BAITUSSALAM: Ilmu Fiqh
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Fiqh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Fiqh. Tampilkan semua postingan

7 Alif = 14 Harkat Batas Maksimal Durasi Mad Pada ل Lafadz اَللّٰهُ Menurut Pendapat Lain 6 Alif = 12 Harkat

Umumnya orang butuh memanjangkan durasi pengucapan ل Lafadz اَللّٰهُ lebih dari 2 harkat adalah hanya pada : takbirotul ihrom dan takbir intiqol.

Pada takbirotul ihrom dilatarbelakangi kewajiban praktek muqoronah pengucapan lisan terhadap redaksi الله أكبر serta peniatan hati terhadap seumpama redaksi :
نويت أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء مأموما لله تعالى
Sehubungan dengan panjangnya redaksi niat tersebut yang dimuqoronahkan pada takbir.

Pada takbir intiqol biasanya hanya dibutuhkan pada : 
  • takbir intiqol dari sujud kedua rokaat kesatu atau ketiga menuju berdiri rokaat kedua atau berdiri rokaat keempat. 
  • takbir intiqol dari tasyahhud awal rokaat kedua menuju berdiri rokaat ketiga. 
Sehubungan dengan panjangnya jarak tempuh perpindahan.

7 alif = 14 harkat adalah batas maksimal durasi mad pada ل lafadz اَللّٰهُ menurut pendapat lain 6 alif = 12 harkat. Dengan konversi 1 alif = 2 harkat.

Ulama fiqih yang menyebutkan "7 alif" antara lain :
  • Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi mengutip pendapat Imam Asy-Syibromilsi (Kasyifah As-Saja Hal 58)
  • Syaikh Sayid Abu Bakar Ad-Dimyathi mengutip pendapat Imam Asy-Syibromilsi dan Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (I'anah Ath-Thalibin Jilid 1 Hal 133)
  • Syaikh Sa'id Ba'asyan (Busyrol Karim Hal 199)
Ulama fiqih yang menyebutkan "6 alif" antara lain :
  • Imam Syihabuddin Al-Qalyubi mengutip fatwa Imam Az-Zayadi. (Hasyiyah Al-Qalyubi Jilid 1 Hal 142)
Lebih jelasnya, berikut ini penjelasan mereka tentang batas maksimalnya :

كاشفة السجا للشيخ محمد نووي الجاوي ص ٥٨
قال الباجوري ويسن أن لا يقصر التكبير بحيث لا يفهم ولا يمططه بأن يبالغ في مده بل يتوسطو قال الشبراملسي ويستحب أن يمد التكبير ويسترط أن لا يمد فوق سبع ألفات وإلا بطلت إن علم وتعمد وتقدر كل ألف بحركتين وهو على التقريب ويعتبر ذلك بتحريك الأصابع متوالية مقارنة للنطق بالمد في التحرم
Telah berkata Al-Bajuri : "dan disunatkan tidak memendekan pengucapan takbir dengan menjadi tidak dapat difahami, dan tidak melama-lamakannya dengan keterlaluan pada mad-nya melainkan bertawassuth/pertengahan.". Telah berkata Asy-Syibromilsi : "dan disunatkan memanjangkan takbir. Dan disyaratkan tidak memanjangkan di atas 7 alif. Jika tidak begitu maka batal shalatnya jika dia mengetahui dan menyengaja. Dan diukurkan setiap 1 alif dengan 2 harkat, dan itu secara perkiraan. Dan dihitung 7 alif × 2 harkat dengan menggerakan jari-jari secara kontinyu dan dibersamakan pada pengucapan terhadap mad pada takbirotul ihrom.". (Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kasyifah As-Saja Hal 58)
إعانة الطالبين للشيخ السيد أبي بكر الدمياطي ج ١ ص١٣٣
قال ع ش وغاية مقدار ما نقل عنهم على ما نقله ابن حجر سبع ألفات وتقدر كل ألف بحركتين وهو على التقريب اه
Telah berkata Asy-Syibromilsi : Dan maksimal ukuran panjang yang dikutip dari mereka terhadap yang Imam Ibnu Hajar menuqilnya adalah 7 alif. Dan diukurkan setiap 1 alif dengan 2 harkat dan itu secara perkiraan (Syaikh Sayid Abu Bakar Ad-Dimyathi, I'anah Ath-Thalibin Jilid 1 Hal 133)
بشرى الكريم للشيخ سعيد باعشن ص ١٩٩
وعدم مد ألف الجلالة زيادة على سبع ألفات
Dan tidak memanjangkan alif lafdzul jalalah melebihi di atas 7 alif (Syaikh Said Ba'asyan, Busyro Al-Karim Hal 199)
حاشية القليوبي للإمام شهاب الدين القليوبي ج ١ ص١٤٢
وقدر الطول ست ألفات واعتمده شيخنا الزيادي
Ukuran panjang adalah 6 alif. Me-mu'tamad-kannya Syaikhuna Az-Zayadi (Imam Syihabuddin Al-Qalyubi, Hasyiyah Al-Qalyubi Ala Syarh Al-Mahalli Ala Al-Minhaj Ath-Thalibin Jilid 1 Hal 142)

Daftar Pustaka
Al-Jawi, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah As-Saja. Al-Haromain
Ad-Dimyathi, Sayid Abu Bakar. I'anah Ath-Thalibin. Syirkah Nur Asia.
Al-Qalyubi, Imam Syihabuddin. Hasyiyah Al-Qalyubi wa Umairoh. Dar Al-Fikr.
Ba'asyan, Syaikh Sa'id. Busyro Al-Karim. Maktabah Syamilah.

Harta Yang Wajib Dizakati

Harta Yang Wajib Dizakati Menurut Ulama Fiqh Madzhab Imam Syafi‛i

Tinjauan Pustaka

1). Kitab Safinah al-Najā Hal 101 (Syaikh Salim bin Samir al-Hadhrami) & Kitab Kasyifah al-Sajā (Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani)

فَصْلٌ
اَلْأَمْوَالُ الَّتِي تَلْزَمُ فِيْهَا الزَّكَاةُ سِتَّةُ أَنْوَاعٍ النَّعَمُ وَالنَّقْدَانِ وَالْمُعَشَّرَاتِ وَأَموَالِ التِّجَارَةِ وَاجِبُهَا رُبْعُ عُشُرِ قِيْمَةِ عُرُوْضِ التِّجَارَةِ وَالرِّكَازِ وَالْمَعْدنِ
Fashl - Harta Yang Wajib Padanya Zakat (Dikeluarkan Zakatnya) Ada 6 :
  1. Binatang ternak
  2. Emas- perak
  3. Biji-bijian dan Buah-buahan
  4. Harta Perniagaan
  5. Harta Temuan Peninggalan Zaman Dahulu
  6. Harta Pertambangan

Daftar Pustaka

al-Hadhrami, Syekh Salim bin Samir. Safinah al-Najā Hal 101
al-Bantani, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah al-Sajā.

Kewajiban Menggali Lagi Mayit Dari Dalam Kubur

Kewajiban Menggali Lagi Mayit Dari Dalam Kubur Menurut Ulama Fiqh Madzhab Imam Syafi‛i

Tinjauan Pustaka

1). Kitab Safinah al-Najā Hal 100 (Syaikh Salim bin Samir al-Hadhrami) & Kitab Kasyifah al-Sajā (Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani)

فَصْلٌ
يُنْبَشُ الْمَيِّتُ لِأَرْبَعِ خِصَالٍ
لِلْغُسْلِ إِذَا لَمْ يَتَغَيَّرْ وَلِتَوْجِيْهِهِ إِلَى الْقِبْلَةِ وَلِلْمَالِ إِذَا دُفِنَ مَعَهُ وَلِلْمَرْأَةِ إِذَا دُفِنَ جَنِيْنُهَا مَعَهَا وَأَمْكنَتْ حَيَاتُهُ
Wajib Menggali Lagi Mayit Dari Dalam Kubur Dikarenakan 4 Hal : 
  1. Karena akan dimandikan, jika jasad mayit belum berubah.
  2. Karena akan dihadapkan ke arah qiblat.
  3. Karena ada harta yang dikubur bersama mayit.
  4. Karena mayit perempuan yang dikubur, beserta janinnya. Serta dimungkinkan janinnya masih hidup.

Daftar Pustaka

al-Hadhrami, Syekh Salim bin Samir. Safinah al-Najā Hal 100
al-Bantani, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah al-Sajā.

Cara Mengubur Mayit

Cara Mengubur Mayit Menurut Ulama Fiqh Madzhab Imam Syafi‛i

Tinjauan Pustaka

1). Kitab Safinah al-Najā Hal 99 (Syaikh Salim bin Samir al-Hadhrami) & Kitab Kasyifah al-Sajā (Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani)

فَصْلٌ
أَقَلُّ الْدَّفْنِ حُفْرَةٌ تَكْتُمُ رَائِحَتَهُ وَتُحْرِسُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَأَكْمَلُهُ قَامَةٌ وَبَسْطَةٌ وَيُوْضَعُ خَدُّهُ علَى التُّرَابِ وَيَجِبُ تَوْجِيْهُهُ إِلَى الْقِبْلَةِ
Minimal Cara Mengubur Mayit adalah dengan satu galian yang bisa menyembunyikan baunya mayit dan bisa menjaganya dari binatang buas.
Adapun sempurnanya Mengubur Mayit adalah sedalam ukuran tubuh manusia normal dan acungan tangannya keatas. Dan wajib pipi mayit diletakan di atas tanah dan badannya dihadapkan ke qiblat.

Daftar Pustaka

al-Hadhrami, Syekh Salim bin Samir. Safinah al-Najā Hal 99
al-Bantani, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah al-Sajā.

Rukun Shalat Jenazah

Rukun Shalat Jenazah Menurut Ulama Fiqh Madzhab Imam Syafi‛i

Tinjauan Pustaka

1). Kitab Safinah al-Najā Hal 97 (Syaikh Salim bin Samir al-Hadhrami) & Kitab Kasyifah al-Sajā (Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani)

فَصْلٌ
أَرْكَانُ صَلَاةِ الْجَنَازَةِ سَبْعَةٌ
اَلْأَوَّلُ النِّيَةُ اَلثَّانِي أَرْبَعُ تَكْبِيرَاتٍ اَلثَّالِثُ الْقِيَامُ عَلَى الْقَادِرِ اَلرَّابِعُ قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ اَلْخَامِسُ الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الثَّانِيَةِ اَلسَّادِسُ الدُعَاءُ لِلْمَيِّتِ بَعْدَ الثَّالِثَةِ اَلسَّابِعُ السَّلَامُ
Fashl - Rukun Shalat Jenazah ada 7 :
  1. Niat
  2. Takbir 4 kali.
  3. Berdiri bagi yang mampu
  4. Membaca fatihah.
  5. Membaca sholawat kepada Nabi setelah takbir ke 2
  6. Berdoa untuk mayit setelah takbir ke 3
  7. Membaca salam setelah takbir ke 4

Daftar Pustaka

al-Hadhrami, Syekh Salim bin Samir. Safinah al-Najā Hal 97
al-Bantani, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah al-Sajā.

Cara Memandikan Mayit

Cara Memandikan Mayit Menurut Ulama Fiqh Madzhab Imam Syafi‛i

Tinjauan Pustaka

1). Kitab Safinah al-Najā Hal 95 (Syaikh Salim bin Samir al-Hadhrami) & Kitab Kasyifah al-Sajā (Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani)

فَصْلٌ
أَقَلُّ الْغُسْلِ تَعْمِيْمُ بَدَنِهِ بِالْمَاءِ وَأَكْمَلُهُ أَنْ يُغْسِلَ سَوْأَتَيْهِ وَأَنْ يُزِيْلَ الْقَدْرَ مِنْ أَنْفِهِ وَأَنْ يُوَضِّئَهُ وَأَنْ يُدْلِكَ بَدَنَهُ بِالسِّدْرِ وَأَنْ يُصَبَّ المَاءُ عَلَيْهِ ثَلَاثًا
Minimalnya cara memandikan mayit adalah meratakan seluruh badannya dengan air. Sedangkan sempurnanya adalah : 
  1. Membasuh qubul dan duburnya.
  2. Membuang kotoran dari hidungnya.
  3. Mewudhukannya.
  4. Menggosok badannya dengan sidr.
  5. Menyiraminya dengan air sebanyak 3 kali.

Daftar Pustaka

al-Hadhrami, Syekh Salim bin Samir. Safinah al-Najā Hal 95
al-Bantani, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah al-Sajā.