BAITUSSALAM: Fungsi
Tampilkan postingan dengan label Fungsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fungsi. Tampilkan semua postingan

Superlative Degree : Fungsi, Rumus dan Contoh Penggunaan

The Degrees of Comparison - Superlative Degree : Fungsi, Rumus dan Contoh Penggunaan. Superlative Degree merupakan salah satu dari 3 jenis The Degrees of Comparison (Tingkat Perbandingan) dalam tata bahasa inggris.
  • Positive Degree (tingkatan perbandingan sama)
  • Comparative Degree (tingkatan perbandingan lebih)
  • Superlative Degree (tingkatan perbandingan paling/ter)


Fungsi

Superlative Degree ini (tingkatan perbandingan paling/ter) fungsinya dalam tata bahasa inggris adalah untuk memperbandingkan tiga object atau lebih yang dibicarakan perbandingannya dalam suatu kalimat dan salah satunya memiliki tingkatan “paling/ter” daripada semua object yang ada.


Rumus

Rumus Penggunaan Superlative Degree dalam kalimat adalah : The + kata superlative degree

Contoh penggunaan

Regular 1 Suku Kata.

Pembentukannya adalah dengan menambahkan est dibelakang kata tersebut. 

Contoh kata : small menjadi smallest. Contoh kalimat : Upin is the smallest in his family (Upin paling/terkecil di keluarganya)

Regular Suku kata berakhiran “some/ow/le/r/y”

Pembentukannya adalah dengan menambahkan est di belakang kata tersebut.

Contoh kata : clever menjadi cleverest. Contoh kalimat : Upin is the cleverest in his class (Upin paling/terpandai di kelasnya)

Regular 2 Suku kata atau lebih

Pembentukkannya dengan menambahkan most sebelum kata tersebut

Contoh kata : famous menjadi most famous. Contoh kalimat : Upin is the most famous in his school (Upin paling/terpopuler di sekolahnya)

Irregular

Pembentukannya tidak beraturan. Yang dimaksud irregular di sini adalah kata yang perubahan bentuk dari positive menjadi comparative dan menjadi superlativenya tidak mengikuti aturan yang sudah dibahas sebagaimana di atas.

Contoh kata : Good menjadi Best. Contoh kalimat : Upin is the best student in his school (Upin siswa paling/terbaik di sekolahnya) Good termasuk irregular karena bentuk comparativenya adalah better (bukan gooder), dan bentuk superlativenya adalah best (bukan goodest)

Comparative Degree : Fungsi, Rumus, Contoh Penggunaan

The Degrees of Comparison - Comparative Degree : Fungsi, Rumus, Contoh Penggunaan. Comparative Degree merupakan salah satu dari 3 jenis The Degrees of Comparison (Tingkat Perbandingan) dalam tata bahasa inggris.
  • Positive Degree (tingkatan perbandingan sama)
  • Comparative Degree (tingkatan perbandingan lebih)
  • Superlative Degree (tingkatan perbandingan paling/ter)

Fungsi

Comparative Degree (tingkatan perbandingan lebih) berfungsi untuk memperbandingkan dua object yang sedang dibicarakan perbandingannya dalam suatu kalimat dan salah satunya memiliki tingkatan “lebih” daripada object yang satunya lagi.


Rumus

Rumus Penggunaan Comparative Degree dalam kalimat adalah : kata comparative degree + than

Contoh Penggunaan

Regular 1 Suku Kata

Pembentukannya adalah dengan menambahkan er dibelakang kata tersebut

Contoh kata : small menjadi smaller. Contoh kalimat : Upin is smaller than upin (Upin lebih kecil daripada Ipin)

Regular Suku kata berakhiran “some/ow/le/r/y”

Pembentukannya adalah dengan menambahkan er di belakang kata tersebut

Contoh kata : clever menjadi cleverer. Contoh kalimat : Upin is cleverer than Ipin (Upin lebih pandai daripada Ipin)

Regular 2 Suku kata atau lebih

Pembentukannya adalah dengan menambahkan most sebelum kata tersebut

Contoh kata : famous menjadi more famous. Contoh kalimat : Upin is more famous than Ipin (Upin lebih populer daripada Ipin)

Irregular

Pembentukannya tidak beraturan. Yang dimaksud irregular di sini adalah kata yang perubahan bentuk dari positive menjadi comparative dan menjadi superlativenya tidak mengikuti aturan yang sudah dibahas sebagaimana di atas.

Contoh kata : Good menjadi Better. Contoh kalimat : Upin is better than Ipin (Upin lebih baik daripada Ipin). Good termasuk irregular karena bentuk comparativenya adalah better (bukan gooder), dan bentuk superlativenya adalah best (bukan goodest)

Positive Degree : Fungsi, Rumus dan Contoh Penggunaan

The Degrees of Comparison - Positive Degree : Fungsi, Rumus dan Contoh Penggunaan. Positive Degree merupakan salah satu dari 3 jenis The Degrees of Comparison (Tingkat Perbandingan) dalam tata bahasa inggris.
  • Positive Degree (tingkatan perbandingan sama)
  • Comparative Degree (tingkatan perbandingan lebih)
  • Superlative Degree (tingkatan perbandingan paling/ter)

Fungsi

Fungsi dari Positive Degree (tingkatan perbandingan sama) adalah untuk memperbandingkan dua object yang sedang dibicarakan perbandingannya dalam suatu kalimat dan keduanya menempati tingkatan yang sama.

Rumus

Rumus Penggunaan Positive Degree dalam kalimat adalah : as + kata positive degree + as

Contoh Penggunaan

Regular 1 Suku Kata

Contoh kata : Young, deep, large, long. Contoh kalimat : This class is as large as library (kelas ini seluas/ sama luas dengan perpustakaan)

Regular Suku kata berakhiran “some/ow/le/r/y”

Contoh kata : Clever, Narrow, Noble, Cute. Contoh kalimat : Dadang is as cute as Dudung (Dadang seimut/ sama imut dengan Dudung)

Regular 2 Suku kata atau lebih

Contoh kata : Famous, Useful. Contoh kalimat : Upin is as famous as Ipin (Upin sepopuler/ sama populer dengan Ipin)

Irregular 

Pembentukannya tidak beraturan. Yang dimaksud irregular di sini adalah kata yang perubahan bentuk dari positive menjadi comparative dan menjadi superlativenya tidak mengikuti aturan yang sudah dibahas sebagaimana di atas.

Contoh kata : Good, little, far, bad. Contoh kalimat : Upin is as good as Ipin (Upin sebaik/ sama baik dengan Ipin). Good termasuk irregular karena bentuk comparativenya adalah better (bukan gooder), dan bentuk superlativenya adalah best (bukan goodest

6 To Be : am, is, are, was, were, been.

Fungsi 6 Jenis To Be : am, is, are, was, were, been.

To Be vs Tobe

Cara penulisan yang benar adalah "to be" (to dipisah dengan be) bukan "tobe" (to digabungkan dengan be). Ini sangat penting diluruskan, agar kita tidak melupakan asal usul status aslinya, bahwa status asli to be adalah "to+infinitive to". Karena man jahil al-ashla lam yusbib al-far'a abadan hehe barang siapa tidak mengetahui asal-usul maka dia tidak akan mengenai pada kebenaran.

Infinitive to adalah verb 1 yang biasa dipergunakan untuk membentuk suatu kalimat dengan diawali : want to, like to, would like to, have to, going to, ought to, what to, easy to, difficult to, time to, happy to, glad to, nothing to.

Berikut ini adalah 2 contoh kalimat paling populer yang di dalamnya terdapat kata "be" diawali "want to" :
  • I want to be a president (saya ingin menjadi seorang president)
  • Who wants to be a millioner? (siapa yang ingin menjadi seorang jutawan?)
Jadi kata "be" termasuk verb 1 kategori "infinitive to" (atau istilah lainnya to infinitive), sedangkan kata "to" adalah to-nya "infinitive to".

Akan tetapi sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan manusia lainnya, kita tidak bisa untuk tidak menerima sesuatu yang sudah trend. Dan trend dalam pengucapan "be" ini adalah selalu diawali dengan "to" menjadi "to be".

Oleh karena itu, saya juga akan menggunakan istilah yang sudah trend tersebut dalam pembahasan artikel ini selanjutnya, yaitu : "Fungsi 6 Jenis To Be".

6 Jenis To Be

Sebelum membahas fungsi to be dalam sebuah kalimat, penting artikel ini membahas terlebih dahulu squad pasukan to be, jenis-jenisnya.

Ada 6 jenis kata dalam tata bahasa inggris yang merupakan perwujudan dari "be", yaitu :
  1. Am
  2. Is
  3. Are
  4. Was
  5. Were
  6. Been
(saya lebih bahagia jika menyebutnya pencitraan bukan perwujudan)
Sekalipun tugas pokok 6 kata tersebut sama, tapi masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, 6 kata tersebut tidak akan muncul secara bersamaan dalam sebuah kalimat. 
  • To Be akan berubah menjadi : am, is dan are jika kita menggunakannya dalam kalimat nominal berwaktu present (present tense)
  • am adalah to be untuk subject I.
  • is adalah to be untuk subject He, She dan It
  • are adalah to be untuk subject We, You dan They. 
  • To Be akan berubah menjadi : was dan were jika kita menggunakannya dalam kalimat nominal berwaktu past (past tense)
  • was adalah to be pengganti dari am dan is. Jadi, was adalah to be untuk I, He, She dan It
  • were adalah to be pengganti are. Jadi, were ini adalah to be untuk subject We, You dan They 
  • To Be akan berubah menjadi been jika kita menggunakannya dalam kalimat perfect tense. Saya mencoret to-nya agar mengingatkan bahwa wujud asli Verb 1-nya adalah "Be" saja. Nah, "been" adalah Verb 3 dari "Be".
  • Sebagai verb 3 dari "be", been adalah verb pengganti "be". Oleh karena itu, been menjadi to be pengganti am, is dan are. Jadi, been ini adalah to be untuk subject I, He, She, It, We, You dan They.  
  • Dulu saya pernah dibingungkan dengan status ke-tobe-annya, begini : jika kita menyebut tobe maka yang berkeliaran di otak saya adalah am, is, are, was dan were. Si "been" ini seakan-akan lenyap dari squad tobe, padahal si "been" inilah turunan "be" yang sebenarnya (bersama being) yang sudah seharusnya mendapatkan tempat yang lebih terhormat dibandingkan am, is, are, was dan were di hati pemirsa bahasa inggris. Seharusnya dia diperlakukan sebagai kapten squad tobe. Karena di otak saya kapten squad tobe adalah Is hehe.
  • Been ini tidak seperti to be yang lainnya, karena kemunculannya dalam sebuah kalimat selalu diririweuh alias didahului oleh salah satu dari Have, Has dan Had. Ini bukan berarti Been secara khusus berpasangan dengan Have, Has dan Had, melainkan karena semua verb 3 pada kalimat berwaktu perfect tense harus didahului dengan auxiliary Have/Has/Had. Jadi permasalahan ini adalah masalah perfect tense dan ke-verb3-nya been, bukan masalah ke-tobe-annya. Kunci jawaban dari masalah ini ada pada artikel pembahasan perfect tense bukan pada artikel pembahasan to be.

Fungsi 6 Jenis To Be

Fungsi to be itu apa? perannya dalam sebuah kalimat itu sebagai apa? apa benar to be itu dibutuhkan oleh sebuah kalimat? to be menyumbangkan jasa apa terhadap sebuah kalimat, sehingga to be dianggap sebagai materi yang sangat penting dan substansial dalam kalimat berbahasa inggris?

Secara umum, fungsi to be dalam susunan kalimat berbahasa inggris itu ada 2, yaitu :
  1. Sebagai primary auxiliary verb dalam kalimat verbal. Padanannya dalam tata bahasa arab adalah jumlah fi'liyah. Fungsinya adalah membantu main verb untuk lebih memperjelas tensesnya, hanya memperjelas tensesnya saja, ikut menegaskan waktu terjadinya tanpa mengakibatkan perubahan pada makna asli main verbnya. Kehadiran salah satu jenis to be (am, is, are, was, were dan been) sangat membantu menegaskan juga terhadap waktu terjadinya action main verb, karena masing-masing dari 6 to be sudah jelas waktunya : am-is-are present, was-were past,  been perfect. 
  2. Sebagai linking verb dalam kalimat nominal. Padanan kalimat nominal dalam tata bahasa arab adalah jumlah ismiyah. Sebagai linking verb,  to be menjadi verb yang menghubungkan subject dengan informasi tentang dirinya yang disebut subject complement (bisa noun,  adjective atau adverb). Kehadiran to be dalam kalimat nominal ini juga membantu menjadikan kalimat nominal menjadi verbal (secara ma'nawi) karena terdapat linking verb di dalamnya "ter-verbal-kan oleh to be". Tapi kita tidak perlu mengubah penyebutan kalimat nominal yang terdapat to be di dalamnya menjadi "kalimat verbal". Karena itu bisa menjadi tsunami terhadap materi pelajaran tata bahasa inggris. Saya lebih senang mengatakan begini : "kalimat verbal adalah kalimat yang diverbalkan oleh main verb,  sedangkan kalimat nominal adalah kalimat yang harus diverbalkan oleh linking verb", hehe. 

Contoh Penggunaan 6 Jenis To Be

Kalimat Verbal

Berikut ini adalah contoh penggunaan to be dalam kalimat verbal :
  • Subject + to be (am/is/are) + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + to be (am/is/are) + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + to be (am/is/are) + being + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + have/has + been + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + have/has + been + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + have/has + been + being + Verb 3 + by + Object Passive)
  • Subject + to be (was/were) + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + to be (was/were) + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + to be (was/were) + being + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + had + been + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + had + been + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + had + been + being + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + will + be + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + will + be + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + will + be + being + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + will + have + been + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + will + have + been + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + will + have + been + being + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + would + be + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + would + be + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + would + be + being + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + would + have + been + Verb 3 + by + Object (Passive)
  • Subject + would + have + been + Verb-ing + Object (Active)
  • Subject + would + have + been +being + Verb 3 + by + Object (Passive) 

Kalimat Nominal

Berikut ini adalah contoh penggunaan to be dalam kalimat nominal :
  • Subject + Am/Is/Are + Noun
  • Subject + Am/Is/Are + Adjective
  • Subject + Am/Is/Are + Adverb
  • Subject + Was/Were + Adjective
  • Subject + Was/Were + Adverb
  • Subject + Have/Has + Been + Adjective
  • Subject + Have/Has + Been + Adverb

Auxiliarry Do, Does, Did, Done, Don't, Doesn't, Didn't.

Auxiliary Verb - Fungsi Do, Does, Did, Done, Don't, Doesn't, Didn't

Do

Do adalah kata kerja infinitive (kata kerja asal atau verb 1) yang artinya mengerjakan. Sebagai infinitive, Do termasuk bare infinitive.
Dalam kalimat bahasa inggris, Do lebih sering dijadikan sebagai primary auxiliary verb (kata kerja bantu primer) daripada dijadikan sebagai main verb (kata kerja utama). Bahkan bisa dikatakan lebih identik dengan ke-auxiliaryverb-annya daripada ke-mainverb-annya.
Sebagai main verb, Do berlaku transitive. 
Sebagai primary auxiliary verb,  fungsi Do adalah membantu main verb dalam kalimat verbal untuk menegaskan tenses main verb. Tensesnya adalah present. Subjectnya adalah I, You, We, They.

Does

Does adalah Do+es. Es adalah huruf tambahan Do ketika Do menjadi kata bantu untuk subjek He, She dan It.
Sama seperti Do, Does lebih sering dijadikan kata kerja bantu (auxiliary verb) daripada main verb dalam kalimat bahasa inggris.
Fungsinya ketika menjadi main verb adalah sebagaimana fungsi Do ketika menjadi main verb. Begitu juga ketika dipergunakan sebagai auxiliary verb, digunakan dalam kalimat present tense. Hanya beda subjectnya saja, yaitu untuk subject He, She dan It.

Did

Did adalah kata kerja bentuk kedua (verb 2) dari Do. Oleh karena Did merupakan verb 2, maka hanya dipergunakan untuk kalimat past tense.
Fungsinya sebagai main verb adalah sebagaimana fungsi Do. Sebagai auxiliary verb, Did dipergunakan untuk semua subjek, yaitu I, You, We, They, He, She dan It.

Done

Done adalah kata kerja bentuk ketiga (verb 3) dari Do. Done hanya dipergunakan untuk kalimat perpect tense.
Fungsinya sebagai main verb adalah sebagaimana fungsi Do. Sebagai auxiliary verb, Done akan selalu didahului kata have/has/had menjadi have done, has done atau had done tergantung subjectnya.

Don't

Don't adalah kependekan dari Do Not, biasa dipergunakan untuk kalimat negatif untuk subject I, You, We dan They. Karena dipergunakan untuk kalimat negative dengan subject You, Don't ini juga jadi biasa dipergunakan untuk imperative larangan.

Doesn't

Doesn't adalah kependekan dari Does Not, biasa dipergunakan untuk kalimat negatif untuk subject He, She dan It. Tidak seperti Don't yang bisa dipergunakan untuk imperative, Doesn't tidak bisa dipergunakan untuk imperative karena subjectnya bukan You.

Didn't

Didn't adalah kependekan dari Did Not, biasa dipergunakan untuk kalimat negatif berwaktu past. Subjectnya sebagaimana subject Did, yaitu I, You, We, They, He, She dan It. Sebagaimana Doesn't, Didn't tidak bisa dipergunakan untuk kalimat imperative karena waktu pekerjaannya sudah lewat.

Cara Mengganti Format Teks di Wordpress

Cara mengganti format teks di post editor wordpress adalah dengan klik ikon bertuliskan Paragraph.

Fungsi fitur bertuliskan Paragraph adalah untuk mengganti format teks yang secara default adalah paragraph biasa. Format yang tersedia adalah : paragraph biasa, heading 1, heading 2, heading 3, heading 4, heading 5, heading 6, freeformatted. 

Cara menggunakannya : block teks yang akan diganti >> pilih salah satu format yang tersedia >> teks akan berubah sesuai dengan format yang dipilih. Silahkan coba saja semuanya. Untuk kembali ke format asal. lakukan langkah yang sama dan pilih Paragraph. Atau anda juga bisa mengklik fitur undo untuk kembali ke format awal.