Hikmah & Tata Cara Mengangkat Kedua Tangan Ketika Takbrotul Ihrom - BAITUSSALAM

Selasa, 05 April 2022

Hikmah & Tata Cara Mengangkat Kedua Tangan Ketika Takbrotul Ihrom

Mengangkat kedua tangan ketika takbirotul ihrom termasuk salah satu dari sekian banyak sunat hai’at dalam shalat. Amaliyah sunat ini bahkan merupakan amaliyah sunat pertama yang kita lakukan pada saat shalat, karena momentum shalat berdasarkan tata cara yang diajarkan oleh para ulama ahli fiqih madzhab imam syafi’I adalah dimulai dengan sejak takbiratul ihrom.

Takbirotul ihromnya sendiri adalah termasuk rukun fa’li yang pada pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan dengan rukun pengucapan niat shalat di dalam hati serta sunat pengangkatan kedua tangan mushalli.

Jadi pada momentum takbirotul ihrom, 3 organ paling inti dan paling sibuk yang ada di dalam diri kita berkolaborasi menggabungkan potensi :
  1. Mulut sebagai alat komunikasi utama mewakili panca indera mengucapkan “Allaahu Akbar”,
  2. Hati sebagai alat komunikasi utama jiwa kita mengucapkan “Ushalli Fardha Ash-Shubhi”
  3. Tangan sebagai organ alat bantu komunikasi paling aktif diangkat dalam rangka isyarat mengagungkan Allah “ta’dzimuhu Ta’ala”.
Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al-Muhammad Nawawi Al-Jawi :
وحكمة رفع اليدين في الصلاة كما قاله الشافعي تعظيمه تعالى حيث جمع بين إعتقاد القلب ونطق اللسان المترجم عنه وعمل الأركان وقيل الإشارة الى طرح ما سواه تعالى والإقبال بكليته على صلاته وقيل الإشارة الى رفع الحجاب بين العبد وبين ربه وقيل غير ذلك
Hikmahnya mengangkat kedua tangan dalam shalat adalah :
  • sebagaimana yang telah dikatakan Imam Syafi'i Rohimahullah : mengagungkan Allah Ta'ala sekira pengangkatan kedua tangan tersebut mengumpulkan antara i'tiqad hati, pengucapan lisan yang diterjemahkan darinya dan perbuatan anggota badan.
  • Menurut 1 qaul قيل : suatu isyarah terhadap pembuangan selain Allah dan menghadap dengan seluruh jiwa raga pada shalatnya.
  • Menurut 1 qaul قيل : sebuah isyarah terhadap penyingkapan hijab antara seorang hamba dan Rabb-nya
  • Menurut 1 qaul قيل : bukan demikian.
(Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kasyifah As-Saja Syarah Safinah An-Naja Hal 59)

Berikut ini adalah tata caranya : 
فيبتدئ الرفع فيها مع ابتداء التكبير وينهيه مع انتهائه وقال المحلى ويكبر مع حط يديه وقال الباجوري فابتداؤهما كذلك فما يقع الآن من الرفع قبل التكبير خلاف السنة وإن فعله كثير من أهل العلم انتهى والسنة تحصل بأي رفع كان وأكمله أن يرفع كفيه مقابل منكبيه ولا تبطل الصلاة به وإن ضم إليه فعلا ثالثا مع التوالي لأن ذلك مطلوب أفاده الشرقاوي
Maka Orang shalat mengangkat tangan pada takbirotul ihrom bersamaan dengan dimulai pengucapan takbir dan mengakhiri pengangkatannya bersamaan dengan akhir pengucapannya.
Telah berkata Syaikh Jalaluddin Al-Mahalli : dan mengucapkan takbir mushalli bersamaan dengan turun kedua tangannya.
Telah berkata Syaikhul Islam Ibrohim Al-Bajuri : Permulaan keduanya adalah seperti itu. Adapun yang terjadi dewasa ini yaitu mengangkat tangan sebelum pengucapan takbir adalah khilafussunnah, sekalipun banyak dari ahli ilmu yang telah melakukannya.
Kesunnahan bisa dihasilkan dengan apapun cara mengangkatnya, cara yang paling sempurna adalah mushalli mengangkat 2 telapak tangannya setentang 2 pundaknya dan tidak jadi sebab batal shalat dengan mengangkatnya sekalipun terakumulasi 3 gerakan mutawaaliyat karena mengangkat tangan pada saat takbiratul ihrom statusnya mathlub. Syaikh Asy-Syarqawi memفائدةkannya.
Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kasyifah As-Saja Hal 59)

Daftar Pustaka
Al-Jawi, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. Kasyifah As-Saja. Al-Haromain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah ikut berpartisifasi
Komentar anda akan segera kami balas