Tata Cara Masbuq Shalat Id Yang Tertinggal 1 Rokaat Menurut Madzhab Imam Syafi'i - BAITUSSALAM

YAYASAN BAITUSSALAM SUKAPALA

Senin, 12 Juli 2021

Tata Cara Masbuq Shalat Id Yang Tertinggal 1 Rokaat Menurut Madzhab Imam Syafi'i

Shalat masbuq pada kasus tertinggal 1 rokaat shalat id ini salah satu cara penyelesaiannya sangat unik...

Contoh kasus : Gara-gara di rumahnya banyak seuseuheun geroheun dan gorengeun, seorang makmum menjadi terlambat datang ke masjid. Nah, pas waktu datang ke masjid ternyata shalat id sedang berlangsung pada kondisi imam sedang bangkit dari ruku menuju i'tidal. Status tertinggal seperti itu = tertinggal 1 rakaat. Karena sekalipun dia memaksakan diri untuk syuru' pun rokaat kesatu yang tertinggal 2 rukun fa'li secara tam ini tetap masuk ke dalam kateqori rokaat lam tuhsab alias tidak masuk hitungan rakaat kumulatif.

Pada kondisi seperti itu, solusi yang direkomendasikan ahli fiqih adalah sepertihalnya pada kasus masbuq shalat biasa, yaitu : makmum langsung takbirotul ihrom saja ---> ikut i'tidal sebagaimana kondisi terbaru imam ----> ikuti imam sampai salam pertama ---> berdiri sendiri untuk menebus rakaat yang tertinggal. Lampu hijau untuk berdiri terletak pada setelah salam pertama imam, tapi disunatkan berdiri setelah salam keduanya (Lihat Al-Adzkar Hal 66) 

Setelah berdiri melanjutkan sendiri, ada 2 tata cara sempurna yang direkomendasikan ulama fiqih madzhab imam syafi'i. Ini bersifat opsional, jadi anda bisa memilih salah satunya pada rakaat ini.
  1. Melakukan takbir 5 kali + 4 baqiyah ash-shalihah sebagai pemisah ---> membaca ta'udz ---> membaca surat fatihah ---> membaca surat lainnya ---> takbir intiqol ---> ruku dan seterusnya sampai salam akhir shalat.
  2. Melakukan takbir 12 (7 + 5) kali + 11 baqiyah ash-shalihah sebagai pemisah ---> membaca ta'udz ---> membaca surat fatihah ---> membaca surat lainnya ---> takbir intiqol ---> ruku dan seterusnya sampai salam akhir shalat.
Berikut ini beberapa penjelasan para ulama madzhab Imam Syafi'i :
1) Imam Nawawi, Al-Adzkar Hal 66
يسن للمأموم أن يؤخرها الى فراغ إمامه من تسلمتيه جميعا
disunatkan bagi makmum untuk mengakhirkannya sampai tuntas imamnya dari 2 salamnya semuanya.

2) Syaikh Ali Bashabrain, Itsmad Al-Ainain Hamisy Bughiyah Al-Mustarsyidin Hal 41 :
مسألة
لو أدرك إمامه في أول الثانية كبر معه خمسا فإذا سلم إمامه أتى بثانية نفسه وكبر لها خمس تكبيرات فقط ولا يتدارك ما فاته من تكبيرات الأولى في الثانية عند حج وجرى م ر على أنه يتدارك ذلك كما في السورة
Jika seorang makmum masbuq berkesempatan mengidrok imam pada awal rakaat kedua, maka dia bertakbir bersama imam sebanyak 5 kali. Kemudian jika imam sudah salam maka dia mendatangkan rakaat kedua seutuhnya rakaat kedua, dan dia bertakbir untuk rakaat kedua tersebut sebanyak 5 takbir saja, tidak perlu mengganti apa yang telah luput darinya yaitu takbir-takbir rakaat kesatu pada rakaat kedua, menurut pendapat Imam Ibnu Hajar Al-Haitami. Dan Imam Ramli berpendapat bahwasanya seseorang yang masbuq tersebut mengganti apa yang telah luput darinya yaitu takbir-takbir rakaat kesatu pada rakaat kedua, sebagaimana hal itu berlaku pada permasalahan jika luput darinya bacaan surat setelah fatihah pada rakaat kesatu.

3) Syaikh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin Hal 33 :
ولا يتدارك في الثانية ان تركه في الأولى
dan tidak diidrok takbir (yang 7 kali + 6 baqiyah shalihah pemisahnya) pada rakaat kedua apabila mushalli meninggalkannya pada rakaat kesatu.

4) Sayid Abu Bakar, I'anah Ath-Thalibin Ala Hilli Alfadzi Fath Al-Mu'in Juz 1 Hal 262
قوله ولايتدارك في الثانية
الفعل مبني للمجهول ونائب فاعله ضمير يعود على التكبير أي لا يؤتى به مع تكبيرات الركعة الثانية وهذا معتمد ابن حجر وجرى الرملي على سنية تداركها في الثانية مع تكبيرها قياسا على قراءة الجمعة في الركعة الأولى من صلاة الجمعة فانه اذا تركها فيها سن له أن يقرأها في الثانية مع المنافقين
kalimat fi'il mabni majhul dan naibul fa'ilnya adalah dhamir yang kembali kepada التكبير maksud Syaikh Zainuddin adalah takbir yang tertinggal pada rokaat pertama shalat id tidak didatangkan (ditambahkan) beserta takbir-takbir rakaat kedua, dan ini adalah qoul mu'tamad Imam Ibnu Hajar. Adapun Imam Ramli memberlakukan hukum sunat mendatangkannya pada rakaat kedua beserta takbir-takbir rakaat kedua. Pendapat Imam Ramli ini diqiyaskan pada permasalahan bacaan Surat Al-Jum'ah rokaat kesatu pada pelaksanaan shalat jum'at, bahwasanya imam jika meninggalkan bacaan Surat Al-Jum'ah pada rakaat kesatu disunatkan kepadanya untuk membacanya pada rokaat kedua beserta Surat Al-Munafiqin.

والله أعلم بالصواب
Daftar Pustaka
An-Nawawi, Imam Muhyiddin Abi Zakaria. Al-Adzkar. Syirkah Nur Asia.
Ba'alawi, Syaikh Sayid Abdurrahman. Bughiyah Al-Mustarsyidin. Dar Ihya Al-Kutub Al-Arabiyah.
Al-Malibari, Syaikh Zainuddin. Fathul Mu'in. Pustaka Alawiyah.
Al-Bakri, Sayid Abu Bakar. I'anah Ath-Thalibin. Syirkah An-Nur Asia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah ikut berpartisifasi
Komentar anda akan segera kami balas