb jenis ini antara lain: when, what, why, while, whenever, whatever, dan lain sebagainya. Contoh Penggunaan :
  • Where. Indonesia is a country where Kabayan is born (Indonesia adalah sebuah Negara di mana Kabayan dilahirkan). Pada contoh ini relative adverb “where” menghubungkan kalimat “Indonesia is a country” dan kalimat “Kabayan is born”
  • When. Yesterday was a time when Kabayan was very nervous (kemarin adalah saat ketika Kabayan sangat gugup). Pada contoh ini relative adverb “when” menghubungkan kalimat “Yesterday was a time” dan kalimat “Kabayan was very nervous”.
  • Why. I don’t know why Kabayan really likes bala-bala (saya tidak tahu kenapa Kabayan sangat menyukai bala-bala). Pada contoh ini relative adverb “why” menghubungkan kalimat “I don’t know” dan kalimat “Kabayan really likes bala-bala”

02. Interrogative Adverb

Interrogative Adverb adalah adverb (kata keterangan) yang menggunakan kata interrogative dan ditempatkan di awal kalimat pertanyaan. Predikat pada kalimat pertanyaan ditempatkan sebelum subjek. Contoh Penggunaan :
  • Where. Where do you study Arabic? (dimana kamu biasa mempelajari bahasa arab?)
  • When. When will you study arabic?(kapan kamu akan belajar bahasa arab?)
  • Why. Why do you ask me? (kenapa kamu bertanya kepadaku?)

03.Simple Adverb

Simple Adverb adalah adverb yang seolah-olah keterangan yang dihadirkannya adalah dalam rangka menjawab lima pertanyaan yang meliputi what, where, when, how dan why. Ada 5 jenis Simple Adverb, yaitu : Adverb of Place, Adverb of Time, Adverb of Manner, Adverb of Degree dan Adverb of Frequency. 

04.Adverb of Place

Adverb of Place adalah kata yang memodifikasi kalimat dengan menerangkan tentang tempat terjadinya suatu aksi atau peristiwa dalam kalimat tersebut. Seolah-olah keterangan yang dihadirkan oleh adverb jenis ini adalah dalam rangka menjawab pertanyaan where (dimana). Kata-kata yang biasa dipergunakan untuk adverb jenis ini antara lain: down, under, forward, back, behind, beside, between, above, in, on, at, up, along, here, there, dan sebagainya. Contoh Penggunaan ;
  • Behind. Kabayan is working behind me (Kabayan sedang berjalan di belakangku)
  • In Front Of. Kabayan is working in front of me (Kabayan sedang berjalan di depanku)
  • Beside. Kabayan is working beside me (Kabayan sedang berjalan di sampingku)
  • Above. Kabayan is flying above me (Kabayan sedang terbang di atasku)
  • Under. Kabayan is crawling under me (Kabayan sedang merayap di bawahku)

05.Adverb of Time

Adverb of Time adalah kata yang memodifikasi kalimat dengan menerangkan tentang waktu terjadinya suatu aksi atau peristiwa dalam kalimat tersebut. Seolah-olah keterangan yang dihadirkan oleh adverb jenis ini adalah dalam rangka menjawab pertanyaan when (kapan). 
Adverb of Time ada 2 jenis, yaitu :
1).Adverb of Indefinite Time
Adverb of Indefinite Time adalah adverb yang berfungsi untuk menunjukan waktu yang tidak didefinisikan. Dengan kata lain, waktunya tidak spesifik. Adverb of Indefinite Time ini biasanya ditempatkan dalam kalimat sesudah subject atau auxiliary verb (kata kerja bantu). Contoh Penggunaan :
  • Always (selalu). Kabayan always goes to school (Kabayan selalu pergi ke sekolah) 
  • Never (tidak pernah). Kabayan is never absent from school (Kabayan tidak pernah absent dari sekolah)
2).Adverb of Definite Time
Adverb of Definite Time adalah adverb yang berfungsi untuk menunjukkan waktu yang bisa didefinisikan. Dengan kata lain, waktunya spesifik. Waktu Adverb of Definite Time terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
  • Present. Artinya :Waktu sekarang. Contoh: now (sekarang). Kabayan is reading my article now (Kabayan sedang membaca artikelku sekarang)
  • Past. Artinya : Waktu lampau. Contoh: last (tadi/telah lalu). Kabayan wrote an article last night (Kabayan telah menulis sebuah artikel malam tadi/telah lalu)
  • Future. Artinya : Waktu masa depan. Contoh: later (nanti). Kabayan will read my article later (Kabayan akan membaca artikelku nanti)
Adverb of Place dan Adverb of Time juga bisa berkoalisi memodifikasi satu kalimat secara bersamaan. Contoh : 
  • Kabayan is always works behind me (Kabayan selalu berjalan di belakangku) always & behind
  • Kabayan is working behind me now (Kabayan sedang berjalan di belakangku sekarang) behind & now
Dari sekian banyak jenis adverb, menurut saya Adverb of Time adalah Adverb yang paling harus bisa dipahami karena nantinya akan sering ditemukan dalam pembahasan 16 Tenses.

06.Adverb of Manner

Adverb of Manner adalah kata yang memodifikasi kalimat dengan menerangkan tentang bagaimana cara suatu aksi/tindakan atau bagaimana perilaku terjadinya suatu aksi atau peristiwa yang dimodifikasi dalam kalimat tersebut. Seolah-olah keterangan yang dihadirkan oleh adverb jenis ini adalah dalam rangka menjawab pertanyaan “in what manner (dengan cara apa)”. Biasanya Adverb of Manner ini dibentuk dari Adjective (kata sifat) yang ditambah akhiran-ly. Contoh : adjective kata “slow” dijadikan adverb of manner dengan ditambah akhiran “-ly” menjadi “slowly”. Contoh penggunaan :
  • Happy (senang). Kabayan walked to the stage happily (Kabayan telah berjalan ke panggung dengan senang)
  • Quick (cepat). Kabayan has completed his task quickly (Kabayan telah menyelesaikan tugasnya dengan cepat)
  • Clear (bersih/jelas). Kabayan has presented the results of his scientific research clearly (Kabayan telah mempresentasikan hasil penelitian ilmiahnya dengan jelas)
  • Smart (cerdas). Kabayan, let’s solve our problem smartly! (Kabayan, mari kita atasi permasalahan kita dengan cerdas!)

07.Adverb of Degree

Adverb of Degree adalah kata yang memodifikasi kalimat dengan menerangkan tentang intensitas atau derajat sesuatu yang dimodifikasi dalam kalimat tersebut. Seolah-olah keterangan yang dihadirkan oleh adverb jenis ini adalah dalam rangka menjawab pertanyaan “in what degree (dalam derajat apa)” atau pertanyaan “how much (seberapa banyak)”. Kata-kata yang biasa dipergunakan untuk adverb jenis ini antara lain: partly (sebagian), little (sedikit), fully (sepenuhnya), much (banyak), rather (lebih tepatnya), enough (cukup), quite (agak), extremely (teramat ekstrem), completely (seluruhnya), hardly (hampir tidak), fairly (agak), nearly (hampir), very (sangat) dan so (berlebih). Contoh Penggunaan :
  • Almost. Kabayan, this is almost afternoon (Kabayan, ini sudah hampir sore)

08.Adverb of Frequency

Adverb of Frequency adalah kata yang memodifikasi kalimat dengan menerangkan tentang frekuensi suatu aksi/tindakan atau seberapa sering kemunculannya aksi/tindakan yang dimodifikasi dalam kalimat tersebut. Seolah-olah keterangan yang dihadirkan oleh adverb jenis ini adalah dalam rangka menjawab pertanyaan “how often (seberapa sering)”. Sebagian dari adverb jenis ini selalu berkaitan dengan kuantitas, sebagian lagi berkaitan dengan frekuensi jumlah. Kata-kata yang biasa dipergunakan untuk adverb jenis ini antara lain: once (sekali), hardly (jarang), again (sekali lagi), often (sering), frequently (sering), rarely (jarang) dan seldom (jarang). Contoh penggunaan :
  • Often (often). Kabayan is often written by baitussalam.web.id (Kabayan sering dituliskan oleh baitussalam.web.id)
  • Rarely (jarang). baitussalam.web.id is rarely visited by netizen. (baitussalam.web.id jarang dikunjungi oleh netizen)

10 Adjective (Kata Sifat) : Epitnet, Predicative, Possessive, Descriptive, Numeral, Limiting, Proper, Demonstrative, Interrogative, Distributive.

Parts of Speech - 10 Adjective (Kata Sifat) : Epitnet, Predicative, Possessive, Descriptive, Numeral, Limiting, Proper, Demonstrative, Interrogative, Distributive.

Adjective merupakan salah satu dari 8 jenis Parts of Speech. Adjective adalah kata yang menerangkan sifat noun (kata benda) atau sifat pronoun (kata ganti noun). Oleh karena itu, kita menyebut Adjective sebagai kata sifat.

Berdasarkan penempatannya dalam kalimat, adjective terbagi menjadi 2, yaitu : epitnet adjective dan predicative adjective.
Sedangkan berdasarkan jenisnya, adjective terbagi menjadi 8, yaitu : Possessive Adjective, Descriptive Adjective, Numeral Adjective, Limiting Adjective, Proper Adjective, Demonstrative Adjective, Interrogative Adjective dan Distributive Adjective. 
Nama-namanya kok mirip nama-nama noun dan pronoun? Ya, benar. Si Noun dan Si Pronoun sebagai aktor dan aktris sesungguhnya dalam dunia gramatikal sedang beraksi memainkan perannya di panggung adjective. Saya bahkan mencium "adjective" ini hanya sebagai panggung pencitraan mereka berdua saja 😹
Jadi ada 10 Adjective yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

01. Epitnet Adjective

Dalam tata bahasa Indonesia, penempatan kata sifat biasanya adalah sesudah kata benda. Karena rumusnya adalah : Diterangkan + menerangkan. Contoh : "Situs terbaik"
Sedangkan dalam tata bahasa inggris penempatan kata sifat adalah sebaliknya, yaitu sebelum kata benda. Karena rumusnya adalah : Menerangkan + Diterangkan. Contoh : "best site" bukan "site best".
Nah, Penempatan Adjective yang seperti inilah yang dalam tata bahasa inggris disebut Epitnet Adjective. Yaitu : Adjective ditempatkan sebelum Noun (Kata benda) atau Pronoun (Kata Ganti).

02.Predicative Adjective

Adjective (kata sifat) juga bisa ditempatkan sesudah pokok kalimat dan to be (am/is/are) jika Adjective berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. Contoh : "this site is the best".
Nah, penempatan adjective yang seperti ini disebut Predicative Adjective. Yaitu : penempatan adjective sesudah pokok kalimat dan to be (am/is/are) sebagai predikat dalam kalimat.

03.Possessive Adjective

Possessive Adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan. 
Kata-kata kepemilikan yang dipergunakan sebagai sifat pada jenis ini adalah kata-kata yang juga termasuk possessive pronoun (kata ganti kepunyaan). 
Dengan kata lain, saat ini Possessive Pronoun sedang berperan atau berkedudukan dalam kalimat sebagai Possessive Adjective. Contoh Penggunaan :
  • This is my book (ini adalah bukuku). “ku” adalah kata ganti yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “buku”. sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai sifat dari “buku”. Maka bisa dikatakan bahwa kata ganti kepemilikan “ku” saat ini sedang berperan sebagai kata sifat. Kata sifat seperti ini dinamakan kata sifat kepemilikan. "my” adalah pronoun yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “book”. Sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai adjective dari “book”. Maka bisa dikatakan bahwa possessive pronoun “my” saat ini sedang berperan sebagai adjective. Adjective seperti ini dinamakan possessive adjective.
  • This is your book (ini adalah bukumu). “mu” adalah kata ganti yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “buku”. sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai sifat dari “buku”. Maka bisa dikatakan bahwa kata ganti kepemilikan “mu” saat ini sedang berperan sebagai kata sifat. Kata sifat seperti ini dinamakan kata sifat kepemilikan. “your” adalah pronoun yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “book”. Sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai adjective dari “book”. Maka bisa dikatakan bahwa possessive pronoun “your” saat ini sedang berperan sebagai adjective. Adjective seperti ini dinamakan possessive adjective.

04.Descriptive Adjective

Descriptive adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk mendeskripsikan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti). 
Dengan kata lain kata deskriptif (penggambaran) yang dipergunakan ini berkedudukan sebagai sifat noun (kata benda) atau sifat pronoun (kata ganti) dalam kalimat. 
Kata sifat ini kadang-kadang disebut Adjective of Quality (kata kualitas yang dipergunakan sebagai sifat noun atau pronoun), karena pendeskrifsian biasanya terkait dengan kualitas. 
Contoh Descriptive Adjective sebagai sifat noun (kata benda) :
  • The book is cheap (buku itu murah). Kata “cheap” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas harga yang dipergunakan sebagai sifat dari “book”
  • The Student is smart (siswa itu cerdas). Kata “smart” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas otak yang dipergunakan sebagai sifat dari “student”
Contoh Descriptive Adjective sebagai sifat pronoun (kata ganti) :
  • It is cheap (Benda itu murah). Kata “cheap” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas harga yang dipergunakan sebagai sifat dari “It”
  • He is smart (Dia itu cerdas). Kata “smart” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas otak yang dipergunakan sebagai sifat dari “He”
Hal lain yang juga mungkin penting diketahui, bahwa untuk menanyakan sifat seseorang yang benar adalah menggunakan to be (is, am, are) bukan menggunakan kata bantu do/does Karena artinya berbeda. Contohnya kalimat:
"what are you like ?” artinya : “seperti apa kesepertianmu (sifatmu) ?”
Sedangkan 
“what do you like ?” artinya : “apa yang kamu sukai? (verb hati)”.
Beda kan?

5.Numeral Adjective

Numeral Adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menyatakan jumlah noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti). Kata penjumlahan atau bilangan yang dipergunakan ini berkedudukan saat dipergunakan dalam kalimat sebagai kata sifat, untuk men-sifat-kan jumlah pada noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti).
Adjective (kata sifat) ini menggunakan kata-kata penjumlahan tertentu seperti : cardinal number (bilangan utama atau bilangan biasa), ordinal number (bilangan urutan atau bilangan bertingkat), fractional number (bilangan pecahan), decimal number (bilangan decimal) dan percentage (prosentase)
Jenis-Jenis dan Contoh Penggunaan
1).Cardinal Number (Bilangan Utama atau Bilangan Biasa)
One (1) Two (2) Three (3) Four (4) Five (5) Six (6) Seven (7) Eight (8) Nine (9) Ten (10) Eleven (11) Twelve (12) Thirteen (13) Fourteen (14) Fiveteen (15) Sixteen (16) Seventeen (17) Eighteen (18) Nineteen (19) Twenty (20), Twenty One (21), Twenty Two (22), Twenty Three (23), Twenty Four (24), Twenty Five (25), Twenty Six (26), Twenty Seven (27), Twenty Eight (28), Twenty Nine (29), Thirty (30), Thirty One (31), Forty (40), Fifty (50), Sixty (60), Seventy (70), Eighty (80), Ninety (90), A Hundreed/One Hundreed (100), A Hundred One/One Hundred and One (101), Two Hundred and Two (202), Nine Hundred and Ninety Nine (999), One Thousand (1000), One Thousand and One (1001), Six Thousand Seven Hundreed and Eighty Nine (6789), Ten Thousand (10.000), One Hundred Thousand (100.000), A Million/One Million (1.000.000), A Billion/One Billion (1.000.000.000). 
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan cardinal number : 
"Ten students are studying together (sepuluh siswa sedang belajar bersama)
“sepuluh” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan biasa) “siswa”, sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “siswa”.
“ten” adalah kata yang menyatakan jumlah (cardinal number) “student”, sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “students”.
Dalam kalimat di atas, kata “ten” merupakan numeral adjective dari countable noun “students”.
2).Ordinal Number (Bilangan Urutan atau Bilangan Bertingkat)
First (pertama), Second (kedua), Third (ketiga), Fourth (keempat), five (kelima), sixth (keenam), Seventh (ketujuh), eigth (kedelapan), Ninth (kesembilan), Tenth (kesepuluh), Eleventh (kesebelas), Twelfth (keduabelas), Thirteenth (ketigabelas), Fourteenth (keempatbelas), Fifteenth (kelimabelas), Seventeeth (ketujuhbelas), Eighteenth (kedelapanbelas), Nineteenth (kesembilanbelas), Twentieth (keduapuluh), Twenty First (keduapuluhsatu), Twenty Second (keduapuluhdua), Twenty Third (keduapuluhtiga), Thirtieth (ketigapuluh), Thousandth (keseribu), Ten Thousandth (kesepuluhribu), Milllionth (kesejuta) dan seterusnya.
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan ordinal number : The first humans created by Allah were Prophet Adam AS and Siti Hawa (Manusia pertama yang diciptakan Allah adalah Nabi Adam AS dan Siti hawa)
“pertama” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan urutan) “manusia” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “manusia”
“first” adalah kata yang menyatakan jumlah (ordinal number) “humans” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “humans”.
Dalam kalimat di atas, kata “first” merupakan numeral adjective dari countable noun “humans”.
3).Fractional Number (Bilangan Pecahan)
A half (1/2), A Third (1/3), A Fourth (1/4), A five (1/5), A Sixth (1/6), A Seventh (An Eight (1/8), A Ninth (1/9), A Tenth (1/10), A Twentieth (1/20), Three Fourth (3/4) dan seterusnya.
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan fractional number : when I publish this article my glass of copy is only 1/2 a glass (saat mempublikasikan artikel ini gelas kopi kepunyaanku tinggal 1/2 gelas)
“1/2” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan pecahan) “gelas” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “gelas”
“1/2” adalah kata yang menyatakan jumlah (fractional number) “a glass” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “a glass”.
Dalam kalimat di atas, kata “1/2” merupakan numeral adjective dari countable noun “a glass”.
4).Decimal Number (Bilangan Desimal)
Zero Point Five (0,5), Zero Point Twenty Five (0,25), Zero Point Seventy Five (0,75), Zero Point Zero Zero Five (0,005), Zero Point Zero Zero Seven (0.007)
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan decimal number : the height of 0,5 meter in making environmental road drainage is normal (ketinggian 0.5 meter pada pembuatan drainase jalan lingkungan itu sudah biasa)
“0,5” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan desimal) “meter” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “meter”
“0,5” adalah kata yang menyatakan jumlah (decimal number) “meter” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “meter”.
Dalam kalimat di atas, kata “0,5” merupakan numeral adjective dari countable noun “meter”.
5).Percentage Number (Bilangan Prosentase)
Ten Percent (10%), Twenty Five Percent (25%), Fifty Percent (50%), One Hundred Percent (100%)
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan percentage number :
100% shares of blogbelajar.con are owned by admin (100% Saham blogbelajar.com adalah milik admin)
“100%” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan prosentase) “saham” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “saham”
“100%” adalah kata yang menyatakan jumlah (percentage number) “shares” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “shares”.
Dalam kalimat di atas, kata “100%” merupakan numeral adjective dari countable noun “shares”. 

06.Limiting Adjective

Limiting adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menyatakan jumlah noun (kata benda). Noun (kata benda) yang disifati bisa countable noun (kata benda yang dapat dihitung atau dinyatakan dalam bentuk satuannya) maupun untuk uncountable noun (kata benda yang tidak dapat dihitung atau dinyatakan dalam bentuk satuannya).
Kata sifat ini kadang-kadang disebut Adjective of Quantity (kata sifat yang dipergunakan untuk menyatakan kuantitas noun atau pronoun). 
Bedanya dengan Numeral adjective, yang ini jumlahnya tidak dinyatakan dalam angka karena tidak jelas, sekalipun yang disifati adalah countable noun. 
Jadi ini memungkinkan kita untuk memilih ketika akan membuat suatu kalimat yang menerangkan jumlah sebagai sifatnya. 
Jika jumlahnya jelas dan dapat dinyatakan satuannya dengan angka, kita bisa mempergunakan numeral adjective. 
Jika jumlahnya tidak jelas (sekian) maka kita bisa mempergunakan limiting adjective.
Kata-kata yang termasuk limiting adjective antara lain: a little (sedikit), a lot of (banyak), much (banyak), a few (beberapa), any (beberapa), some (beberapa) dan no/not any (tidak). Contoh Penggunaan :
  • a little. Dipergunakan untuk uncountable noun dalam kalimat positif. Contoh : He need a little ink to write poetry (dia membutuhkan sedikit tinta untuk menulis puisi)
  • a lot of. Dipergunakan untuk countable noun dan uncountable noun dalam kalimat positif. Contoh countable noun: He has a lot of books (dia mempunyai banyak buku). Contoh uncountable noun: He needs a lot of water (dia membutuhkan banyak air)
  • much. Dipergunakan untuk uncountable noun. Terkadang orang kebingungan dalam pemakaian how many dan how much. How many dipakai untuk countable noun (benda yang dapat dihitung secara satuan). Seperti jumlah buku, sepatu dan tas. Sedangkan How much dipakai untuk uncountable noun (benda atau hal-hal yang tidak dapat dihitung secara satuan) seperti air, gula dan nilai uang. Contoh : He is going to buy much water (dia pergi membeli banyak air), Did he buy much water last night? (apakah dia membeli banyak air malam tadi?). How much juga biasa dipergunakan untuk menanyakan harga. Pada penggunaannya diikuti to be atau diikuti kata cost di belakang kalimat sebagai penegasan bahwa yang dipertanyakan adalah harga. Contohnya : “how much is the car?” (berapa harga mobil tersebut?) atau “how much does the car cost?” (berapakah mobil tersebut harganya?)
  • a few. Dipergunakan untuk countable noun. Contoh : A few people attended the meeting (beberapa orang menghadiri pertemuan tersebut)
  • some. Dipergunakan untuk countable noun. Contoh : I have some cars (saya memiliki beberapa mobil)
  • any. Dipergunakan untuk countable noun dan uncountable noun. Contoh countable noun : I don’t have any pencils (aku tidak memiliki beberapa pencil). Do you have any pencils? (apakah kamu memiliki beberapa pencil?). Contoh uncountable noun : I don’t need any ink (aku tidak memiliki beberapa tinta) Do you want any ink? (apakah kamu menginginkan beberapa tinta?)
  • no/not any. Digunakan untuk menyangkal, baik untuk countable noun maupun untuk uncountable noun. Contoh countable noun : I have not any cars (saya tidak memiliki sejumlah mobil) Contoh uncountable noun : She has no ink (dia tidak memiliki tinta)

07.Proper Adjective

Proper adjective adalah kata sifat yang dipergunakan untuk menerangkan sesuatu yang secara eksklusif dimiiki oleh noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti).
Jenis kata sifat ini menggunakan proper noun untuk dijadikan sifat noun (kata benda) yang lainnya atau pronoun (kata ganti benda). Dengan kata lain, Proper noun saat ini dipergunakan dan berkedudukan sebagai Adjective (kata sifat).
Contoh Proper Noun : Kabayan (nama orang), Tasikmalaya (nama kota), Indonesia (nama Negara), Garuda (nama burung lambang Negara Indonesia), Baitussalam.web.id. (nama blog belajar populer), dan sebagainya. Contoh penggunaan :
  • Indonesia people are very nice (orang Indonesia itu sangat manis) Dalam kalimat di atas “Indonesia” merupakan proper noun yang saat ini sedang dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai adjective dari noun (kata benda) “people”, maka proper noun “Indonesia” dalam hal kedudukannya pada kalimat seperti itu dinamakan Proper Adjective.

08.Demonstrative Adjective

Demonstrative Adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menunjukan keberadaan noun (kata benda).
Adjective (kata sifat) jenis ini memperkenalkan kembali kepada kita kata-kata yang termasuk demonstrative pronoun, yaitu : this, that, these dan those untuk dijadikan adjective (kata sifat). 
Dengan kata lain, Demonstrative adjective adalah demonstrative pronoun yang dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai adjective (kata sifat). Contoh Penggunaan :
  • This book is mine (buku yang ini milikku) Pada kalimat ini This menjadi sifat dari book
  • That book is mine (buku yang itu milikku) Pada kalimat ini That menjadi sifat dari book
  • These books is mine (buku-buku yang ini milikku) Pada kalimat ini These menjadi sifat dari books
  • Those books is mine (buku-buku yang itu milikku) Pada kalimat ini Those menjadi sifat dari books
Kenapa saya sebut menjadi sifat? karena kata-kata tersebut menjadi sifat keberadaan book dan books. 
Nah, Demonstrative Pronouns (This, That, These dan Those) dalam contoh-contoh kalimat di atas tadi sedang dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat-kalimat tersebut sebagai sifat, disebutlah mereka dalam peristiwa ini sebagai Demonstrative adjective.

09.Interrogative Adjective

Interrogative adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk mempertanyakan noun (kata benda).
Adjective jenis ini menggunakan interrogative pronoun untuk memodifikasi noun (kata benda). 
Dengan kata lain, Interrogative adjective adalah interrogative pronoun yang dipergunakan sebagai adjective. Karena kedudukannya dalam kalimat adalah juga sebagai kata sifat. 
Interrogative pronoun yang paling sering dipergunakan sebagai interrogative adjective adalah “what” dan “which”. Contoh Penggunaan :
  • What book do you sell? (buku apa yang anda jual?) Pada kalimat What book ini, kata what dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai kata sifat dari kata book. Kemudian dia disebut interrogative pronoun yang sedang menjadi adjective dari kata book. Itulah yang dimaksud dengan interrogative adjective
  • Which book is the cheapest? (buku mana yang paling murah?) Pada kalimat Which book ini, kata which dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai kata sifat dari kata book. Kemudian dia disebut Interrogative Pronoun yang sedang menjadi adjective dari kata book. Jadilah which ini Interrogative Adjective. Itulah yang dimaksud dengan Interrogative Adjective 

10.Distributive Adjective

Distributive adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menunjukkan bahwa noun atau pronoun yang disifati adalah salah satu dari dua noun atau pronoun yang ada. 
Kata-kata yang paling umum dipergunakan adalah : Each, Every, Either dan Neither. Contoh Penggunaan :
  • Each : Masing-masing/setiap (untuk menyatakan masing-masing atau setiap dari suatu jumlah tertentu dari dua kata benda ke atas). Contoh : Each student has one book (masing-masing dari siswa memiliki satu buku)
  • Every : Setiap. (untuk menyatakan setiap dari suatu jumlah yang tidak tentu dari tiga kata benda ke atas). Contoh : Every paraghraph make me dizzy (setiap paraghraph membuatku pusing)
  • Either : Baik…atau…/ juga …. juga .… (untuk menyatakan salah satu dari dua). Contoh : Either upin or ipin will make you laugh (baik upin maupun ipin akan dapat membuatmu tertawa)
  • Neither : Baik .... maupun .… tidak ….. (untuk menyatakan salah satu dari dua). Contoh : I am not studying arabic, and neither you are (saya tidak sedang belajar bahasa arab, dan anda juga tidak)

11 Verb (Kata Kerja) : Verb 1, Verb 2, Verb 3, Verb-ing, Regular, Irregular, Transitive, Intransitive, Main, Auxiliary, Linking.

Parts of Speech - 11 Verb (Kata Kerja) : Verb 1, Verb 2, Verb 3, Verb-ing, Regular, Irregular, Transitive, Intransitive, Main, Auxiliary, Linking.

Artikel Verb (Kata Kerja) ini merupakan bagian dari pembahasan parts of speech, karena Verb merupakan salah satu part dari 8 Parts of Speech

Secara bahasa Verb berarti kata kerja atau dapat diartikan sebagai kelas kata yang menunjukan suatu aksi, tindakan, peristiwa, keberadaan atau pengalaman yang dilakukan oleh subject. Baik dilakukan oleh subject terhadap object, maupun tanpa adanya object.

Verb ini umumnya menjadi predikat dalam sentence. Namun ada juga sebagian verb yang tidak menunjukan suatu tindakan, seperti Be (am, is, are, was, were dan been).

Berbeda dengan kata kerja dalam tata bahasa Indonesia, kata kerja dalam tata bahasa inggris bentuknya bisa berubah-ubah disesuaikan dengan penggunaannya.

Perubahan yang paling berpengaruh adalah perubahan yang disesuaikan dengan Tenses. Oleh karena itu pembahasannya cukup panjang.

Berdasarkan bentuknya, Verb terbagi menjadi 4 jenis, yaitu : Verb 1, Verb 2, Verb 3, Verb-Ing. 

Berdasarkan objeknya, Verb terbagi menjadi 2 jenis, yaitu : Transitive Verb dan Intransitive Verb.

Berdasarkan fungsinya dalam kalimat, Verb terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : Main Verb, Auxiliary Verb dan Linking Verb.

Berdasarkan perubahan struktur katanya Verb terbagi menjadi 2 jenis, yaitu : Regular verb dan Irregular verb.

Jadi ada 11 jenis verb yang akan dijelaskan dalam artikel ini, yaitu :
  1. Verb 1
  2. Verb 2
  3. Verb 3
  4. Verb-ing
  5. Regular
  6. Irregular
  7. Transitive
  8. Intransitive
  9. Main
  10. Auxiliary
  11. Linking

Berdasarkan Bentuk

01. Verb 1
Verb I adalah verb infinitive (bentuk asal). Pada penggunaannya dalam bab tenses, verb ini biasa dipergunakan dalam kalimat simple present tense.
Verb terbagi menjadi 2 kategori, yaitu :
  1. To Infinitive
  2. Bare Infinitive
To infinitive adalah kategori infinitive yang biasa dipergunakan untuk membentuk suatu kalimat dengan: want to (ingin) like to (suka) have to (harus), going to (akan), ought to (seharusnya), what to (apa yang harus), easy to (mudah untuk), difficult to (sulit), time to (saatnya), happy to (bahagia), glad (senang), nothing to (tidak ada …. untuk ….)
  • Contoh Regular Verb : to open. I want to open an online store (saya ingin membuka sebuah toko online)
  • Contoh Irregular Verb : to drink. I want to drink a glass of milk (saya ingin meminum segelas susu)
Bare infinitive adalah kategori infinitive yang dapat dipergunakan untuk membentuk suatu kalimat dengan memakai kata bantu : do (apakah), can (dapat), must (harus), may (bolehkah), shall (akan), will (akan), should (seharusnya), would rather (lebih suka), had better (lebih baik), might (boleh), would (akan), dare (beranikah), need (perlukah), let (mari)
  • Contoh Regular Verb : open. I must open an online store (saya harus membuka sebuah toko online)
  • Contoh Irregular Verb : drink. I must drink a glass of milk (saya harus meminum segelas susu)
02. Verb 2
Verb jenis ini disebut juga verb bentuk past. Biasa dipergunakan dalam kalimat simple past tense.
  • Contoh Regular Verb : opened. I opened an online store yesterday (saya telah membuka online store kemarin)
  • Contoh Irregular Verb : drank. I drank a glass of milk this morning (saya telah meminum segelas susu tadi pagi)
03. Verb 3
Verb jenis ini disebut juga verb bentuk past participle. Biasa dipergunakan dalam kalimat perfect tense dan passive voice.
  • Contoh Regular Verb : opened. I have opened an online store (saya telah selesai membuka sebuah toko online)
  • Contoh Irregular Verb : drunk. I have drunk a glass of milk (saya telah selesai meminum segelas susu)
04. Verb-ing
Verb jenis ini disebut juga verb bentuk present participle. Biasa dipergunakan dalam kalimat continuous tense.
Penggunaannya biasa diawali dengan auxiliary verb (kata kerja bantu) atau be (am, is, are, was, were). Perubahan pada bentuknya hanya ditambah ing dibelakangnya.
  • Contoh Regular Verb : opening. I am opening an online store now (saya sedang membuka sebuah toko online sekarang)
  • Contoh Irregular Verb : drinking. I am drinking a glass of coffee now (saya sedang meminum segelas kopi sekarang)
Ada beberapa ketentuan dalam pembentukan verb jenis ini, yaitu :
  • Verb I (kata kerja bentuk kesatu) yang berakhiran huruf konsonan, dan terdiri atas satu suku kata dan didahului oleh huruf vokal (a, I, u, e, o) maka huruf konsonan tersebut harus digandakan. Contoh : set menjadi setting, get menjadi getting, cut menjadi cutting, sit menjadi sitting, run menjadi running, dan lain sebagainya. Tapi jika huruf konsonan akhirnya huruf y, maka y tidak digandakan. Contoh : study menjadi studying, buy menjadi buying, pay menjadi paying, lay menjadi laying. Aturan ini juga tidak berlaku untuk beberapa kata, seperti : eat menjadi eating.
  • Verb I (kata kerja bentuk kesatu) yang terdiri dari dua suku kata dan berakhiran huruf konsonan serta tekanan pengucapannya jatuh pada suku kata kedua, dan sebelumnya didahului oleh satu huruf vokal, maka huruf konsonan tersebut harus digandakan. Contoh : submit menjadi submitting, admit menjadi admitting.
  • Verb I (kata kerja bentuk kesatu) yang berakhiran huruf e, dan dalam pengucapannya tidak terdengar, atau bahkan tidak mendapat tekanan sama sekali, maka huruf e tersebut harus dihilangkan. Contoh : have menjadi having, give menjadi giving, live menjadi living, write menjadi writing, dan sebagainya.

Berdasarkan Objek

01. Transitive Verb
Transitive Verb adalah kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau object). Contoh kata : Wash (mencuci), drink (meminum), buy (membeli), write (menulis), open (membuka). 
  • I will buy a book from the baitussalam online store tomorrow (saya akan membeli sebuah buku dari toko online baitussalam besok)
  • I am writing an english grammar article now (saya sedang menulis sebuah artikel tata bahasa inggris sekarang)
  • I drink a glass of coffee every night (saya meminum segelas kopi tiap malam)
  • open the door! (buka pintu!)

02.Intransitive Verb
Intransitive Verb adalah kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap atau object. Tapi walaupun tidak membutuhkan pelengkap object, Intransitif verb bisa ditambah adjective, adverb dan prepositional phrase. Contoh kata : go (pergi), sleep (tidur), dance (menari), sing (bernyanyi), run (berlari).
  • Sarimin goes to the market (Sarimin pergi ke pasar)
  • Sakadang peucang is running now (Sakadang peucang sedang berlari sekarang)
  • Sakadang tikukur will sing later (Sakadang tikukur akan bernyanyi nanti)
  • Icih wants to dance (Icih ingin menari)
  • Kabayan can’t sleep last night (Kabayan tidak bisa tidur malam tadi)

Berdasarkan Fungsi

01. Main Verb
Main verb adalah verb yang berfungsi sebagai kata kerja utama di dalam sebuah kalimat.
Main verb dikenal juga dengan istilah full verb, bisa karena kemandiriannya sebagai verb, bisa karena powerfullnya sebagai verb, pokoknya "verb banget" gitu lah.
Kata kerja yang termasuk Main Verb adalah semua kata kerja yang ada dalam kamus bahasa inggris, selain yang termasuk Auxiliary Verb dan Linking Verb. Contoh Kalimat Main Verb : 
  • I write an article every day (saya menulis artikel tiap hari)
02. Auxiliary Verb
Auxiliary verb adalah verb yang berfungsi untuk membantu main verb (kata kerja utama). Makanya Auxiliary Verb ini dikenal juga dengan istilah Helping Verb (kata kerja bantu).
Apa yang bisa dikontribusikan oleh auxiliary verb kepada main verb? Untuk hal ini, auxiliary verb terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Primary Auxiliary Verb
  2. Modal Auxiliary Verb
Fungsi Primary Auxiliary adalah hanya untuk membantu main verb menerangkan tensesnya tanpa memodifikasi makna aslinya. Kata kerja yang termasuk jenis ini adalah : be/tobe (am, are, is, was, were, being dan been), do, does, did, have, has, had. Contoh kalimat :
  • I am studying english now (saya sedang belajar bahasa inggris sekarang)
  • I am talking about english grammar now (saya sedang membicarakan tentang tata bahasa inggris sekarang). Pada contoh kalimat ini terdapat 1 auxiliary verb yaitu : to be am. Auxiliary verb pada contoh kalimat ini membantu fungsi main verb yaitu : talking.
Fungsi Modal Auxiliary adalah membantu main verb menerangkan tensesnya dengan jalan memodifikasi makna aslinya. Kata kerja yang termasuk jenis ini adalah : will, shall, may, must, might, can, could, would, should. Contoh kalimat :
  • He would have came to your party if you had invited him (dia akan sudah datang ke walimahmu jika kamu sudah mengundangnya kemarin). Pada contoh kalimat ini terdapat 2 auxiliary verb yaitu : would dan have. Auxiliary verb pada contoh kalimat ini membantu fungsi main verb yaitu : came.
  • I Should have been studying here for two years by last July (saya akan sudah belajar di sini selama dua tahun menjelang bulan juli lalu). Pada kalimat ini terdapat 3 auxiliary verb, yaitu : should, have dan been. Auxiliary verb pada contoh kalimat ini membantu fungsi main verb yaitu : studying.
Ketika dalam suatu kalimat terdapat main verb dan auxiliary verb seperti contoh di atas, maka disebut complete verb.

03. Linking Verb
Linking Verb adalah verb yang fungsinya untuk menghubungkan subject secara langsung kepada informasi tentang dirinya atau deskripsinya yang disebut subject complement.
Subject complement biasanya adalah noun atau descriptive adjective. Kata kerja yang biasa dipergunakan sebagai linking verb adalah : be/tobe (am, are, is, was, were, being dan been) become (get, got, grow), feel, look, smell, sound, taste, appear dan seem. Contoh kalimat : 
  • That's okay (Itu oke) adjective
  • You are kabayan (kamu adalah kabayan)