10 Mabadi Ilmu Tauhid - BAITUSSALAM

Sabtu, 12 Desember 2020

10 Mabadi Ilmu Tauhid

Mabadi Ilmu Tauhid : Had, Maudhu, Tsamroh, Fadhlu, Nisbat, Wadhi, Ism, Istimdad, Hukum, Masalah

mabadi-ilmu-tauhid-hasyiyah-baijuri

baitussalam.web.id - Mari mengenal ilmu tauhid lebih dekat dengan mempelajari 10 mabadinya :

  1. Had (ta'rif, pengertian, definisi)
  2. Maudhu (tempat penggunaan, sasaran, ruang lingkup)
  3. Faedah (tsamroh, buah, hasil, tujuan, manfaat)
  4. Fadhlu (keunggulan, keutamaan, keistimewaan, kelebihan)
  5. Nisbat (hubungan dengan ilmu lain, link, tautan eksternal)
  6. Wadhi (peletak dasar-dasar, perintis, bapak ilmu)
  7. Ism (nama populer, sebutan, alias)
  8. Istimdad (istinbath, sumber pengambilan)
  9. Hukum Syara (hukum mempelajari, hukum menggunakan)
  10. Masalah (pembahasan, masalah, kaidah-kaidah)

1.Had Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

فَحَدُّهُ لُغَةً اَلَعِلْمُ بِأَنَّ الشَّيْءَ وَاحِدٌ وَشَرْعًا بِمَعْن اْلْفَنِّ الْمُدَوَّنِ عِلْمٌ يُبْحَثُ فِيْهِ عَنْ اِثْبَاتِ الْعَقَائِدِ الدِّيْنِيَةِ الْمُكْتَسَبِ مِنْ أَدِلَّتِهَا الْيَقِيْنِيَة

"Had Ilmu Tauhid menurut bahasa adalah : ilmu tentang bahwa sesuatu itu satu/ilmu tentang ke-esa-an. Menurut syara dalam pengertian fan yang dikodifikasikan : ilmu yang di dalamnya dibahas tentang menetapkan aqidah-aqidah diniyah yang dikasab dari dalil-dalilnya yang bersifat meyakinkan." (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَالتَّوْحِيْدُ لُغَةً اَلَعِلْمُ بِأَنَّ الشَّيْءَ وَاحِدٌ وَشَرْعًا بِمَعْن اْلْفَنِّ الْمُدَوَّنِ عِلْمٌ يُقْتَدَرُ بِهِ عَنْ اِثْبَاتِ الْعَقَائِدِ الدِّيْنِيَةِ الْمُكْتَسَبِ مِنْ أَدِلَّتِهَا الْيَقِيْنِيَة

"Tauhid menurut bahasa adalah : ilmu tentang bahwa sesuatu itu satu/ilmu tentang ke-esa-an. Menurut syara Menurut syara dalam pengertian fan yang dikodifikasikan : ilmu yang dengannya mampu memantapkan aqidah-aqidah diniyah yang dikasab dari dalil-dalilnya yang bersifat meyakinkan." (Tuhfah al-Murid ala Jauharoh al-Tauhid Hal 8)


Menurut Syaikh Ahmad al-Dardir :

عِلْمٌ يُقْتَدَرُ بِهِ عَلَى اِثْبَاتِ الْعَقَائِدِ الدِّيْنِيَةِ الْمُكْتَسَبِ مِنْ أَدِلَّتِهَا الْيَقِيْنِيَة

"Ilmu tauhid adalah : ilmu yang dengannya mampu untuk memantapkan aqidah-aqidah diniyah yang dikasab dari dalil-dalilnya yang bersifat meyakinkan." (al-Kharidah al-Bahiyah fi Aqa'id al-Diniyah. Hal 27)

2.Maudhu Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَمَوْضُوْعُهُ ذَاتُ اللّٰهِ وَذَاتُ رُسُلِهِ مِنْ حَيْثُ مَا يَجِبُ وَمَا يَسْتَحِيْلُ وَمَا يَجُوْزُ وَالْمُمْكِنُ مِنْ حَيْثُ اَنَّهُ يُسْتَدَلُّ بِهِ عَلى وُجُوْدِ صَانِعِهِ وَالسَّمْعِيَاتِ مِن حَيْثُ اعْتِقَادِهَا

Maudhu ilmu tauhid adalah :

  • Dzat Allah tentang sifat yang wajib, sifat yang mustahil dan sifat yang wenang.
  • Dzat Rasul-Rasul Allah tentang sifat yang wajib, sifat yang mustahil dan sifat yang wenang.
  • Mumkinat, tentang yang bisa dijadikan dalil-dalil akan keberadaan penciptanya.
  • Aqidah sam'iyat, tentang aqidah-aqidahnya.

(Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَمَوْضُوْعُهُ ذَاتُ اللّٰهِ تَعَالَى مِنْ حَيْثُ مَا يَجِبُ وَمَا يَسْتَحِيْلُ وَمَا يَجُوْزُ وَذَاتُ رُسُلِ كَذٰلِكَ وَالْمُمْكِنُ مِنْ حَيْثُ اِنَّهُ يَتَوَصَّلُ بِهِ اِلى وُجُوْدِ صَانِعِهِ وَالسَّمْعِيَاتِ مِن حَيْثُ اعْتِقَادِهَا

Maudhu ilmu tauhid adalah :

  • Dzat Allah tentang sifat yang wajib, sifat yang mustahil dan sifat yang wenang.
  • Dzat Rasul-Rasul Allah tentang sifat yang wajib, sifat yang mustahil dan sifat yang wenang.
  • Mumkinat, tentang perkara yang dengannya sampai pada penciptanya.
  • Aqidah sam'iyat, tentang aqidah-aqidahnya.

(Tuhfah al-Murid ala Jauharoh al-Tauhid Hal 8)


Menurut Syaikh Ahmad al-Dardir :

وَمَوْضُوْعُهُ ذَاتُ الْإِلٰهِ تَعَالَى وَقِيْلَ الْمُمْكِنَاتِ وَقِيْلَ غَيْرَ ذَلِكَ

"Maudhu ilmu tauhid adalah Dzat Allah Ta'ala. Menurut sebuah pendapat : mumkinat. Menurut sebuah pendapat : bukan itu". (al-Kharidah al-Bahiyah fi Aqa'id al-Diniyah. Hal 27)

3.Tsamroh Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَثَمْرَتُهُ مَعْرِفَةُ صِفَاتِ اللّٰه وَرَسُولِهِ بِالْبَرَاهِيْنِ الْقَطْعِيَّة وَالْفَوْزِ بالسَّعَادَةِ الأَبَدِيَّةِ

"Tsamroh ilmu tauhid adalah : Jadi mengenal Allah dengan dalil-dalil yang bersifat pasti. Bahagia dengan kesenangan yang abadi di surga. (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَثَمْرَتُهُ مَعْرِفَةُ اللّٰه بِالْبَرَاهِيْنِ الْقَطْعِيَّة وَالْفَوْزِ بالسَّعَادَةِ الأَبَدِيَّةِ

"Tsamroh ilmu tauhid adalah : Jadi mengenal sifat-sifat Allah dan sifat-sifat RasulNya dengan dalil-dalil yang bersifat pasti. Bahagia dengan kesenangan yang abadi di surga. (Tuhfah al-Murid ala Jauharoh al-Tauhid Hal 9)


Menurut Syaikh Ahmad al-Dardir :

وَغَايَتُهُ مَعْرِفَةُ اللّٰه سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَالْفَوْزِ بالسَّعَادَةِ الأَبَدِيَّةِ

"Ghayah ilmu tauhid adalah : Jadi mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Bahagia dengan kesenangan yang abadi di surga. (al-Kharidah al-Bahiyah fi Aqa'id al-Diniyah. Hal 28)


Menurut Syaikh Ahmad al-Shawi

وَفَائدَتُهُ مَعْرِفَةُ الْعَقَائدِ الصَّحِيْحَةِ وَالْفَاسِدَةِ

Faedahnya ilmu tauhid adalah jadi mengenal aqidah-aqidah yang shahih dan aqidah-aqidah yang fasid (Hasyiyah al-Shawi ala Kharidah al-Bahiyah Hal 27)

4.Fadhlu Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَفَضْلُهُ أَنَّهُ أَشْرَفُ الْعُلُوْمِ لِكَوْنِهِ مُتَعَلِّقًا بِذَاتِ اللّٰهِ تَعَالَى وَذَاتِ رُسُلِهِ وَمَا يَتْبَعُ ذٰلِكَ وَالمُتَعَلِّقُ بكسر اللام يَشْرَفُ بِشَرَفِ الْمُتَعَلَّقِ

Fadhlunya ilmu tauhid adalah bahwasanya ilmu tauhid merupakan ilmu paling mulia dikarenakan statusnya berhubungan dengan Dzat Allah Ta'ala, Rasul-Rasulnya dan hal-hal lain yang jadi sisi lain pembahasannya. Sedangkan المُتَعَلِّقُ menjadi mulia karena kemuliaan الْمُتَعَلَّقِ nya. (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَفَضْلُهُ أَنَّهُ أَشْرَفُ الْعُلُوْمِ لِكَوْنِهِ مُتَعَلِّقًا بِذَاتِ اللّٰهِ تَعَالَى وَذَاتِ رُسُلِهِ وَمَا يَتْبَعُ ذٰلِكَ وَالمُتَعَلِّقُ بكسر اللام يَشْرَفُ بِشَرَفِ الْمُتَعَلَّقِ بفتحها

Fadhlunya ilmu tauhid adalah bahwasanya ilmu tauhid merupakan ilmu paling mulia dikarenakan statusnya berhubungan dengan Dzat Allah Ta'ala, Rasul-Rasulnya dan hal-hal lain yang jadi sisi lain pembahasannya. Sedangkan المُتَعَلِّقُ menjadi mulia karena kemuliaan الْمُتَعَلَّقِ nya. (Tuhfah al-Murid ala Jauhar al-Tauhid Hal 9)

5.Nisbat Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَنِسْبَتُهُ أَنَّهُ أَصْلُ الْعُلُوْمِ وَمَاسِوَاهُ فَرْعْ عَنْهُ

Hubungan ilmu tauhid dengan ilmu lain adalah bahwasanya ilmu ini merupakan batang pohonnya ilmu, sementara ilmu selainnya ranting darinya. (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَنِسْبَتُهُ أَنَّهُ أَصْلُ الْعُلُوْمِ وَمَاسِوَاهُ فَرْعْ

Hubungan ilmu tauhid dengan ilmu lain adalah bahwasanya ilmu ini merupakan batang pohonnya ilmu, sementara ilmu selainnya ranting. (Tuhfah al-Murid ala Jauhar al-Tauhid Hal 9)

6.Wadhi Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَوَاضِعٌهُ أُبُو الحَسَنِ الأَشْعَاري وَمُتَابِعُوْهُ وُأَبُو مَنْصُورِ الْمَاتُرِيْدِي وَمُتَابِعُوْهُ

Wadhi ilmu tauhid adalah Abu Hasan Al-Asy'ari beserta pengikutnya dan Abu Manshur al-Maturidi beserta pengikutnya. (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَوَاضِعٌهُ أُبُو الحَسَنِ الأَشْعَاري وَمَنْ تَبِعَهُ وُأَبُو مَنْصُورِ الْمَاتُرِيْدِي وَمَنْ تَبِعَهُ بِمَعْنَى أَنَّهُمْ دَوَّنُوْا كُتُبَهُ وَرَدُّوْا الشُّبْهَ الَّتِيْ أَوْرَدَتْهَا الْمُعْتَزِلَةُ 

وَإلَّا  فَالتَّوْحِيْدُ جَاءَ بِهِ كُلُّ نَبِيٍّ مِنْ لَدُنِّ آدَمَ

Wadhi ilmu tauhid adalah Abu Hasan Al-Asy'ari beserta pengikutnya dan Abu Manshur al-Maturidi beserta pengikutnya. Dalam konteks bahwasanya mereka mengkodifikasikan kitab-kitabnya dan menolak pemahaman yang keliru yang didatangkan oleh mu'tazilah.

Jika yang dimaksud bukan dalam konteks itu, maka setiap Nabi dari zaman Nabi Adam telah datang membawa tauhid. (Tuhfah al-Murid ala Jauhar al-Tauhid Hal 9)

7.Ism Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَاِسْمُهُ عِلْمُ التَّوْحِيْدِ وَعِلْمُ الْكَلَامِ وَذَكَرَ بَعْضُهُمْ أَنَّ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَسْمَاءٍ

"Nama populer ilmu tauhid adalah Ilmu Tauhid & Ilmu Kalam. Sebagian ulama menceritakan bahwa ilmu tauhid ini memiliki 8 nama". (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَاِسْمُهُ عِلْمُ التَّوْحِيْدِ لِأنَّ مَبْحَثَ الْوَحْدَانِيَةِ أَشْهَرُ مَبَاحِثِهِ وَيُسَمَّى أَيْضًا عِلْمُ الْكَلَامِ لِأَنَّ الْمُتَقَدِّمِيْنَ كَانُوا يَقُولُوْنَ فِي التَّرْجَمَةِ عَنْ مَبَاحِثِهِ الْكَلَامَ فِي كَذَا أَوْ لِأَنَّهُ قَدْ كَثُرَ الْإِخْتِلَافُ فِي مَسْئَلَةِ الْكَلَامِ وَذَكَرَ بَعْضُهُمْ أَنَّ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَسْمَاءٍ

"Nama populer ilmu tauhid adalah Ilmu Tauhid, karena pembahasan tentang sifat wahdaniyat merupakan pembahasan yang paling populer. Ilmu ini juga dinamakan Ilmu Kalam, karena ulama mutaqaddimin mereka mengatakan " الْكَلَامَ فِي كَذَا "dalam menterjemahkan pembahasannya, atau karena bahwasanya telah banyak perbedaan pendapat pada permasalahan sifat kalam. Sebagian ulama menceritakan bahwa ilmu tauhid ini memiliki 8 nama". (Tuhfah al-Murid ala Jauhar al-Tauhid Hal 9)

Menurut Syaikh Ahmad al-Dardir :

وَهُوَ فَنُّ عَقَائِدِ الْإِيْمَانِ يُسَمَّى عِلْمُ التَّوْحِيْدِ وَعِلْمُ أُصُوْلِ الدِّيْنِ وَعِلْمُ الْعَقَائِدِ

Kitab ini adalah fan aqa'idul iman yang dinamakan ilmu tauhid, ilmu ushuluddin dan ilmu aqa'id. (al-Kharidah al-Bahiyah fi Aqa'id al-Diniyah. Hal 27)

8.Istimdad Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَاسْتِمْدَادُهُ مِنَ الْأَدِلَّةِ الْعَقْلِيَّةِ والنَّقْلِيَّةِ

"Istimdad ilmu tauhid adalah dari dalil-dalil aqliyah dan dalil-dalil naqliyah". (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَاسْتِمْدَادُهُ مِنَ الْأَدِلَّةِ الْعَقْلِيَّةِ والنَّقْلِيَّةِ

"Istimdad ilmu tauhid adalah dari dalil-dalil aqliyah dan dalil-dalil naqliyah". (Tuhfah al-Murid ala Jauhar al-Tauhid Hal 9)


Menurut Syaikh Ahmad al-Shawi :

وَاسْتِمْدَادُهُ مِنَ الكِتَاب وَالسُّنَّةِ وَالْعَقْلِ

"Istimdad ilmu tauhid adalah dari Kitab Allah, Sunnah Rasulullah dan aqli" (Hasyiyah al-Shawi ala Kharidah al-Bahiyah Hal 27)

9.Hukum Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَحُكْمُ الشَّارِعُ فِيْهِ  الْوُجُوْبُ الْعَيْنِيُّ عَلُى كُلِّ مُكَلَّفٍ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى

"Hukum syara pada mempelajari ilmu tauhid adalah wajib ain kepada setiap mukallaf baik laki-laki maupun perempuan". (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَحُكْمُ الشَّارِعُ فِيْهِ  الْوُجُوْبُ الْعَيْنِيُّ عَلُى كُلِّ مُكَلَّفٍ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى

"Hukum syara pada mempelajari ilmu tauhid adalah wajib ain kepada setiap mukallaf baik laki-laki maupun perempuan". (Tuhfah al-Murid ala Jauhar al-Tauhid Hal 9)

10.Masalah Ilmu Tauhid

Menurut Syaikh Ibrahim al-Bajuri :

وَمَسَائِلُهُ قَضَايُاهُ الْبَاحِثَةُ عَنِ الْوَاجِبَاتِ وَالْجَائِزَةِ وَالْمُسْتَحِيْلَاتِ

"Masalah ilmu tauhid adalah qodhiyah-qodhiyahnya yang membahas perkara wajibat, ja’izat dan mustahilat". (Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9)

وَمَسَائِلُهُ قَضَايُاهُ الْبَاحِثَةُ عَنِ الْوَاجِبَاتِ وَالْجَائِزَةِ وَالْمُسْتَحِيْلَاتِ

"Masalah ilmu tauhid adalah qodhiyah-qodhiyahnya yang membahas perkara wajibat, ja’izat dan mustahilat". (Tuhfah al-Murid ala Jauhar al-Tauhid Hal 9)

Daftar Pustaka

Syaikh Ibrahim al-Bajuri. Hasyiyah al-Bajuri ala al-Sanusiyah Hal 9 & Tuhfah al-Murid ala Jauharah al-Tauhid Hal 8-9

Syaikh Ahmad al-Dardir. al-Kharidah al-Bahiyah fi Aqa'id al-Diniyah. Hal 27-28

Syaikh Ahmad al-Shawi. Hasyiyah al-Shawi ala al-Kharidah al-Bahiyah Hal 27-28

Comments

Terima kasih telah ikut berpartisifasi
Komentar anda akan segera kami balas

EmoticonEmoticon